<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564</id><updated>2012-02-15T23:04:00.713-08:00</updated><title type='text'>Teladanku</title><subtitle type='html'>Ya Allah...Jadikanlah kami termasuk orang-orang ahli taufiq</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>36</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-909607284104969276</id><published>2009-12-23T18:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-23T18:35:21.017-08:00</updated><title type='text'>KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH</title><content type='html'>Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu dari empat bulan terhormat (bulan yang dimulyakan Allah SWT), yaitu :&lt;br /&gt;Bulan Dzulqo’dah&lt;br /&gt;Bulan Dzulhijjah&lt;br /&gt;Bulan Muharram&lt;br /&gt;Bulan Rajab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sahabat Ibnu Abbas ra. meriwayatkan, bahwa Nabi SAW pernah bercerita sejumlah peristiwa yang terjadi pada bulan Dzulhijjah, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal   1 Dzulhijjah                : Allah mengampuni kesalahan Nabi Adam AS, maka  barangsiapa yang berpuasa dihari itu Allah akan mengampuni dosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  2 Dzulhijjah                 : Allah mengabulkan do’a Nabi Yunus AS dan mengeluarkan dari perut ikan Nun, maka barangsiapa yang berpuasa dihari itu, seakan-akan ia melakukan amal ibadah selama setahun tanpa dicampuri maksiat sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  3 Dzulhijjah                 : Allah mengabulkan do’a nabi Zakaria AS, maka barangsiapa yang berpuasa dihari itu do’anya akan mustajab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  4 Dzulhijjah                 : Nabi Isa AS dilahirkan, maka barangsiapa berpuasa dihari itu Allah akan menghilangkan kesusahan dan kefakiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  5 Dzulhijjah                 : Nabi Musa AS dilahirkan, maka barangsiapa berpuasa Allah akan menjaga dia dari kemunafikan dan dijauhkan dari siksa kubur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  6 Dzulhijjah                 : Allah SWT membukakan pintu kebaikan kepada semua Nabi-Nya, maka barangsiapa yang berpuasa dihari itu akan diberi kesempatan memandang wajah Allah SWT dan sesudah itu tidak akan disiksa lagi untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  7 Dzulhijjah                 : Pintu Neraka Jahannam dikunci dan akan dibuka kembali&lt;br /&gt;Pada tanggal 10 Dzulhijjah, maka barangsiapa yang berpuasa dihari itu Allah akan menutup 30 pintu kesulitan dan membuka 30 pintu kemudahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  8 Dzulhijjah                 : dinamakan hari Tarwiyah,yaitu hari untuk berfikir dimana nabi Ibrahim mulai merenungkan mimpi yang dialaminya. Maka barangsiapa yang berpuasa pada hari itu Allah akan memberi pahala yang nilainya hanya Allah yang mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  9 Dzulhijjah                 : dinamakan hari Arafah, yaitu Nabi Ibrahim mulai yaqin dengan mimpinya memang benar merupakan perintah Allah SWT. Dan pada tanggal ini Allah menurunkan penutup keseluruhan/menyempurnakan Al Qur’an. Firman Allah dalam surat Al Maidah : 3, maka barangsiapa yang berpuasa dihari itu Allah akan mengampuni dosany selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal  10  Dzulhijjah : adalah Hari Raya Idul Adha atau Yaumun Nahar (hari penyembelihan), karena Nabi Ibrahim berniat untuk melakukan penyembelihan terhadap putra terkasih yaoitu nabi Ismail AS. Maka barangsiapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan cara berkurban, Allah akan mengampuni dosanya dan dosa keluarganya semenjak pertama kali darah kurban menetas ke bumi dan barangsiapa yang bersedekah pada hari itu dengan memberikan makanan/pemberian yang lainnya kepada orang mukmin, maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat dalam keadaan selamat, dan timbangan amal baiknya akan melebihi beratnya gunung Uhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah keutamaan dalam bulan Dzulhijjah, semoga kita mendapatkan kemudahan dari Allah untuk melakukan semua amalan yang ada dalam bulan Dzulhijjah. Amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis oleh Choirul Anam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-909607284104969276?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/909607284104969276/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=909607284104969276' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/909607284104969276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/909607284104969276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/12/keutamaan-bulan-dzulhijjah.html' title='KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-1367484516596609146</id><published>2009-04-27T19:17:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T19:33:40.438-07:00</updated><title type='text'>BATAS PACARAN LAKI DAN PEREMPUAN</title><content type='html'>Oleh : Choirul Anam&lt;br /&gt;Tim Ad Hoc Pendidikan Karakter LPI Sabilillah Malang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ini saya persembahkan buat siswa-siswi di Lingkungan Pendidikan Sabilillah Malang, karena begitu pentingnya pemahaman dan memberikan dasar yang kuat sebagai muslim dan muslimah dalam mempertahankan kaidah-kaidah/tuntunan islam yang sebenarnya. Siapa lagi kalau bukan generasi islam sendiri yang akan mempertahankan nilai-nilai suci keislaman. Marilah kita lihat dalam segala kondisi pergaulan muda-mudi kita yang lupa dengan batasan-batasan yang telah ditetapkan oleh agama islam, dibuktikan dengan banyaknya pergaulan yang bebas, berpacaran, jalan-jalan ke Mall bukan dengan muhrimnya dan lain sebagainya yang tidak mencerminkan akhlak muslim sejati. Inilah kekhawatiran yang terjadi pada muda-mudi kita. Untuk itu wahai generasi muda islam... pahami aturan agama islam dan laksanakan dalam kehidupan sehari-hari, insyaAllah kita termasuk orang-orang yang selamat dunia akhirat. amien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;AURAT&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam surat Al A’rof ayat 26-27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. &lt;em&gt;Hai anak Adam[530], Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. dan pakaian takwa[531] Itulah yang paling baik. yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;27. Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya 'auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dan suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpim bagi orang-orang yang tidak beriman&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[530] Maksudnya Ialah: umat manusia&lt;br /&gt;[531] Maksudnya Ialah: selalu bertakwa kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Kata aurat berasal dari bahasa arab, artinya yang tercela apabila tampak.&lt;br /&gt;Bila bagian tertentu dari tubuh manusia terbuka dan terlihat oleh orang lain, maka yang bersangkutan merasa malu.”Rasa malu” ialah rasa terhina/direndahkan kehormatannya oleh orang lain karena melakukan perbuatan yang kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah batasan aurat merupakan ketentuan agama yang tidak dapat ditawar-tawar lagi, bukan menurut ide atau gagasan manusia.Batas aurat hanya ada pada manusia dan tidak berlaku pada hewan. Oleh karena itu hewan tidak merasa malu bila bagian tubuh tertentunya terbuka sehingga terlihat oleh siapa saja. Dan bila ada manusia yang tidak memperdulikan auratnya maka sama halnya dengan hewan-hewan yang berkeliaran disekelilingnya. Manusia yang tidak peduli dengan adanya batasan aurat berarti telah menempatkan dirinya sejajar dengan hewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aurat dalam Islam terbagi menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aurat Sughra&lt;/em&gt;, yaitu aurat yang wajib ditutup dari pandangan orang-orang yang haram melihat dirinya. Bagi wanita adalah seluruh tubuh/badannya, kecuali muka dan kedua telapak tangannya. Bagi laki-laki adalah batas antara lutut sampai dengan pusar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Aurat Kubra&lt;/em&gt;, yaitu aurat khusus bagi laki-laki maupun perempuan yang disebut dengan kemaluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Pakaian untuk perempuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar firman Allah SWT dalam surat Al Ahzab ayat 59&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. &lt;em&gt;Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka". yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.[1232] Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam surat An Nur 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. &lt;em&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;Ayat ini dengan tegas memerintahkan seluruh wanita-wanita beriman untuk menutup bagian badan mereka dengan kerudung-kerudung, kecuali yang biasa tampak. Ditegaskan pula bahwa para istri tidak boleh menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali hanya kepada suaminya, artinya setiap wanita beriman tdk dibenarkan membuka auratnya kepada laki-laki lain.&lt;br /&gt;Adapun laki-laki yang menjadi mahramnya adalah : ayah, saudara laki-lakinya, anak laki-lakinya, mertua laki-laki (mereka hanya terlarang memperlihatkan aurat kubra).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian &lt;em&gt;bagian yang biasa tampak&lt;/em&gt;, ini tidak dapat ditafsirkan dengan selera dan kemauan kita sendiri atau menurut tradisi lingkungan dan kebudayaan setempat. Juga tidak dapat ditafsirkan berdasarkan pertimbangan estetika, keserasian berpakaian dan mode/tren yang sedang berkembang. Karena persoalan ini adalah persoalan syariat agama maka pengambilan hukumnya harus merujuk pada ketentuan/aturan/syariat agama. Mari kita perhatikan penjelasan hadits dari Ibnu Abu Syaibah meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a tentang firman Allah dalam surat An Nur 31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka, kecuali yang biasa tampak darinya, maksudnya tidak menampakkan perhiasan mereka kecuali raut muka dan telapak tangan.” (HR. Ibnu Abu Syaibah)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits kedua dari Abu Dawud meriwayatkan dari ‘Aisyah r.aان المرأة اذا بلغت المحيض لم يصلح ان يرى منها&lt;br /&gt; الا هذا هذا، وأشار الى وجهه وكفيه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya seorang wanita bila telah mencapai haidl, maka tidak pantas terlihat darinya kecuali ini dan ini, seraya beliau menunjuk ke mukanya dan kedua telapak tangannya.” (HR. Abu Dawud)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, setiap anak yang telah mencapai umur baligh wajib diperintahkan untuk menutup seluruh badannya, kecuali telapak tangan dan mukanya bila berhadapan dengan lelaki yang bukan mahramnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;PACARAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan pergaulan anak muda sekarang ??? yang sudah mulai mengenal “PACARAN”. Sudah bukan menjadi rahasia lagi pola pergaulan anak muda/remaja saat ini. Kadang orang tua sudah bukan sosok figur yang dibanggakan oleh mereka.&lt;br /&gt;Seiring dengan perkembangan usia dan masa-masa pubertas, anak-anak muda sudah mulai mengenal, menaksir, menggoda, bahkan tergetar jantungnya ketika melihat lawan jenis yang mereka idam-idamkan. Dimulai dari sekedar berpandang-pandangan, senyum dibalas senyum, coba-coba menggoda, hati sudah mulai tergerak ingin berkenalan, ngobrol, …dst sampai-sampai TTM alias “PACARAN”. Bahkan dikalangan mereka menjadikan “sang PACAR” sebagai identitas yang sangat dibanggakan, mereka bisa tampil PeDe dan bangga kalau sudah punya pacar, sebaliknya bagi mereka yang belum punya pacar malah dianggap kurang gaul, sok alim dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana fenomena “pacaran” menurut Islam ?&lt;br /&gt;Dalam &lt;em&gt;Islam tidak dikenal istilah “pacaran&lt;/em&gt;” &lt;strong&gt;yang ada adalah “khitbah&lt;/strong&gt;”/meminang, yaitu tahapan untuk proses menuju pernikahan. Ketika seorang laki-laki menyukai atau mendambakan seorang wanita, maka dia harus mengkhitbah/meminang dengan maksud untuk dinikahi dalam waktu dekat.&lt;br /&gt;“Pacaran” dan “khitbah” sama-sama jalinan cinta kasih antara dua insan lawan jenis (yang sama-sama sedang dilanda asmara/mabuk cinta) yang tidak ada ikatan perkawinan. Tetapi jauh sekali maksud dan tujuannya. &lt;strong&gt;Selama masa khitbah&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;keduanya tidak diperkenankan untuk melanggar aturan-aturan yang telah digariskan oleh agama,&lt;/em&gt; seperti berduaan, menyentuh, bergandengan, ber……,………,…….memandang dengan nafsu, karena masih belum ada tali ikatan perkawinan yang sah. &lt;em&gt;Apabila dalam masa khitbah/meminang pergaulan mereka antara laki-laki dan perempuan melanggar aturan/batas-batas agama,&lt;/em&gt; maka &lt;strong&gt;hukumnya “haram&lt;/strong&gt;”. Demikian juga dengan “pacaran”, &lt;em&gt;jika orang berpacaran melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama/melanggar batas-batas aturan agama&lt;/em&gt;, maka &lt;strong&gt;hukumnya juga “haram”&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BATAS/ATURAN AGAMA BAGI LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;strong&gt;Menjaga pandangan mata&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari pandangan, hati jadi tergetar. Pandangan adalah panah-panah setan yang siap menembus relung hati yang sering menimbulkan fitnah dan membawa pada perbuatan zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam surat An Nur 30-31&lt;br /&gt;30. &lt;em&gt;Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat&lt;/em&gt;".&lt;br /&gt;31. &lt;em&gt;Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;strong&gt;Tidak Menyentuh Perempuan Yang Bukan Mahramnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Nabi SAW : &lt;em&gt;“Lebih baik memegang besi panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (andaikan ia tahu betapa berat siksaannya&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;strong&gt;Tidak Berduaan Dengan Lawan Jenis Yang Bukan Mahramnya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda : &lt;em&gt;“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang bukan mahramnya, karena ketiganya adalah setan”. (HR. Ahmad)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;strong&gt;Menutup Aurat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam sebuah hadits bahwasanya wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk/lekuk tubuh, memakai wangi-wangian yang baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya yang bukan untuk suaminya, maka setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap orang laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Maka orang wanita yang seperti ini tidak akan mencium baunya surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Tidak Melakukan Perbuatan Yang Dapat Mengarahkan Kepada Zina&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah SWT dalam surat Al Isra’ : 32&lt;br /&gt;32. &lt;em&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penjelasan &lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;Janganlah dekat-dekat/melakukan perbuatan yang dapat menjerumuskan pada perbuatan zina, seperti berduaan ditempat yang sepi, bergandengan tangan, bersentuhan, membelai-belai, cerita-cerita porno, dsbJadi sebagai kesimpulan dalam islam tidak ada istilah ber”pacaran”, “berdua-duaan”, “TTM”. Karena hal itu dapat menjerumuskan manusia pada jalan kehinaan, jalannya setan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kalaupun ingin berpacaran&lt;/em&gt; maka &lt;strong&gt;jagalah&lt;/strong&gt;, janganlah berpandang-pandangan, berpegangan, bergandengan tangan, bercanda ria, berboncengan, duduk berduaan, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kalau tidak bisa menjaga aturan/batas-batas yang telah ditentukan agama sebaiknya jangan sekali-kali “berpacaran&lt;/em&gt;” sebab azab yang pedih senantiasa menanti anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur, Ajal ditangan Allah, umur yang tersisa mari kita gunakan untuk taat dan beribadah kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi ini disampaikan pada hari Sabtu, 25 April 2009&lt;br /&gt;Pendidikan Karakter di SMP Islam Sabilillah Malang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-1367484516596609146?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/1367484516596609146/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=1367484516596609146' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/1367484516596609146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/1367484516596609146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/04/batas-pacaran-laki-dan-perempuan.html' title='BATAS PACARAN LAKI DAN PEREMPUAN'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-2085683620509935008</id><published>2009-04-24T22:57:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T23:15:58.092-07:00</updated><title type='text'>Amalan Bagi Orang Sakit</title><content type='html'>Oleh : Choirul Anam&lt;br /&gt;disadur dari kitab Amalan Setahun Oleh : Ust. Ali Mukhtar&lt;br /&gt;(Ust. Ali Mukhtar adalah guru saya yang sangat berkesan yang dapat menggugah hati dan perilaku saya, Tulisan ini sebagai bentuk kakaguman saya atas beliau dan mendapat informasi bahwa beliau telah sembuh dari sakitnya kurang lebih 4 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit adalah musibah atau cobaan yang sebenarnya datang dari Allah SWT. Tetapi kadang kita tidak sadar atau bahkan tidak mau sadar dengan kenyataan yang sedang menimpa diri kita itu hakikatnya adalah datangnya dari Allah SWT. Hanya saja sakit atau musibah itu sengaja oleh Allah dilewatkan dengan berbagai macam cara. Nah,….marilah kita sadarkan diri kita dengan selalu mengingat dan menyadari bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT dan kekuatan kita hanyalah datangnya dari Allah SWT.لاحول ولاقوة الاباالله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sakit sudah menimpa diri kita, seringkali keluar kalimat-kalimat mengeluh, tidak sabar, tidak ikhlas, tidak siap dengan penderitaan  dan lain sebagainya. Apa yang semestinya kita lakukan ? berikut ini perilaku/amalan yang harus dilakukan orang islam ketika mendapat musibah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Amalan Bagi Orang Yang Sakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;1.Disunahkan setiap orang memperbanyak mengingat mati, baik anak muda maupun orang dewasa, baik dalam keadaan sehat terlebih dalam keadaan sakit.&lt;br /&gt;Sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;اكثروا من ذكرهادم اللذات (رواه ابن حبان)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;“Hendaklah kalian memperbanyak mengingat kematian”. (HR. Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;2. Bersiap-siap menyongsong kematian dengan taubat dan berbaik sangka (Husnudhon) kepada Allah SWT, serta menebus atau mengembalikan kedholiman-kedholiman yang pernah dilakukan. Karena hal- hal tersebut merupakan pencuci dosa atas perbuatan kita.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;3. Sabar atas rasa sakit yang dideritanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sebagaimana sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;من مرض ليلة فصبر و رضي بها عن الله خرج من ذنوبه كيوم ولدته امه (رواه الحاكم&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;“ Barangsiapa sakit semalaman, kemudian bersabar dan ridlo dengan sakitnya dri Allah SWT, maka keluarlah dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan ibunya.” (HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="left"&gt;4. Tidak boleh gelisah, keluh kesah, marah-marah, cemas, atau jemu.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;5. Tidah boleh banyak “sambat” (mengaduh), yang menampakkan tidak ridlo atas  qodlo’ Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;6. Tidak diperkenankan mengingkan kematian, apabila terpaksa hendaklah membaca do’a :&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;اللهم احيني ما كا نت الحياة خيرا لي وتوفني ما كا نت الوفاه خيرا لي&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;      &lt;em&gt;“Ya Allah, hidupkanlah saya jika kehidupan itu baik bagi saya, dan matikanlah saya jika kematian itu baik bagi saya”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;7. Berwasiat baik kepada keluarganya agar sabar melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sabda Nabi SAW :&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;من مات علي وصية مات علي سبيل وسنة وتقي وشهادة ومات مغفورا له&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa meninggal dunia dan sudah memberi wasiat kepada keluarganya, maka ia meninggal diatas jalan yang lurus, kesunnahan, ketaqwaan, syahid. Dan ia meninggala dunia dengan mendapat ampunan&lt;/em&gt;”.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Sabda Nabi SAW :&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;من لم يوص لم يؤذن له في الكلام مع الموتي&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa tidak pernah berwasiat, maka tidak diizinkan berbicara (bersama) dengan orang yang sudah meninggal”.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;(maksudnya : jika kelak meninggal dunia, maka di alam barzah ia tidak dapat berbicara dengan sesama orang yang meninggal).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;8. Menjaga sholat lima waktu dengan semampunya, baik dengan  berwudlu atau tayamum. Jika memang tidak mampu, hendaklah sholat untuk menghormati waktu.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;9. Keluarga orang yang sakit harus menjaga kenajisan oang yang sakit, dan tidak boleh mempermudah atau meremehkannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;10. Disunnahkan membaca :&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;لااله الا انت سبحا نك اني كنت من الظا لمين&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;      Sebanyak 40 X, agar mendapatkan pahala orang mati syahid.&lt;br /&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Dari Sa’ad bin abi Waqqash ra berkata, bersabda Rosulullah SAW :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ايما مسلم قال في مرضه لااله الا انت سبحا نك اني كنت من الظا لمين اربعين مرة فمات في مرضه ذلك اعطي له اجر شهيد وان برئ برئ وقد غفرت له جميع ذنوبه&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt; “Orang islam mana saja yang mengucapkan ketika sakitnya kalimat&lt;br /&gt;          . لااله الا انت سبحا نك اني كنت من الظا لمين&lt;br /&gt;      Sebanyak 40 X . Kemudian ia meninggal dunia di sakitnya tersebut, maka diberi pahala orang mati syahid, dan jika sembuh maka terampuni semua dosanya”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;11. Sunah membaca surat Al Ikhlas sebanyak 100 X&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Nabi SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;من قرأ سورة قل هو الله احد ي مرضه الذي يموت فيه مائة مرة لم يفتن في قبره وأمن من ضغطة القبر وحملة الملا ئكة يوم القيا مة بأجنحتها حتي يجيزوه من الصراط إلى الجنة.(رواه الطبرانى)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) 100X di saat sakit yang ia meninggal dunia didalamnya, maka tidak terkena fitnah di kuburnya, dan akan aman dari jepitan kubur, serta akan diangkat oleh malaikat dengan sayapnya hingga dapat melewati shirot dan sampai ke surga”.(HR At Thobroni)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Semoga kita diberi kesabaran, keikhlasan dan kemampuan untuk melewati semua cobaan dan musibah berupa sakit dengan senantiasa berdzikir kepada Allah SWT dan semoga Allah SWT mengangkat derajat kita menjadi orang-orang yang dekat dengan Allah SWT. Amien.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;Semoga bermanfaat dan mari kita lakukan apa yang telah disabdakan oleh baginda Nabi SAW.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-2085683620509935008?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/2085683620509935008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=2085683620509935008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/2085683620509935008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/2085683620509935008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/04/amalan-bagi-orang-sakit.html' title='Amalan Bagi Orang Sakit'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-2219073860610807396</id><published>2009-03-26T01:47:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T02:06:23.523-07:00</updated><title type='text'>Amalan Bagi Orang Sakit</title><content type='html'>Sakit adalah musibah atau cobaan yang sebenarnya datang dari Allah SWT. Tetapi kadang kita &lt;em&gt;tidak sadar&lt;/em&gt; atau bahkan &lt;em&gt;tidak mau sadar&lt;/em&gt; dengan kenyataan yang sedang menimpa diri kita itu hakikatnya adalah datangnya dari Allah SWT. Hanya saja sakit atau musibah itu sengaja oleh Allah dilewatkan dengan berbagai macam cara. Nah,….marilah kita sadarkan diri kita dengan selalu mengingat dan menyadari bahwa semua yang kita miliki hanyalah titipan Allah SWT dan kekuatan kita hanyalah datangnya dari Allah SWT. لاحول ولاقوة الاباالله&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila sakit sudah menimpa diri kita, seringkali keluar kalimat-kalimat mengeluh, tidak sabar, tidak ikhlas, tidak siap dengan penderitaan  dan lain sebagainya. Apa yang semestinya kita lakukan ? berikut ini perilaku/amalan yang harus dilakukan orang islam ketika mendapat musibah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Amalan Bagi Orang Yang Sakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Disunahkan setiap orang memperbanyak mengingat mati, baik anak muda maupun orang dewasa, baik dalam keadaan sehat terlebih dalam keadaan sakit.&lt;br /&gt;Sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;اكثروا من ذكرهادم اللذات (رواه ابن حبان)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Hendaklah kalian memperbanyak mengingat kematian”. (HR. Ibnu Hibban)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;2. Bersiap-siap menyongsong kematian dengan taubat dan berbaik sangka (Husnudhon) kepada Allah SWT, serta menebus atau mengembalikan kedholiman-kedholiman yang pernah dilakukan. Karena hal- hal tersebut merupakan pencuci dosa atas perbuatan kita.&lt;br /&gt;3. Sabar atas rasa sakit yang dideritanya.&lt;br /&gt;    Sebagaimana sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;من مرض ليلة فصبر و رضي بها عن الله خرج من ذنوبه كيوم ولدته امه (رواه الحاكم)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“ Barangsiapa sakit semalaman, kemudian bersabar dan ridlo dengan sakitnya dri Allah SWT, maka keluarlah dosa-dosanya seperti saat ia dilahirkan ibunya.” (HR. Al Hakim)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;4. Tidak boleh gelisah, keluh kesah, marah-marah, cemas, atau jemu.&lt;br /&gt;5. Tidah boleh banyak &lt;em&gt;“sambat”&lt;/em&gt; (mengaduh), yang menampakkan tidak ridlo atas  qodlo’ Allah SWT.&lt;br /&gt;6. Tidak diperkenankan mengingkan kematian, apabila terpaksa hendaklah membaca do’a :&lt;br /&gt;اللهم احيني ما كا نت الحياة خيرا لي وتوفني ما كا نت الوفاه خيرا لي&lt;br /&gt;      &lt;em&gt;“Ya Allah, hidupkanlah saya jika kehidupan itu baik bagi saya, dan matikanlah saya jika   kematian itu baik bagi saya”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;7. Berwasiat baik kepada keluarganya agar sabar melakukan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.&lt;br /&gt;Sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;من مات علي وصية مات علي سبيل وسنة وتقي وشهادة ومات مغفورا له&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa meninggal dunia dan sudah memberi wasiat kepada keluarganya, maka ia meninggal diatas jalan yang lurus, kesunnahan, ketaqwaan, syahid. Dan ia meninggala dunia dengan mendapat ampunan”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;من لم يوص لم يؤذن له في الكلام مع الموتي&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa tidak pernah berwasiat, maka tidak diizinkan berbicara (bersama) dengan orang yang sudah meninggal”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;maksudnya&lt;/strong&gt; : jika kelak meninggal dunia, maka di alam barzah ia tidak dapat berbicara dengan sesama orang yang meninggal).&lt;br /&gt;8. Menjaga sholat lima waktu dengan semampunya, baik dengan  berwudlu atau tayamum. Jika memang tidak mampu, hendaklah sholat untuk menghormati waktu.&lt;br /&gt;9. Keluarga orang yang sakit harus menjaga kenajisan oang yang sakit, dan tidak boleh mempermudah atau meremehkannya.&lt;br /&gt;10. Disunnahkan membaca :&lt;br /&gt;لااله الا انت سبحا نك اني كنت من الظا لمين&lt;br /&gt;      Sebanyak 40 X, agar mendapatkan pahala orang mati syahid.&lt;br /&gt;      Dari Sa’ad bin abi Waqqash ra berkata, bersabda Rosulullah SAW :&lt;br /&gt;ايما مسلم قال في مرضه لااله الا انت سبحا نك اني كنت من الظا لمين اربعين مرة فمات في مرضه ذلك اعطي له اجر شهيد وان برئ برئ وقد غفرت له جميع ذنوبه&lt;br /&gt;    &lt;em&gt;  “Orang islam mana saja yang mengucapkan ketika sakitnya kalimat&lt;br /&gt;          . لااله الا انت سبحا نك اني كنت من الظا لمين&lt;br /&gt;      Sebanyak 40 X . Kemudian ia meninggal dunia di sakitnya tersebut, maka diberi pahala orang mati syahid, dan jika sembuh maka terampuni semua dosanya”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;11. Sunah membaca surat Al Ikhlas sebanyak 100 X&lt;br /&gt;Nabi SAW bersabda :&lt;br /&gt;من قرأ سورة قل هو الله احد ي مرضه الذي يموت فيه مائة مرة لم يفتن في قبره وأمن من ضغطة القبر وحملة الملا ئكة يوم القيا مة بأجنحتها حتي يجيزوه من الصراط إلى الجنة.(رواه الطبرانى)&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Barangsiapa membaca Qulhuwallahu ahad (surat Al Ikhlas) 100X di saat sakit yang ia meninggal dunia didalamnya, maka tidak terkena fitnah di kuburnya, dan akan aman dari jepitan kubur, serta akan diangkat oleh malaikat dengan sayapnya hingga dapat melewati shirot dan sampai ke surga”.(HR At Thobroni)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita diberi kesabaran, keikhlasan dan kemampuan untuk melewati semua cobaan dan musibah berupa sakit dengan senantiasa berdzikir kepada Allah SWT dan semoga Allah SWT mengangkat derajat kita menjadi orang-orang yang dekat dengan Allah SWT. Amien.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat dan mari kita lakukan apa yang telah disabdakan oleh baginda Nabi SAW.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-2219073860610807396?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/2219073860610807396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=2219073860610807396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/2219073860610807396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/2219073860610807396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/03/amalan-bagi-orang-sakit.html' title='Amalan Bagi Orang Sakit'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-5876790140518219407</id><published>2009-01-26T20:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T20:40:25.594-08:00</updated><title type='text'>SD Islam Sabilillah Gelar Pembinaan Keluarga Sakinah</title><content type='html'>SD Islam Sabilillah dan TK Islam Sabilillah Malang kembali menggelar kegiatan Pembinaan Menuju Keluarga Sakinah Di Bawah Ridlo Ilahi yang bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pengembangan Lingkungan Edukatif (FKPLE) dengan materi KEUTAMAAN SEPULUH MUHARRAM&lt;br /&gt;Disampaikan oleh : KH. Abdur Rahman Qomari&lt;br /&gt;Dikemas dalam Pengajian Rutin Majelis Ta’lim dan Dzikrullah Orang Tua Siswa Sabilillah Malang bertempat di Masjid Raya Sabilillah Malang&lt;br /&gt;Sabtu, 3 Januari 2009 dengan rangkaian acara :&lt;br /&gt;Pelaksanaan Sholat Dhuha&lt;br /&gt;Pembacaan Surat Yasin dan Istighotsah&lt;br /&gt;Tausyiyah&lt;br /&gt;Do’a&lt;br /&gt;Berikut ini ulasan Tausyiyah yang disampaikan oleh KH. Abdurrahman Qomari :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh&lt;br /&gt;Allah SWT menciptakan dalam satu tahun ada 4 bulan yang terhormat, yaitu : Bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Dan didalam satutahun juga terdapat 10 hari yang dimulyakan Allah SWT, yaitu : 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, dan 10 hari pertama di bulan Muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Muharram khususnya di hari yang ke-10 yang lebih dikenal dengan hari Asyuro itu bertepatan dengan 10 kejadian yang dialami oleh para nabi sekaligus sebagai kemenangan para nabi.&lt;br /&gt;1. Nabi Adam AS diterima taubat oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;2. Nabi Nuh AS bersama umatnya selamat dari banjir bandang.&lt;br /&gt;3. Nabi Yunus AS selamat dari perut ikan.&lt;br /&gt;4. Nabi Musa AS bersama umatnya selamat dari kejaran  raja Firaun.&lt;br /&gt;5. Allah menaikkan derajat Nabi Idris AS.&lt;br /&gt;6. Nabi Ibrahim lahir, diangkat menjadi Kholilullah, dan selamat dari kobaran api.&lt;br /&gt;7. Allah mengangkat nabi Isa AS ke langit.&lt;br /&gt;8. Allah menerima taubat nabi Dawud AS.&lt;br /&gt;9. Allah menenggelamkan raja Fir’aun&lt;br /&gt;10. Allah mengembalikan kerajaan nabi Sulaiman AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua peristiwa yang dialami para nabi tersebut, yang paling penting bagi kaum muslimin saat ini adalah :&lt;br /&gt;1. Diterimanya taubat nabi Adam AS.&lt;br /&gt;Nabi Adam AS tatkala diturunkan ke bumi, tepatnya di negara India di lembah yang sangat gersang, kering yang bernama lembah Sarodib, yang mana lembah tersebut tidak pernah ada air selama bertahun-tahun. Beliau nabi Adam AS menyesali perbuatannya sambil menangis selama kurang lebih 40 tahun dengan tidak pernah mengangkat kepala karena malu kepada Allah SWT. Disaat beliau menyesal dan menangis selama puluhan tahun tersebut sampai-sampai air mata beliau menggenangi lembah tersebut hingga dapat dilewati perahu. Dan tepat pada tanggal 10 Muharram Allah SWT menerima taubat nabi adam AS yang beliau senantiasa memohon kepada Allah ampunan dengan membaca &lt;em&gt;“Robbana dzolamna anfusana wa-illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin”.&lt;/em&gt; Untuk itulah kaum muslimin Jama’ah Majelis Ta’lim dan Dzikrullah Orangtua Siswa  Sabilillah Malang, marilah kita senantiasa memperbanyak ampunan dan bertaubat kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan, demikian kata KH. Abdurrahman Qomari yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (PP)Darul Falah Kenongo Blimbing Malang. Lebih lanjut beliau juga mengajak kepada jamaah pengajian untuk bersama-sama mengaktualisasikan taubatan nashuhah kita dengan menjalankan sholat taubat yang dipaparkan sebagai berikut :&lt;br /&gt;Niat sholat taubat&lt;br /&gt;Pada rokaat pertama setelah Al Fatihah membaca surat Al Kafirun&lt;br /&gt;Rokaat Kedua membaca surat Al Ikhlas&lt;br /&gt;Setelah salam langsung melakukan (sujud taubat) yang didahului dengan niat : “Saya niat sujud taubat karena Allah Ta’ala kemudian takbir (diam sebentar) dilanjutkan sujud dengan membaca do’a : Robbanaa dzolamna anfusana wa-illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin (sebanyak 41 X).&lt;br /&gt;Kemudian salam, diteruskan membaca :&lt;br /&gt;a.       Istighfar (astaghfirullahal azhim al ladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaih) sebanyak 70 X&lt;br /&gt;b.      Istighfar nabi Adam (Robbanaa dzolamna anfusana wa-illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin) sebanyak 70 X&lt;br /&gt;c.       Istighfar nabi Yunus (Laa ilaha illa anta sub hanaka inni kuntu minalzh zholimin) sebanyak 70 X&lt;br /&gt;Berdo’a (semampunya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Berpuasa 2 hari yaitu Tasu’a  dan ‘Asyuro&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Siti Aisyah r.a berkata : “Hari ‘Asyuro itu hari kesembilan (tanggal 9)”.&lt;br /&gt;Dan ada pendapat tanggal 11 Muharram, tetapi yang umum dan tepat hari Asyuro itu tanggal 10 dan sunah juga berpuasa tanggal 9, yang disebut tasu’a muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Said bin Jubair dari Ibn Abbas r.a. berkata : “Ketika Nabi SAW baru hijrah ke Madinah  mendapati kaum Yahudi puasa pada hari ‘Asyuro, maka Nabi bertanya kepada mereka tentang itu, jawab mereka : “Hari ini Allah memenangkan Musa dan Bani Israil terhadap Fir’aun dan pasukannya, maka kami puasa karena mengagungkan hari ini”, maka Nabi SAW bersabda :”Kami lebih layak mengikuti jejak musa daripada kamu”, maka Nabi SAW menyuruh sahabat supaya berpuasa”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang keutamaannya adalah :&lt;br /&gt;sebagaimana yang riwayatkan dari Ibn Abbas r.a. berkata : Rasulullah SAW bersabda :”Barangsiapa yang berpuasa pada hari ‘Asyura (sepuluh) Muharram, maka Allah akan memberi kepadanya pahala sepuluh ribu malaikat, dan barangsiapa yang puasa hari ‘asyura (sepuluh) Muharram maka akan diberi pahala sepuluh ribu orang berhaji dan umrah, dan sepuluh ribu orang mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bulan Muharram adalah Bulan anak Yatim&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari sahabat Ibn Abbas r.a. berkata : Rosulullah SAW bersabda :”Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari ‘Asyura, maka Allah akan menaikkan dengan tiap rambut satu derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bulan Muharram adalah Bulan Obral Nafkah&lt;br /&gt;Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhammad bin Maisarah berkata :”Bahwa siapa yang melapangkan pada keluarganya pada hari ‘Asyura, maka Allah akan meluaskan rizqinya sepanjang tahun”.&lt;br /&gt;Sufyan bin Uyainah berkata : “Telah kami coba maka kami rasakan kebenarannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian uraian tausyiyah yang disampaikan oleh KH AbdurrahmanQomari. Di penghujung ceramahnya beliau mengajak kembali bahwa sudah sepatutnya amal perbuatan yang demikian (tersebut diatas) dilanggengkan sebagai sarana mensyiarkan dan mengagungkanagama Allah SWT dan syariat Nabi Muhammad SAW. Siapa lagi yang mengagungkan dan mensyiarkan agama Allah kalau bukan umat islam sendiri.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan kita senantiasa diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk selalu menegakkan kalimat Allah dan mensyiarkan ajaran Nabi SAW. Amien Ya Robbal alamien.&lt;br /&gt;Wal’afwu minkum Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-5876790140518219407?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/5876790140518219407/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=5876790140518219407' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/5876790140518219407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/5876790140518219407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/01/sd-islam-sabilillah-gelar-pembinaan.html' title='SD Islam Sabilillah Gelar Pembinaan Keluarga Sakinah'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-7265848240110153711</id><published>2009-01-26T20:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T20:24:31.070-08:00</updated><title type='text'>SD Islam Sabilillah Malang Launching Pendidikan Karakter</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;SD Islam Sabilillah Malang adalah satu-satunya sekolah dasar yang memakai kurikulum pendidikan karakter. Dalam Pendidikan Karakter ini diprakarsai oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang yang didasarkan pada keprihatinan seluruh komponen Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang, mulai dari pimpinan, guru, dan staf Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang atas demoralisasi dikalangan anak-anak dan para remaja Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepatnya pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2009 bertempat di SD Islam sabilillah Malang dilangsungkan acara launching pendidikan karakter. Acara Launching Pendidikan Karakter ini sangat istimewa, karena acara dikemas dalam satu kegiatan yang spektakuler. Hal ini terlihat dari pagar halaman Yayasan Sabilillah sampai dengan halaman SD Islam Sabilillah Malang yang dipenuhi oleh baliho-baliho warna pink yang biasa diidentikkan dengan warna-warna valentine, ternyata memang benar hari ini adalah peresmian tentang &lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;“Siswa Sabilillah Penuh Cinta” (SSPC),&lt;/span&gt; panggung utama dihias sedemikian rupa dengan penampilan semuanya serba pink yang begitu berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya. Yang menjadikan Launching ini istimewa adalah dihadiri oleh Bapak Dr. Joko Sutrisno beliau adalah Dir. SMK Ditjen Mandikdasmen Departemen Pendidikan Nasional, hadir pula Prof. Dr. KH. Moch. Tholhah Hasan (Mantan Menteri Agama RI), Dr. H. Shofwan, SH, M. Si (Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang), Kombes Pol. Drs. Rusli Nasution, SH, MH, MM ( Kepala Kepolisian Wilayah Malang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan karakter yang dikembangkan pada sekolah-sekolah di lingkungan Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang memiliki misi menghantarkan siswa menjadi manusia yang sempurna (insan kamil), sebagaimana merujuk kepada visi pendidikan Sabilillah Malang, yaitu komitmen keislaman, komitmen kebangsaan, dan kecendekiaan. Visi kami adalah &lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Siswa Sabilillah Penuh Cinta (SSPC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pendidikan Karakter di TK/SD/SMP Islam Sabilillah Malang menumbuhkembangkan delapan karakter di dalam diri siswa Sabilillah Malang yang penuh cinta, yaitu: cinta 360 derajat, sebagai berikut :&lt;br /&gt;1.      cinta Allah dan Rasul;&lt;br /&gt;2.      cinta orang tua/guru;&lt;br /&gt;3.      cinta sesama;&lt;br /&gt;4.      cinta keunggulan;&lt;br /&gt;5.      cinta diri sendiri;&lt;br /&gt;6.      cinta ilmu pengetahuan dan teknologi;&lt;br /&gt;7.      cinta alam sekitar; dan&lt;br /&gt;8.       cinta bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Indikator Karakter Siswa Sabilillah Malang&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;Cinta Allah dan Rasul&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siswa Sabilillah Malang mencintai Allah, yaitu selalu ber-dzikir, bersyukur, dan beribadah kepada Allah.&lt;br /&gt;Sedangkan cinta kepada Rasul ditandai dengan Selalu meneladani sunnah-sunnah rasul, dan menjadikan Rasulullah SAW sebagai idola.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;Cinta orang tua/guru&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siswa Sabilillah Malang sangat mencintai kedua orang tua dan guru, sehingga selalu berperilaku yang menyenangkan kedua orang tua dan guru&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;Cinta Sesama&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Siswa Sabilillah Malang sangat mencintai sesama, sehingga selalu berperilaku yang menyenangkan orang lain, dan bermanfaat bagi sesama&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;Cinta Keunggulan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siswa Sabilillah Malang memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, berfikir sistemik dan sistematik&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;Cinta Diri Sendiri&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siswa Sabilillah Malang memiliki motivasi untuk menjaga kebersihan pribadi, mencintai diri sendiri, dan mengutamakan kejujuran&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;Cinta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siswa Sabilillah Malang memiliki keinginan yang kuat untuk pengembangan diri dalam meraih cita-cita hidupnya&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;Cinta Lingkungan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siswa terbiasa memiliki motivasi serta kesadaran untuk selalu menjaga kebersihan, menjaga dan merawat lingkungan sekitar, dan menjadikan sekolah hijau&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;&lt;em&gt;Cinta Bangsa dan Negara&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Siswa sabilillah Malang memiliki motivasi yang tinggi untuk mencintai, melestarikan budaya luhur bangsa dan bangga sebagai anak indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pendekatan Pendidikan Karakter Siswa Sabilillah Malang&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan Karakter di Sekolah-sekolah Sabilillah Malang dikembangkan dengan menggunakan pendekatan pengembangan sekolah secara menyeluruh (whole school development approach), ialah suatu pendekatan yang melibatkan seluruh anggota masyarakat sekolah, yaitu siswa, guru dan staf, kepala sekolah dan pemimpin pendidikan lain, orang tua siswa. Semua dikerahkan melalui pengembangan-pengembangan kesadaran siswa, program strategis dan kebijakan sekolah, program pembelajaran di kelas, dan program kemitraan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; SISWA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengembangan Kesadaran&lt;br /&gt;siswa&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PROGRAM DAN KEBIJAKAN SEKOLAH&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Pemimpin sebagai model&lt;br /&gt;2. Pengembangan program&lt;br /&gt;3. Pembinaan dan pemnatauan SDM dan fisik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PROGRAM PEMBELAJARAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; 1. Guru sebagai model&lt;br /&gt;2. Pembelajaran yang efektif&lt;br /&gt;3. Penciptaan kelas kondusif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEMITRAAN ORANG TUA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Orang tua sebagai model&lt;br /&gt;2. Pembinaan/pemantauan karakter anak&lt;br /&gt;3. Penciptaan lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah materi Pendidikan Karakter yang dikembangkan oleh Lembaga Pendidikan Islam Sabilillah Malang. Di penghujung acara Launching Pendidikan Karakter ini dilanjutkan dengan Pembukaan Learning Festival yang dibuka oleh Prof. Dr. Ahmad Rofiuddin, M. Pd (Ketua Tim Pengembang Pendidikan Sabilillah Malang). Dalam Learning Festival ini diikuti oleh para utusan dari TK Islam Sabilillah Malang, SD Islam Sabilillah Malang, dan SMP Islam Sabilillah Malang.&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;Selamat dan Sukses&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;LAUNCHING PENDIDIKAN KARAKTER&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color:#ff99ff;"&gt;SD Islam Sabilillah Malang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-7265848240110153711?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/7265848240110153711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=7265848240110153711' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7265848240110153711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7265848240110153711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/01/sd-islam-sabilillah-malang-launching.html' title='SD Islam Sabilillah Malang Launching Pendidikan Karakter'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-7399612410983061778</id><published>2009-01-11T17:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-11T17:27:40.309-08:00</updated><title type='text'>Sehari Menjadi Siswa SD Islam Sabilillah Malang</title><content type='html'>Bulan Muharram adalah salah satu dari bulan-bulan yang terhormat. Di dalam Bulan Muharram banyak sekali kejadian yang sekaligus menjadi kemenangan dari para nabi Allah. Diantaranya adalah Nabi Nuh A.S selamat dari banjir bandang bersama kaumnya yang taat kepada Allah SWT, Nabi Musa A.S beserta kaumnya selamat dari kejaran Raja Fir’aun dengan bala tentaranya dan masih banyak lagi kisah kemenangan para nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Muharram ini pula Nabi Muhammad SAW menganjurkan kepada umatnya untuk berbagi kasih dengan sesama terutama para anak yatim, sebagaimana sabda nabi SAW dari sahabat Ibnu abbas R.A : &lt;em&gt;“Barangsiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyuro, maka Allah akan menaikkan dengan tiap rambut satu derajat.”&lt;/em&gt; Berdasar dari hadist inilah maka SD Islam Sabilillah Malang mengadakan rangkaian acara Gema Muharram 1430 H yang dikemas dalam kegiatan Lebaran Anak Yatim 1430 H yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 10 Januari 2009 bertempat di SD Islam Sabilillah Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kegiatan tersebut diikuti oleh anak yatim dari Sekolah Dasar (SD) dan MI di wilayah kecamatan Blimbing, diantaranya dari SDN Blimbing 1, SDN Blimbing 2, SDN Blimbing 3, SDN Blimbing 4, SDN Blimbing 5, SDN Pandanwangi 1, SDN Pandanwangi 2, SDN Pandanwangi 3, SDN Pandanwangi 4, SDN Pandanwangi 5, SD NU, dan MI Hasyim Asy’ari. “Tahun ini memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kalau pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan anak yatim selalu mendatangkan dari beberapa panti asuhan dan anak yatim dari tetangga para guru SD Islam Sabilillah Malang, untuk tahun ini kami mencoba mendatangkan dari anak yatim yang berasal dari sekolah yang berada di sekitar SD Sabilillah Malang”, kata Bu Aisyah. “Tetapi kami juga tidak menutup kemungkinan untuk tetap menyalurkan sumbangsih dari para wali siswa kepada anak yatim dari tetangga para guru, sebab dalam kegiatan seperti ini para wali siswa sangat antusias sekali untuk mendukung kesuksesan kegiatan lebaran anak yatim”, demikian kata Ibu Aisyah, S. Ag yang juga sebagai koordinator acara lebaran anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan Lebaran Anak Yatim kali ini dimulai dari pukul 07.00 sampai dengan pukul 10.30 WIB dengan mengambil tema “Sehari Menjadi Siswa SD Islam Sabilillah Malang” yang diawali dengan kegiatan ekstrakurikuler sepak bola, karate, bina vokalia, qiro’ah, tiwisada, dan masih banyak lagi. Kemudian mereka (anak yatim) diajak untuk menikmati berbagai fasilitas pembelajaran yang ada di SD Islam Sabilillah Malang, contohnya Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Pusat Sumber Belajar (PSB). Selanjutnya mereka juga disuguhkan tayangan film Kids Witness News (KWN) hasil karya anak-anak SD Islam Sabilillah Malang yang berhasil menggondol juara di tingkat ASEAN dan akan berlaga pada kompetisi tingkat dunia yang akan diselenggarakan di Tokyo Jepang pada Juni 2009 nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di penghujung acara Lebaran Anak Yatim, anak-anak yatim dari berbagai sekolah di lingkungan Kecamatan Blimbing mendapatkan santunan berupa alat-alat sekolah dan uang pembinaan dari Panitia Muharram 1430 H yang secara simbolik diberikan oleh Bapak Kepala SD Islam Sabilillah Malang Ali Afandi, S. Pd, M. Pd dan selanjutnya diberikan oleh ananda siswa-siswi SD Islam Sabilillah Malang. Mereka pun tampak senang, semoga bermanfaat dan SD Islam Sabilillah tetap jaya. Amien.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-7399612410983061778?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/7399612410983061778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=7399612410983061778' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7399612410983061778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7399612410983061778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/01/sehari-menjadi-siswa-sd-islam.html' title='Sehari Menjadi Siswa SD Islam Sabilillah Malang'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-6079581075712987908</id><published>2009-01-05T18:19:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T18:26:01.857-08:00</updated><title type='text'>KH Tolchah Hasan Sosok Kiai Multi</title><content type='html'>Sumber : Gerakan Pemuda (GP) Anshor&lt;br /&gt;Jakarta, 28 April 2007&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Menginjak usianya yang ke 70 sosok kiai kampung ini masih terus berkiprah. Mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan dalam rangka memperingati ulang tahunnya menggelar lauching buku biografi berjudul Kiai Multitalenta.Â  Selain dikenal karena kekayaan ilmunya, ia juga berhasil merintis sejumlah sekolah unggulan.Hal itu juga diakui oleh Ketua Tim Penulis Prof. Dr. Nasaruddin Umar saat memberikan sambutan pada acara peluncuran yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (27/4), bahwa pemilihan judul Kiai Multitalenta ini didasari oleh beragam kemampuan yang ia miliki yang mampu mewarnai lembaga yang dipimpinnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;     Menurut Dirjen Bimas Islam Depag ini pihaknya banyak terinspirasi pemikiran Kiai Tolchah dalam pemberdayaan masjid. Selama ini konsep yang ada adalah masyarakat yang memberdayakan masjid, tetapi Kiai Tolchah membaliknya dengan masjid yang memberdayakan masyarakat. Hal ini telah dibuktikan di Malang dengan mengumpulkan para tukang becak disekitar masjid untuk diberdayakan.&lt;br /&gt;Meskipun seorang ulama, Kiai Tolchah juga dikenal dengan kemampuan bisnisnya, yang jarang dimiliki oleh kalangan kiai, sehingga bisa memberdayakan lembaga, pesantren dengan sentuhan-sentuhan bisnisnya.&lt;br /&gt;     &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;     Kiai Tolchah ketika mencarikan formula alternatif dalam menyelesaikan masalah bukan hanya terpaku pada text book oriented, tetapi berupaya mengaitkan dengan realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Walaupun sangat fasih dengan berbagai teori filsafat, sosiologi, psikologi dan lainnya. Ini yang membuat analisanya sangat berbobot dan tidak kering.&lt;br /&gt;Beberapa lembaga pendidikan yang telah berhasil dirintisnya diantaranya adalah Universitas Islam Malang (Unisma), Sekolah unggulan Sabilillah di Malang, perpustakaan Masjid Raya Batam dan Ummatan Wasathan di riau.Kiai Tolchah yang pernah menjabat sebagai menteri agama ini merupakan sosok intelektual yang lahir dari rahim pesantren. Berbagai tema tentang pendidikan dan pesantren yang dihasilkannya sangat up to date dalam menghadapi perkembangan zaman yang kian pesat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;     Sementara itu Kiai Tolchah yang juga baru menerima gelar professor menyatakan rasa syukur atas segala yang bisa dilakukan selama ini. Menurutnya, hal pertama yang harus disyukuri adalah memiliki istri sholehah, memiliki anak yang baik, memiliki teman-teman yang baik dan memperoleh rizki di tanah air sendiri.&lt;br /&gt;Mengenai jabatan, Kiai Tolchah berpendapat &lt;em&gt;"Bukan berapa lama kita menjabat, tetapi apa yang dapat kita lakukan selama menjabat tersebut,"&lt;/em&gt; tuturnya didampingi oleh istri tercinta dan dua orang anak serta cucunya.&lt;br /&gt;Hadir dalam acara tersebut KH Hasyim Muzadi, KH Salahuddin Wahid, Utomo Dananjaya, Komaruddin Hidayat serta para rekan dan pejabat dari departemen agama. Buku yang diterbitkan oleh Al Ghozali Center ini berisi 394 halaman. 233 halaman berisi tentang sejarah hidupnya sedangkan sisanya merupakan komentar dari para sahabat, kolega, murid dan keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-6079581075712987908?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/6079581075712987908/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=6079581075712987908' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6079581075712987908'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6079581075712987908'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/01/kh-tolchah-hasan-sosok-kiai-multi.html' title='KH Tolchah Hasan Sosok Kiai Multi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-1572971409229490648</id><published>2009-01-04T17:31:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T17:34:06.163-08:00</updated><title type='text'>Nasehat Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>Rasulullah SAW bersabda : &lt;em&gt;“Apabila seorang hamba sakit, sedangkan dia biasa melakukan suatu kebaikan maka Allah berfirman kepada para malaikat-Nya, catatlah bagi hamba-Ku pahala seperti yang biasa ia lakukan ketika sakit.”&lt;/em&gt; (HR. Abu Hanifah)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-1572971409229490648?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/1572971409229490648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=1572971409229490648' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/1572971409229490648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/1572971409229490648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2009/01/nasehat-nabi-muhammad-saw.html' title='Nasehat Nabi Muhammad SAW'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-6633518613579859956</id><published>2008-12-17T18:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T18:22:37.523-08:00</updated><title type='text'>SD ISLAM SABILILLAH MALANG RAIH JUARA THE BEST VISUAL AND THE BEST THREE OCEAN 2008</title><content type='html'>Pada Festival Kids Witness News (KWN) 2008 tingkat Asean, yaitu festival pembuatan film tentang lingkungan hidup yang digelar oleh Panasonic di Sabah, Malaysia pada tanggal 2-5 Desember 2008, Tim dari kota Malang benar-benar membuktikan kemampuannya untuk bersaing ditingkat Asean. Tim kota Malang diwakili oleh SD Islam Sabilillah Malang meraih juara The Best Visual dan The Best Three Ocean 2008 pada festival tersebut. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kemenangan ini, kata Pak Masykur, S. Pd (Pemeran si “Bapak” dalam film tersebut) kami merasa bangga, karena karya kami bersama anak-anak benar-benar bisa bersaing di dunia internasional dan ini sebagai penghargaan tertinggi atas jerih payah, suka dan duka selama pembuatan film. Terima kasih semuanya ini adalah kemenangan bersama kemenangan SD Islam Sabilillah Malang, imbuh Pak Masykur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yah…! Filmnya ? Tidak lain adalah menceritakan tentang asal-usul pembuatan topeng malangan yang pembuatannya dengan menebang pohon. Nah ini berarti telah merusak lingkungan, maka anaknya (anak si pembuat topeng, maksudnya) menganggap bapaknya telah melakukan perbuatan yang merugikan yaitu menebang pohon secara sembarangan demi membuat topeng. Akhirnya ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………… paling asyik lihat filmnya saja. OK !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-6633518613579859956?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/6633518613579859956/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=6633518613579859956' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6633518613579859956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6633518613579859956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/sd-islam-sabilillah-malang-raih-juara.html' title='SD ISLAM SABILILLAH MALANG RAIH JUARA THE BEST VISUAL AND THE BEST THREE OCEAN 2008'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-8740438397298766206</id><published>2008-12-17T18:17:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T18:20:36.192-08:00</updated><title type='text'>Menyambut Kehadiran Bayi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adalah saat-saat yang ditunggu-tunggu dalam sebuah rumah tangga, apalagi rumah tangga yang baru alias manten anyar. Kelahiran sang jabang bayi adalah simbol kasih sayang antara papa dan mama, bapak dan ibu, papi dan mami, abi dan umi, oleh karena itu sangat ditunggu-tunggu.&lt;br /&gt;Nah, persiapan apakah yang perlu diperhatikan dalam menyambut kehadiran bayi menurut islam. Berikut ini akan saya paparkan tata cara menyambut kehadiran bayi menurut islam ;&lt;br /&gt;Mengadzankan Bayi&lt;br /&gt;Bayi yang lahir hendaknya langsung di adzankan ditelinga kanan dan iqomah di telinga kiri.&lt;br /&gt;Sebagaimana sabda Nabi SAW :&lt;br /&gt;“Dari Abu Rafi’ r.a berkata; aku melihat Rasulullah SAW mengadzankan ke telinga Hasan bin Ali, ketika Fatimah melahirkannya”. (HR. Abu Daud dan Turmudzi kemudian ia menshahihkannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Hasan bin Ali r.a bahwa Nabi SAW bersabda; Siapa yang melahirkan (anak) hendaklah ia mengadzankan di telingan kanannya dan iqomah di telinga kiri, niscaya tidak akan diganggu oleh Ummu Shibyan”. (HR Ibnu Suni)&lt;br /&gt;(Ummu Shibyan adalah pengikut jin)&lt;br /&gt;Mendo’akan Bayi&lt;br /&gt;Mendo’akan bayi saat kelahiran mempunyai makna yang sangat penting. Sebagaimana para sahabat Nabi ketika anak bayi mereka baru lahir mereka segera menuju Rasulullah SAW untuk dido’akan. Isi do’anya adalah memohon kepada Allah SWT agar melimpahkan keberkahan hidup dan memohon perlindungan dari Allah SWT dari segala godaan, gangguan dan kejahatan setan.&lt;br /&gt;“Dari Abu Musa r.a berkata: telah lahir anakku kemudian aku bawa menghadap Nabi SAW, lalu beliau memberi nama Ibrahim, diusap langit-langit bayiku dengan kurma dan dido’akan dengan do’a keberkahan”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Ibn abbas r.a berkata : Rasulullah SAW memohon perlindungan untuk Hasan dan Husein dan berkata : Sesungguhnya Nabi Ibrahim a.s memohon perlindungan untuk Ismail dan Ishaq : (sambil berkata)Aku berlindung dengan firman Allah yang sempurna dari segala setan, gangguan dan penggoda yang jahat. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;Tahnik&lt;br /&gt;Yaitu mengusap langit-langit bayi dengan kurma. Apabila tidak ada kurma maka dapat diganti dengan madu atau buah-buahan yang manis. Hikmahnya adalah agar si bayi tidak enggan untuk menyusu kepada ibunya, dan agar anak senantiasa berkata yang baik-baik.&lt;br /&gt; “Dari Abu Musa r.a berkata: telah lahir anakku kemudian aku bawa menghadap Nabi SAW, lalu beliau memberi nama Ibrahim, diusap langit-langit bayiku dengan kurma dan dido’akan dengan do’a keberkahan”. (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Aisyah r.a bahwa Nabi SAW adakalanya kedatangan orang-orang yang membawa bayi-bayi mereka, lalu dido’akan dengan keberkahan dan diusap langit-langit bayi itu dengan kurma.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Memberi Nama yang Baik&lt;br /&gt;Nama adalah do’a bagi siapa yang menyandang nama itu. Siapa yang menyandang nama baik, maka do’a kebaikan akan senantiasa melekat dan menyertai dirinya, begitu pula sebaliknya.&lt;br /&gt;“Dari Anas bin Malik r.a berkata : Rasulullah SAW bersabda : telah lahir anak laki-lakiku semalam, lalu aku beri nama dengan nama kakekku Ibrahim.”&lt;br /&gt;“Dari Abu Darda’ berkata : Bersabdalah Rasulullah SAW, Kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian maka baguskanlah namamu”. (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;Mencukur Rambut&lt;br /&gt;Mencukur rambut yang disyariatkan oleh islam saat pelaksanaan aqiqoh adalah mencukur seluruh rambut bayi yang dibawa sejak dalam kandungan ibunya. Islam menganjurkan agar manusia selalu menjaga kesehatan anak dimulai sejak bayi lahir. Membiasakan hidup bersih dan sehat hanya dapat dibentuk dan dipraktekkan sejak kecil.&lt;br /&gt;“Dari Salman bin Amir Adh dhobi berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : Pada anak laki-laki ada kewajiban aqiqoh, maka siramlah darah darinya (maksudnya sembelihlah hewan untuk aqiqoh) dan hindarilah dari penyakit (maksudnya cukurlah rambut bayi agar bersih). (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dari Ibnu Umar r.a berkata : Rasulullah SAW melihat seseorang anak yang dicukur sebagian ranbut kepalanya dan dibiarkan sebagian yang lain, maka Rasulullah SAW melarang mereka seperti itu dan beliau bersabda : Cukurlah seluruhnya atau biarkanlah seluruhnya.” (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;Menimbang Rambut Bayi&lt;br /&gt;Setelah rambut dicukur timbanglah dengan emas atau perak lalu berat kadar rambut itu sedekahkan kepada orang-orang miskin.&lt;br /&gt;“Dari Ibnu Abbas r.a berkata : Bahwa Nabi SAW mengaqiqohkan untuk Hasan satu ekor kambing dab beliau bersabda : Ya Fatimah, cukurlah rambutnya dan timbanglah dengan perak (lalu sedekahkan) kepada orang miskin. Maka setelah ditimbang rambut Hasan itu (ada) seberat satu dirham atau setengah dirham. (HR. Ahmad dan Turmudzi)&lt;br /&gt;Mengusap Kepala Bayi&lt;br /&gt;Mengusap kepala bayi yang baru lahir sebenarnya sudah pernah ada sebelum datangnya islam. Pada tradisi jahiliyah apabila bayi lahir maka disembelihkan seekor domba kemudian darahnya dioleskan di kepalanya, namun setelah islam datang tradisi tersebut diganti dengan mengusap kepala dengan wangi-wangian.&lt;br /&gt;“Dari Abu Buraidah r.a berkata : Kami pada masa jahiliyah apabila lahir anak laki-laki disembelih untuknya seekor kambing lalu darahnya dioleskan di kepala bayi itu. Tatkala islam datang kami senbelih seekor kambing, kami cukur rambutnya dan kami usap dengan ja’faran.” (HR. abu Daud dengan sanad yang shahih).&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-8740438397298766206?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/8740438397298766206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=8740438397298766206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8740438397298766206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8740438397298766206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/menyambut-kehadiran-bayi.html' title='Menyambut Kehadiran Bayi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-2353057376938934535</id><published>2008-12-12T22:35:00.000-08:00</published><updated>2008-12-12T22:44:34.830-08:00</updated><title type='text'>Ka'bah dan Sejarah Perkembangannya</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;a class="image" title="Ka'bah (tengah foto)." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Supplicating_Pilgrim_at_Masjid_Al_Haram._Mecca,_Saudi_Arabia.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Supplicating_Pilgrim_at_Masjid_Al_Haram._Mecca,_Saudi_Arabia.jpg"&gt;&lt;/a&gt;     Ka'bah adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah &lt;a title="Masjidil Haram" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masjidil_Haram"&gt;Masjidil Haram&lt;/a&gt; di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah &lt;a title="Kiblat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat"&gt;kiblat&lt;/a&gt; atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat &lt;a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; di seluruh dunia seperti &lt;a class="mw-redirect" title="Sholat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sholat"&gt;sholat&lt;/a&gt;. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim &lt;a title="Haji" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Haji"&gt;haji&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Umrah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umrah"&gt;umrah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Dimensi struktur bangunan ka'bah lebih kurang &lt;em&gt;berukuran 13,10m tinggi dengan sisi 11,03m kali 12,62m.&lt;/em&gt; Juga disebut dengan nama &lt;strong&gt;Baitallah.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a id="Sejarah_perkembangan" name="Sejarah_perkembangan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;&lt;strong&gt;Sejarah perkembangan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;     Ka'bah yang juga dinamakan &lt;em&gt;Baitul Atiq atau rumah tua&lt;/em&gt; adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi &lt;a title="Ibrahim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibrahim"&gt;Ibrahim&lt;/a&gt; dan Nabi &lt;a class="mw-redirect" title="Ismail" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ismail"&gt;Ismail&lt;/a&gt; setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur'an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka'bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.&lt;br /&gt;Pada masa &lt;a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad"&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/a&gt; berusia 30 tahun (Kira kira 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir bandang yang melanda kota &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt; pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu &lt;a title="Hajar Aswad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hajar_Aswad"&gt;Hajar Aswad&lt;/a&gt; namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.&lt;br /&gt;     Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota &lt;a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt;. Lingkungan Ka'bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa &lt;a title="Bangsa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bangsa_Arab"&gt;Arab&lt;/a&gt; dan bangsa &lt;a title="Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; serta ajaran Nabi &lt;a title="Musa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musa"&gt;Musa&lt;/a&gt; terhadap kaum &lt;a title="Yahudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt;, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (&lt;a class="new" title="Surat Al Ikhlas (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Surat_Al_Ikhlas&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Surat Al Ikhlas&lt;/a&gt; dalam &lt;a title="Al-Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an"&gt;Al-Qur'an&lt;/a&gt;) . Ka'bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi Muhammad mebebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.&lt;br /&gt;     Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh &lt;a class="new" title="Bani Sya'ibah (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bani_Sya%27ibah&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Bani Sya'ibah&lt;/a&gt; sebagai pemegang kunci ka'bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan &lt;a title="Khalifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah"&gt;khalifah&lt;/a&gt; &lt;a title="Abu Bakar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar"&gt;Abu Bakar&lt;/a&gt;, &lt;a title="Umar bin Khattab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khattab"&gt;Umar bin Khattab&lt;/a&gt;, &lt;a title="Utsman bin Affan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utsman_bin_Affan"&gt;Utsman bin Affan&lt;/a&gt;, &lt;a title="Ali bin Abi Thalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ali_bin_Abi_Thalib"&gt;Ali bin Abi Thalib&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" title="Muawwiyah bin Abu Sufyan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muawwiyah_bin_Abu_Sufyan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Muawwiyah bin Abu Sufyan&lt;/a&gt;, Dinasti &lt;a class="mw-redirect" title="Ummayyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ummayyah"&gt;Ummayyah&lt;/a&gt;, Dinasti &lt;a class="mw-redirect" title="Abbasiyyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abbasiyyah"&gt;Abbasiyyah&lt;/a&gt;, Dinasti &lt;a class="mw-redirect" title="Usmaniyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Usmaniyah"&gt;Usmaniyah&lt;/a&gt; Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan &lt;a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi"&gt;Arab Saudi&lt;/a&gt; yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.&lt;br /&gt;&lt;a id="Bangunan_Ka.27bah" name="Bangunan_Ka.27bah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Bangunan Ka'bah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     Pada awalnya bangunan Ka'bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu ka'bah terletak diatas tanah , tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi sebagaimana pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Namun ketika Renovasi Ka'bah akibat bencana banjir pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka'bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka'bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka'bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka'bah yang dinamakan &lt;a class="new" title="Hijir Ismail (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hijir_Ismail&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Hijir Ismail&lt;/a&gt; yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka'bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku &lt;a title="Quraisy" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Quraisy"&gt;Quraisy&lt;/a&gt; yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.&lt;br /&gt;     Karena kaumnya baru saja masuk Islam, maka Nabi Muhammad SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka'bah sehinggas ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: "Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka'bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka'bah", sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.&lt;br /&gt;     Ketika masa &lt;a class="new" title="Abdurrahman bin Zubair (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Abdurrahman_bin_Zubair&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Abdurrahman bin Zubair&lt;/a&gt; memerintah daerah &lt;a title="Hijaz" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hijaz"&gt;Hijaz&lt;/a&gt;, bangunan itu dibuat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan &lt;a class="mw-redirect" title="Abdul Malik bin Marwan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdul_Malik_bin_Marwan"&gt;Abdul Malik bin Marwan&lt;/a&gt;, penguasa daerah Syam (&lt;a title="Suriah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suriah"&gt;Suriah&lt;/a&gt;,&lt;a title="Yordania" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Yordania"&gt;Yordania&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Lebanon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lebanon"&gt;Lebanon&lt;/a&gt; sekarang) dan &lt;a title="Palestina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina"&gt;Palestina&lt;/a&gt;, terjadi kebakaran pada Ka'bah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka'bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Nabi Muhammad SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya Ka'bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.&lt;br /&gt;     Ketika masa pemerintahan khalifah &lt;a class="new" title="Harun Al Rasyid (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harun_Al_Rasyid&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Harun Al Rasyid&lt;/a&gt; pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka'bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni &lt;a class="mw-redirect" title="Imam Malik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Malik"&gt;Imam Malik&lt;/a&gt; karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka'bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;a id="Penentuan_Arah_Kiblat_.2F_Ka.27bah" name="Penentuan_Arah_Kiblat_.2F_Ka.27bah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Penentuan Arah Kiblat / Ka'bah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;     Untuk menentukan arah kiblat dengan cukup presisi dapat dilakukan dengan merujuk pada kordinat Bujur / Lintang dari lokasi Ka'bah di Mekkah terhadap masing-masing titik lokasi orientasi dengan menggunakan perangkat &lt;a class="mw-redirect" title="GPS" href="http://id.wikipedia.org/wiki/GPS"&gt;GPS&lt;/a&gt;. Untuk kebutuhan tersebut dapat digunakan hasil pengukuran kordinat Ka'bah berikut sebagai referensi penentuan arah kiblat. Lokasi Ka'bah,&lt;br /&gt;- 21°25‘21.2“ Lintang Utara&lt;br /&gt;- 039°49‘34.1“ Bujur Timur&lt;br /&gt;- Elevasi 304 meter (ASL)&lt;br /&gt;     Adapun cara sederhana dapat pula dilakukan untuk melakukan penyesuaian arah &lt;a title="Kiblat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat"&gt;kiblat&lt;/a&gt;. Pada saat-saat tertentu dua kali satu &lt;a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun"&gt;tahun&lt;/a&gt;, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; tepat berada di atas &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt; (Ka'bah). Sehingga jika pengamat pada saat tersebut melihat ke &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt;, dan menarik garis lurus dari &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; memotong &lt;a class="mw-redirect" title="Ufuk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ufuk"&gt;ufuk&lt;/a&gt;/&lt;a title="Horizon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Horizon"&gt;horizon&lt;/a&gt; tegak lurus, pengamat akan mendapatkan posisi tepat arah &lt;a title="Kiblat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat"&gt;kiblat&lt;/a&gt; tanpa harus melakukan perhitungan sama sekali, asal pengamat tahu kapan tepatnya &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; berada di atas &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt;. Tiap &lt;a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun"&gt;tahun&lt;/a&gt;, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; berada pada posisi tepat di atas &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt; pada &lt;a class="mw-redirect" title="Tanggal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal"&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;a title="28 Mei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_Mei"&gt;28 Mei&lt;/a&gt; pukul 16:18 &lt;a class="mw-redirect" title="WIB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/WIB"&gt;WIB&lt;/a&gt; dan &lt;a class="mw-redirect" title="Tanggal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal"&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;a title="16 Juli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/16_Juli"&gt;16 Juli&lt;/a&gt; pukul 16:27 &lt;a class="mw-redirect" title="WIB" href="http://id.wikipedia.org/wiki/WIB"&gt;WIB&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; berputar pada sumbu &lt;a title="Rotasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi"&gt;rotasinya&lt;/a&gt; dengan periode 24 &lt;a title="Jam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jam"&gt;jam&lt;/a&gt;. Bagi pengamat yang berada di &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;, efek yang diamati dari gerak &lt;a title="Rotasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi"&gt;rotasi&lt;/a&gt; adalah benda-benda &lt;a title="Langit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Langit"&gt;langit&lt;/a&gt; terlihat seolah-olah berputar mengelilingi &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; dengan arah gerak berlawanan dengan arah &lt;a title="Rotasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi"&gt;rotasi&lt;/a&gt; &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;. &lt;a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang"&gt;Bintang-bintang&lt;/a&gt; terlihat bergerak dari &lt;a title="Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur"&gt;timur&lt;/a&gt; ke &lt;a title="Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barat"&gt;barat&lt;/a&gt;. Ini mirip dengan gerak &lt;a title="Pohon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon"&gt;pohon-pohon&lt;/a&gt; yang diamati saat mengendarai &lt;a title="Mobil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mobil"&gt;mobil&lt;/a&gt;, seolah-olah &lt;a title="Pohon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon"&gt;pohon-pohon&lt;/a&gt; itu bergerak berlawanan arah dengan gerak &lt;a title="Mobil" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mobil"&gt;mobil&lt;/a&gt;. Efek rotasi ini menyebabkan pengamat mengamati &lt;a title="Benda" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benda"&gt;benda-benda&lt;/a&gt; &lt;a title="Langit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Langit"&gt;langit&lt;/a&gt; (termasuk &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt;) terbit di &lt;a title="Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur"&gt;timur&lt;/a&gt; dan terbenam di &lt;a title="Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barat"&gt;barat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Sementara itu, &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; mengedari &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; dengan periode 1 &lt;a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun"&gt;tahun&lt;/a&gt;. Akibatnya, relatif terhadap &lt;a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang"&gt;bintang-bintang&lt;/a&gt; pada &lt;a title="Bola" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bola"&gt;bola&lt;/a&gt; &lt;a title="Langit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Langit"&gt;langit&lt;/a&gt;, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; sendiri terlihat berubah posisinya dari &lt;a title="Hari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari"&gt;hari&lt;/a&gt; ke &lt;a title="Hari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hari"&gt;hari&lt;/a&gt;, dan setelah satu &lt;a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun"&gt;tahun&lt;/a&gt;, kembali ke posisi semula. &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; bergerak kurang lebih ke arah &lt;a title="Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur"&gt;timur&lt;/a&gt;. Namun karena bidang edar &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; (&lt;a title="Ekliptika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika"&gt;ekliptika&lt;/a&gt;) tidak sebidang dengan bidang &lt;a title="Rotasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi"&gt;rotasi&lt;/a&gt; &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; (&lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;Ekuator&lt;/a&gt; &lt;a title="Langit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Langit"&gt;langit&lt;/a&gt;), maka gerak &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; tadi pun tidak tepat ke arah &lt;a title="Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timur"&gt;timur&lt;/a&gt;, tetapi membentuk &lt;a title="Sudut (geometri)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sudut_(geometri)"&gt;sudut&lt;/a&gt; 23,5º, sesuai dengan besar &lt;a title="Sudut (geometri)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sudut_(geometri)"&gt;sudut&lt;/a&gt; antara &lt;a title="Ekliptika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika"&gt;ekliptika&lt;/a&gt; dan &lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;ekuator&lt;/a&gt; &lt;a title="Langit" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Langit"&gt;langit&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Dari &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;, pengamat melihat seolah-olah &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; mengitari &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;. Pengamat melihat &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; mengitari &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; pada bidang &lt;a title="Ekliptika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika"&gt;ekliptika&lt;/a&gt;. Karena Bidang &lt;a title="Ekliptika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekliptika"&gt;ekliptika&lt;/a&gt; membentuk &lt;a title="Sudut (geometri)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sudut_(geometri)"&gt;sudut&lt;/a&gt; terhadap bidang &lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;ekuator&lt;/a&gt; &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;, dalam &lt;a class="mw-redirect" title="Interval" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Interval"&gt;interval&lt;/a&gt; satu &lt;a title="Tahun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun"&gt;tahun&lt;/a&gt; itu, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; pada satu saat berada di &lt;a title="Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utara"&gt;utara&lt;/a&gt; &lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;ekuator&lt;/a&gt;, dan disaat yang lain berada di &lt;a title="Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selatan"&gt;selatan&lt;/a&gt; &lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;ekuator&lt;/a&gt;. &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; bisa sampai sejauh 23,5º dari &lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;ekuator&lt;/a&gt; ke arah &lt;a title="Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utara"&gt;utara&lt;/a&gt; pada sekitar &lt;a class="mw-redirect" title="Tanggal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal"&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;a title="22 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Juni"&gt;22 Juni&lt;/a&gt;. Enam &lt;a title="Bulan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan"&gt;bulan&lt;/a&gt; kemudian, sekitar &lt;a class="mw-redirect" title="Tanggal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal"&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;a title="22 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Desember"&gt;22 Desember&lt;/a&gt;, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; berada 23,5º dari &lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;ekuator&lt;/a&gt; ke arah &lt;a title="Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selatan"&gt;selatan&lt;/a&gt;. Antara &lt;a title="22 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Juni"&gt;22 Juni&lt;/a&gt; dan &lt;a title="22 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Desember"&gt;22 Desember&lt;/a&gt;, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; bergerak ke arah &lt;a title="Selatan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Selatan"&gt;selatan&lt;/a&gt; &lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;ekuator&lt;/a&gt;, bergerak relatif terhadap &lt;a title="Bintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bintang"&gt;bintang-bintang&lt;/a&gt;. Sedangkan antara tanggal &lt;a title="22 Desember" href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Desember"&gt;22 Desember&lt;/a&gt; dan &lt;a title="22 Juni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/22_Juni"&gt;22 Juni&lt;/a&gt;, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; bergerak ke arah &lt;a title="Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utara"&gt;utara&lt;/a&gt; &lt;a class="mw-redirect" title="Ekuator" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekuator"&gt;ekuator&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Karena gerak tahunannya tersebut dikombinasikan dengan gerak terbit terbenam &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; akibat &lt;a title="Rotasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rotasi"&gt;rotasi&lt;/a&gt; &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt;, maka &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; menyapu daerah-daerah yang memiliki &lt;a title="Garis lintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_lintang"&gt;lintang&lt;/a&gt; antara 23,5º LU dan 23,5º LS. Pada daerah-daerah di permukaan &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; yang memiliki &lt;a title="Garis lintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_lintang"&gt;lintang&lt;/a&gt; dalam rentang tersebut, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; dua kali setahun akan berada kurang lebih tepat di atas &lt;a title="Kepala" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kepala"&gt;kepala&lt;/a&gt;. Karena &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt; memiliki &lt;a title="Garis lintang" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_lintang"&gt;lintang&lt;/a&gt; 21º 26' LU, yang berarti berada dalam daerah yang disebutkan di atas, maka dua kali dalam setahun, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; akan tepat berada di atas &lt;a title="Kota" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kota"&gt;kota&lt;/a&gt; &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt;. Kapan hal ini terjadi, bisa dilihat dalam &lt;a title="Almanak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Almanak"&gt;almanak&lt;/a&gt;, misalnya Astronomical Almanac.&lt;br /&gt;Penentuan arah &lt;a title="Kiblat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat"&gt;kiblat&lt;/a&gt; dengan cara melihat langsung posisi &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; seperti yang disebutkan di atas (pada &lt;a class="mw-redirect" title="Tanggal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal"&gt;tanggal-tanggal&lt;/a&gt; tertentu yang disebutkan di atas), tidaklah bisa dilakukan di semua tempat. Sebabnya karena bentuk &lt;a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi"&gt;Bumi&lt;/a&gt; yang &lt;a class="new" title="Bundar (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Bundar&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;bundar&lt;/a&gt;. Tempat-tempat yang bisa menggunakan cara di atas untuk penentuan arah &lt;a title="Kiblat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat"&gt;kiblat&lt;/a&gt; adalah tempat-tempat yang terpisah dengan &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt; kurang dari 90º. Pada tempat-tempat yang terpisah dari &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt; lebih dari 90º, saat &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; tepat berada di &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt;, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; (dilihat dari tempat tersebut) telah berada di bawah &lt;a title="Horizon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Horizon"&gt;horizon&lt;/a&gt;. Misalnya untuk posisi pengamat di &lt;a class="mw-redirect" title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung"&gt;Bandung&lt;/a&gt;, saat &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; tepat di atas &lt;a title="Mekkah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mekkah"&gt;Mekkah&lt;/a&gt; (tengah hari), dilihat dari &lt;a class="mw-redirect" title="Bandung" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bandung"&gt;Bandung&lt;/a&gt;, posisi &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; sudah cukup rendah, kira-kira 18º di atas &lt;a title="Horizon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Horizon"&gt;horizon&lt;/a&gt;. Sedangkan bagi daerah-daerah di Indonesia Timur, saat itu &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; telah terbenam, sehingga praktis momen itu tidak bisa digunakan di sana. Bagi tempat-tempat yang saat &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; tepat berada di atas Ka'bah, &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; telah berada di bawah &lt;a class="mw-redirect" title="Ufuk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ufuk"&gt;ufuk&lt;/a&gt;/&lt;a title="Horizon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Horizon"&gt;horizon&lt;/a&gt;, bisa menunggu 6 &lt;a title="Bulan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bulan"&gt;bulan&lt;/a&gt; kemudian. Pada tiap &lt;a class="mw-redirect" title="Tanggal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanggal"&gt;tanggal&lt;/a&gt; &lt;a title="28 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/28_November"&gt;28 November&lt;/a&gt; 21:09 UT (&lt;a title="29 November" href="http://id.wikipedia.org/wiki/29_November"&gt;29 November&lt;/a&gt; 04:09 WIB) dan &lt;a title="16 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/16_Januari"&gt;16 Januari&lt;/a&gt; 21:29 UT (&lt;a title="17 Januari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/17_Januari"&gt;17 Januari&lt;/a&gt; 04:29 WIB), &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt; tepat berada di bawah Ka'bah. Artinya, pada saat tersebut, jika pengamat tepat menghadap ke arah &lt;a title="Matahari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matahari"&gt;Matahari&lt;/a&gt;, pengamat tepat membelakangi arah &lt;a title="Kiblat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat"&gt;kiblat&lt;/a&gt;. Jika pengamat memancangkan tongkat tegak lurus, maka arah jatuh &lt;a class="mw-redirect" title="Bayangan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bayangan"&gt;bayangan&lt;/a&gt; tepat ke arah &lt;a title="Kiblat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat"&gt;kiblat&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a class="image" title="Ka'bah (tengah foto)." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Supplicating_Pilgrim_at_Masjid_Al_Haram._Mecca,_Saudi_Arabia.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-2353057376938934535?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/2353057376938934535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=2353057376938934535' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/2353057376938934535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/2353057376938934535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/kabah-dan-sejarah-perkembangannya.html' title='Ka&apos;bah dan Sejarah Perkembangannya'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-4718137295877735731</id><published>2008-12-11T19:47:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T19:56:59.638-08:00</updated><title type='text'>Sejarah Tahun Baru Islam</title><content type='html'>Pola penghitungan bulan dan tahun dalam Islam dibuktikan dengan adanya perintah Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam kepada shahabatnya untuk melihat hilal dalam menentukan bulan Ramadlan dan Syawal. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar, beliau mendengar Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Apabila kalian melihatnya (hilal) maka berpuasalah, dan apabila kalian melihatnya maka berbukalah. Namun bila mendung menghalangi kalian, perkiraan baginya.” (HR. Muttafaqun `alaihi)&lt;br /&gt;     Awal penentuan tahun Islami, dimulai pada jaman khalifah Amirul Mukminin Umar bin Khattab radliyallahu `anhu beliau mengumpulkan para ahli untuk membicarakan darimana dimulainya tahun Islami. Hal ini terjadi kurang lebih pada 16 H atau 17 H. maka sempat muncul berbagai pendapat, di antaranya: 1) Dihitung dari kelahiran Rasulullah. 2) Dihitung dari kematian beliau. 3) Dihitung dari hijrahnya beliau. 4) Dihitung sejak kerasulan beliau.&lt;br /&gt;Berbagai pendapat itu kemudian disimpulkan dan diputuskan oleh Amirul Mukminin bahwa dimulainya perhitungan tahun Islami adalah dari hijrahnya Rasulullah SAW karena sejak disyariatkannya hijrah, Allah Ta`ala memilah antara yang haq dan yang bathil. Pada waktu itu pula awal pendirian negara Islam.&lt;br /&gt;Agaknya perdebatan kembali muncul, setelah ditentukannya awal perhitungan tahun Islam. Silang pendapat untuk menentukan bulan apa yang dipakai sebagai pemula tahun baru lalu mencuat. Berbagai pependapat lalu dilontarkan, ada yang usul Rabiul Awwal karena di waktu itu dimulai perintah hijrah dari Makkah ke Madinah. Usul lain memilih bulan Ramadlan karena di bulan itu diturunkannya Al-Quran.&lt;br /&gt;Perdebatan kemudian berakhir setelah sebagian besar dari kalangan shahabat seperti Umar, Utsman dan Ali radliyallahu `anhum `ajma`in sepakat bahwa tahun baru Islami dimulai dari bulan Muharram. Kenapa? Alasannya pada bulan itu banyak hal-hal atau aktifitas yang diharamkan di antaranya tidak boleh mengadakan peperangan. Kecuali dalam keadaan diserang maka diperbolehkan melawannya.&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah: “Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan; dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang kafir.” (Al-Baqarah:191)&lt;br /&gt;Mengapa dikatakan Muharram sebagai bulan haram? Didasarkan pada ayat lain dimana Allah juga berfirman: “Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah berserta orang-orang yang bertakwa.” (Al-Baqarah: 194)&lt;br /&gt;Istilah lain yang berkembang kemudian, berdasarkan kalender yang menyebar tertulis istilah Muharram ini dengan As-syura. Darimanakah kata ini mula-mula diambil? Berbagai pendapat lalu muncul, sebagian besar berpendapat kata Asyura berasal dari kata Asyir yang artinya kesepuluh (hari kesepuluh di bulan Muharram).&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas radliyallahu `anhuma bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam puasa di hari Asyura (kesepuluh) dan beliau memerintahkan untuk berpuasa padanya.” (HR. Bukhari 4 / 214, Muslim 1130, Abu Dawud 2444)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radliyallahu `anhu, dia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam: “Puasa yang paling utama setelah ramadlan adalah bulan Muharram dan shalat yang paling utama setelah shalat fardlu adalah shalat malam.” (HR. Muslim 3 / 169, Abu Dawud 2429, Tirmidzi 1 / 143, Ad-Darimi 2 / 21, Ibnu Majah 1742, Al-Baihaqi 4 / 291, Ahmad 2 / 303)&lt;br /&gt;Dari Abu Qatadah Al-Anshari radliyallahu `anhu bahwa beliau Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam ditanya tentang puasa di hari Asyura, maka beliau menjawab: Menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang lalu.” (HR. Muslim 1162) Dan dalam riwayat lain Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Puasa Asyura aku harapkan agar menghapus dosa-dosa tahun yang lalu." (HR. Muslim 3 / 167, Abu Dawud 2425, Al-Baihaqi 4 / 286, Ahmad  5 / 295)&lt;br /&gt;Amalan di Bulan Muharram&lt;br /&gt;Keutamaan berpuasa di bulan Muharram oleh para ulama telah disepakati, namun terdapat silang pendapat di antara mereka tentang hukum dan waktunya. Ada sebagian pendapat yang mengatakan wajib, tetapi jumhur ulama berpendapat hukumnya adalah sunnah. Demikian pula tentang waktunya mereka bersilang pendapat. Di antara pendapat-pendapat tersebut adalah:&lt;br /&gt;Hari yang kesepuluh saja. Berdasarkan dlahir hadits-hadits yang telah lewat penyebutannya. &lt;br /&gt;Hari kesembilan dan kesepuluh. Berdasarkan penggabungan dua hadits yang insya Allah akan datang uraiannya. &lt;br /&gt;Hari yang kesembilan dan kesepuluh atau hari yang kesepuluh dan kesebelas, berdasarkan dalil-dalil yang menerangkan diwajibkannya untuk menyelisihi Ahlul Kitab. &lt;br /&gt;Hari yang kesembilan saja. Berdasarkan hadits-hadits Ibnu Abbas radliyallahu `anhuma bahwa Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh jika aku masih hidup hingga tahun mendatang, aku akan berpuasa di hari yang kesembilan. (HR. Muslim 1134) &lt;br /&gt;Diantara pendapat yang paling mendekati kebenaran adalah pendapat kedua yang menyatakan disyariatkannya puasa di bulan Muharram di hari yang kesembilan dan kesepuluh. Pendapat ini yang dianut kebanyakan para ulama, seperti: Imam Syafii, Imam Ahmad, Ishaq bin Rahawaih, Ibnul Qayyim dan lain-lain dari selain mereka. Hal ini berdasarkan pemaduan hadits-hadits yang dlahirnya Rasulullah melakukan puasa di hari kesepuluh sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas, Abu Hurairah dan Abu Qatadah yang telah lewat, dengan hadits yang dlahirnya bahwa beliau berniat untuk berpuasa di hari yang kesembilan sebagaimana hadits Ibnu Abbas yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.&lt;br /&gt;Sementara di antara keutamaan lain yang terkandung di bulan Muharram adalah sebagai berikut: Dosa yang dilakukan pada bulan-bulan yang dimuliakan tersebut lebih dahsyat dari bulan-bulan selainnya. Dan begitu juga sebaliknya bahwa pahala amal shalih begitu besar dibandingkan bulan-bulan lainnya. Allah Subhaanahu wa Taala berfirman, artinya: Janganlah kalian mendzalimi diri-diri kalian di dalamnya -bulan-bulan tersebut- (QS. at-Taubah: 36)&lt;br /&gt;Berkata Ibnu Katsir: Di bulan-bulan yang Allah tetapkan di dalam setahun kemudian Allah khususkan dari bulan-bulan tersebut empat bulan, yang Allah menjadikan sebagai bulan-bulan yang mulia dan mengagungkan kemulyaaannya, dan menetapkan perbuatan dosa di dalamnya sangat besar, begitu pula dengan amal shalih pahalanya begitu besar. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada QS. at-Taubah:36)&lt;br /&gt;Disunnahkan memperbanyak puasa pada bulan Muharram, khususnya berpuasa pada tanggal 10 Muharram (puasa ˜Asyura).&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu ˜alaihi wa sallam bersabda, Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah al-Muharram. (HR. Muslim) dan di dalam hadits yang lain beliau juga bersabda, Puasa ˜Asyura menghapus kesalahan setahun yang telah lalu. (HR. Muslim).&lt;br /&gt;Ibnu Abbas berkata. Tidaklah aku melihat Rasulullah lebih menjaga puasa pada hari yang diutamakannya dari hari yang lain kecuali hari ini, yaitu ˜Asyura. (Shahih at-Targhib wa at-Tarhib).&lt;br /&gt;Sedangkan diantara amalan yang dianjurkan dalam bulan Muharram adalah sebagai berikut: Tidak berbuat dzalim pada bulan ini, baik yang kecil maupun yang besar. Allah Subhaanahu wa Taala berfirman, ¦maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu. (QS. at-Taubah: 36)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu˜alaihi wa sallam bersabda, Takutlah kalian terhadap kedhaliman, karena sesungguhnya kedhaliman itu merupakan kegelapan-kegelapan pada hari kiamat. (HR. Muslim dan lainnya)&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain beliau bersabda, Tidak ada dari satu dosapun yang lebih pantas untuk dicepatkan siksanya dari pelaku dosa itu baik di dunia maupun di akhirat daripada melewati batas (kedhaliman) dan memutus silaturrahim.  (ash-Shahihah, no. 915).&lt;br /&gt;Demikian tulisan yang bisa kami sajikan dan disarikan dari berbagai sumber. Semoga Allah SWT memberikan karunia dan rahmat kepada kita sehingga tergolong sebagai orang-orang yang bertaqwa, beriman dan bersyukur yang semata-mata mengharapkan ridha Allah dengan memberikan ampunan dan pahala yang besar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-4718137295877735731?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/4718137295877735731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=4718137295877735731' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/4718137295877735731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/4718137295877735731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/sejarah-tahun-baru-islam.html' title='Sejarah Tahun Baru Islam'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-6507325855343858256</id><published>2008-12-10T01:07:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T01:10:56.160-08:00</updated><title type='text'>KEUTAMAAN TAHAJJUD</title><content type='html'>(TAUSIYAH TEH NINIH DALAM MALAM MUHASABAH MUSLIMAH, 15 NOVEMBER 2008)&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada 3 amalan yang menjamin seseorang masuk surga-Nya, yaitu mengucapkan salam, memberi makan kepada orang lain, serta mendirikan shalat malam ketika orang lain tertidur lelap. Insya Allah ia akan memperoleh surga dunia-akhirat, subhanallah! Adapun waktu-waktu utama untuk shalat malam:1. 1&lt;em&gt;/3 malam pertama&lt;/em&gt; yaitu antara waktu sesudah Isya hingga pukul 10, disebut sebagai WAKTU SANGAT UTAMA, 2. &lt;em&gt;1/3 malam kedua&lt;/em&gt;, yaitu antara pukul 10 sampai jam 1, disebut WAKTU LEBIH UTAMA, 3. &lt;em&gt;1/3 malam ketiga/terakhir&lt;/em&gt;, yaitu antara pukul 1 malam hingga sebelum waktu Subuh, disebut WAKTU PALING UTAMA. Dari penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa &lt;strong&gt;waktu utama untuk shalat tahajjud sebaiknya dilaksanakan di atas pukul 01.00.&lt;/strong&gt; Rasulullah dan para sahabat beliau umumnya shalat selama kurang lebih 2 jam, antara pukul setengah dua hingga setengah empat, diawali dengan 2 rakaat shalat iftitah (pembuka, surah-surah pendek yang dibaca, sebagai penyemangat), lalu dilanjutkan dengan 8 rakaat shalat tahjjud, dengan bacaan yang lebih panjang/berat, dan ditutup dengan 3 rakaat witir. Kadangkala, Rasulullah juga shalat sebanyak 11 rakaat atau 13 rakaat, dan 1 witir.Kata Teteh, pernah ada penelitian terhadap anak-anak yang selama 45 hari istiqamah untuk qiyamullail, ternyata hasilnya menunjukkan mereka yang terus kontinu shalat malam selama 45 hari penuh tampak lebih tenang dan mampu mengendalikan diri. Artinya survei berhasil membuktikan bahwa shalat tahajjud memberi efek positif terhadap kesehatan jiwa seseorang. Bahkan dari segi medis, juga telah terbukti bahwa mereka yang menderita kanker dan tekun mendirikan shalat malam, pertumbuhan sel-sel kankernya berhasil diredam dan disembuhkan! Apalagi untuk kita yang selama ini sehat wal afiat ya, insya Allah akan kian bugar?Surah yang terkait dengan anjuran untuk bertahajjud adalah QS Al-Israa', 79-81:[17.79] Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.[17.80] Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.[17.81] Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.Selain itu juga QS Ali Imran: 190-200, di mana salah satu adab yang dianjurkan dilakukan sebelum bertahajjud adalah membacakan ayat-ayat surah Ali Imran ini seraya menatap langit...[3.190] Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,[3.191] (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.[3.192] Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang lalim seorang penolongpun.[3.193] Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu): "Berimanlah kamu kepada Tuhan-mu", maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.[3.194] Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."[3.195] Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), "Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik."[3.196] Janganlah sekali-kali kamu terperdaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri.[3.197] Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.[3.198] Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.[3.199] Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungan-Nya.[3.200] Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.Beberapa tips supaya shalat malam kita terasa kenikmatannya antara lain:- Khalifah Umar selalu shalat witir sebelum tidur- Coba ditartilkan supaya lebih semangat,- bersiwak dulu agar lebih khusyu',- punya mihrab sendiri,sehingga shalat, muraja'ah, baca tafsir, maupun dzikir kian khusyu' dan tenang,- senantiasa memanjatkan doa kepada Allah agar mengenyahkan ilah-ilah lain sehingga seluruh rongga hati dan pori-pori kita ini hanya berisi ingatan-ingatan tunggal kepada-Nya semata-banyak mengingat mati, sehingga hati ini makin lembut dan mudah menangis, ingat dosa-dosa kita yang bertumpuk - untuk ibu rumah tangga, bila terkendala dengan jadwal tamu bulanan, sebaiknya memaksimalkan dhuha 12 rakaat.Subhanallah, insya Allah perjuangan berat untuk menghadiri Muhasabah ini sungguh teramat tak berarti dengan nilai kajian Teteh..."Hati-hatilah dengan waktu, jangan terlena dengan kenikmatan dunia yang penuh tipu daya dan hanya fatamorgana..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-6507325855343858256?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/6507325855343858256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=6507325855343858256' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6507325855343858256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6507325855343858256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/keutamaan-tahajjud.html' title='KEUTAMAAN TAHAJJUD'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-2772515859847502620</id><published>2008-12-10T00:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T00:59:13.753-08:00</updated><title type='text'>Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-quran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mengerjakan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”.(Faathir:29-30).&lt;br /&gt;Mempelajari Alquran sangat diperlukan. Disebutkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasul Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;“Tidaklah suatu kaum berkumpul di sebuah rumah Allah, membaca kitab Allah dan mempelajarinya, melainkan akan diturunkan kepada mereka ketenangan, diliputi oleh rahmat, dan dikelilingi oleh malaikat, dan mereka akan disebut-sebut Allah dihadapan orang-orang yang ada di sisi-Nya (para malaikat), dan barang siapa amalnya kurang, tidak dapat ditambah oleh nasabnya. (Diriwayatkan oleh Muslim No. 2699).&lt;br /&gt;Sabda Rasul dalam hadis ini, “Tidaklah suatu kaum berkumpul di sebuah rumah Allah”, “Rumah” di sini bukanlah batas, terbukti dengan sebuah hadis riwayat Muslim yang lain yang mengatakan: “Tidaklah suatu kaum berzikir kepada Allah, melainkan akan diliputi oleh para malaikat….” Jika berkumpul di tempat lain, selain rumah Allah (mesjid) maka bagi mereka keutamaan yang sama dengan mereka yang berkumpul di mesjid. Pembatasan “di rumah Allah” dalam hadis di atas, hanyalah karena seringnya tempat itu dijadikan tempat berkumpul, akan tetapi tidak ada keharusan; Berkumpul untuk membaca dan mempelajari ayat-ayat Alquran dan kandungan hukumnya, di mana pun tempatnya akan mendapatkan keutamaan yang sama. Adapun jika berkumpul untuk belajar di mesjid lebih utama, hal itu dikarenakan mesjid mempunyai keistimewaan dan kekhususan yang tidak dimiliki oleh tempat yang lain.&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh ibnu Masud ra. ia berkata, Rasul Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:&lt;br /&gt;“Barang siapa membaca satu huruf dari Alquran, maka ia akan memperoleh kebaikan. Kebaikan itu berlipat sepuluh kali. Aku tidak mengatakan, Alif Laam Miim satu huruf, akan tetapi, Alif adalah huruf, Lam huruf, dan Mim huruf. (At Tirmidzi. Nomor:3075).&lt;br /&gt;Dari Usman bin Affan ra. dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam ia bersabda;&lt;br /&gt;“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain”.(Bukhari no : 4739).&lt;br /&gt;Hadis ini menunjukkan akan keutamaan membaca Alquran. Suatu ketika Sufyan Tsauri ditanya, manakah yang engkau cintai orang yang berperang atau yang membaca Alquran? Ia berkata, membaca Alquran, karena Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya kepada orang lain”. Imam Abu Abdurrahman As-Sulami tetap mengajarkan Alquran selama empat puluh tahun di mesjid agung Kufah disebabkan karena ia telah mendengar hadis ini. Setiap kali ia meriwayatkan hadis ini, selalu berkata: “Inilah yang mendudukkan aku di kursi ini”.&lt;br /&gt;Al Hafiz Ibnu Katsir dalam kitabnya Fadhail Quran halaman 126-127 berkata: [Maksud dari sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkan kepada orang lain" adalah, bahwa ini sifat-sifat orang-orang mukmin yang mengikuti dan meneladani para rasul. Mereka telah menyempurnakan diri sendiri dan menyempurnakan orang lain. Hal itu merupakan gabungan antara manfaat yang terbatas untuk diri mereka dan yang menular kepada orang lain.&lt;br /&gt;Dari&lt;a id="ص�ابي0" name="Abdullah bin Masud ra26400"&gt;Abdullah bin Masud ra., &lt;/a&gt;ia berkata: Rasulullah saw. bersabda kepadaku: Bacakan Alquran kepadaku. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, aku harus membacakan Alquran kepada baginda, sedangkan kepada bagidalah Alquran diturunkan? Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya aku senang bila mendengarkan dari orang selainku. Kemudian aku membaca surat An-Nisa'. Ketika sampai pada ayat yang berbunyi: {Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu).} Aku angkat kepalaku atau secara mendadak ada seseorang berada di sampingku. Dan ketika aku angkat kepalaku, aku melihat beliau mencucurkan air mata. &lt;a href="http://hadith.al-islam.com/Display/Hierarchy.asp?Src=1&amp;amp;AlmiaNum=1331"&gt;Sahih Muslim No: 1332&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi berkata [Ada beberapa hal yang dapat dipetik dari hadis ini, di antaranya: sunat hukumnya mendengarkan bacaan Alquran, merenungi, dan menangis ketika mendengarnya, dan sunat hukumnya seseorang meminta kepada orang lain untuk membaca Al Quran agar dia mendengarkannya, dan cara ini lebih mantap untuk memahami dan mentadabburi Al Quran, dibandingkan dengan membaca sendiri].&lt;br /&gt;“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;“Sesunggunya Allah swt mengangkat derajat beberapa golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan lainnya.” (Riwayat Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim)&lt;br /&gt;“Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua seperti orang: yaitu orang lelaki yang diberi Allah swt pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah swt harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda, Allah berfirman: “Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebaik-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (Riwayat Tirmidzi)&lt;br /&gt;“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” (Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I)&lt;br /&gt;“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud)&lt;br /&gt;Abdul Humaidi Al-Hamani, berkata: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: “Membaca Al-Qur’an. Karena &lt;em&gt;Nabi saw bersabda&lt;/em&gt;: &lt;strong&gt;&lt;em&gt;"Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-2772515859847502620?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/2772515859847502620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=2772515859847502620' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/2772515859847502620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/2772515859847502620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/keutamaan-belajar-dan-mengajarkan-al.html' title='Keutamaan Belajar dan Mengajarkan Al-quran'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-5807357104931689380</id><published>2008-12-09T21:18:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T21:22:07.361-08:00</updated><title type='text'>Amalan Ahli Surga</title><content type='html'>&lt;a href="http://firaprasa.blogspot.com/2007/10/amalan-ahli-surga.html"&gt;Amalan Ahli Surga&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Said Hawa dalam salah satu bukunya “TAZKIYATUN NAFS / MENYUCIKAN JIWA” yang merupakan ringkasan dari KITAB IHYA’ ULUMUDDIN – IMAM AL GHOZALI yang termahsyur itu menyampaikan bahwa, ada 5 prasyarat untuk masuk surga (tetap istiqomah berada dalam amalan ahli surga), diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJAGA ISTIQOMAH &amp;amp; KONSISTENSI DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH SWT&lt;br /&gt;Istiqomah berarti berpendirian teguh atas jalan yang lurus, berpegang pada akidah Islam dan melaksanakan syariat dengan teguh, tidak berubah dan berpaling walau dalam apa-apa keadaan sekalipun.&lt;br /&gt;”Katakanlah (Wahai Muhammad) : ’Sesungguhnya Aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepada Aku bahwa Tuhan kamu hanyalah Tuhan yang satu, maka hendaklah kamu teguh di atas jalan yang betul lurus (yang membawa kepada mencapai keredhaan-Nya)……” (Q.S. Fushilat : 6)&lt;br /&gt;(Rawahul Muslim) : Katakanlah: ”Saya beriman dengan Allah kemudian teguhkan pendirian kamu.”&lt;br /&gt;MELAKUKAN AMAL IBADAH DENGAN PENUH KESERIUSAN&lt;br /&gt;Ibadah secara bahasa bermakna merendahkan diri dan tunduk. Sedang secara istilah, ulama banyak memberikan makna. Namun makna yang paling lengkap adalah seperti yang didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, yaitu : Suatu kata yang meliputi segala perbuatan dan perkataan, zhohir maupun batin yang dicintai dan diridhoi oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Dengan demikian ibadah terbagi menjadi tiga, yaitu : ibadah hati, ibadah lisan dan ibadah anggota badan.&lt;br /&gt;Semua amalan dapat dikatakan sebagai ibadah yang diterima bila memenuhi dua syarat, yaitu Ikhlash dan mutaba’ah (mengikuti tuntunan Nabi shollallohu ‘alaihi wassalam). Kedua syarat ini terangkum dalam firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala, yang artinya :&lt;br /&gt;“…Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholih dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.” (QS: Al Kahfi: 110).&lt;br /&gt;SELALU MENUMBUHKAN "MUROQOBATULLAH" BAIK DALAM KESENDIRIAN MAUPUN KEBERSAMAAN&lt;br /&gt;Muroqobah berarti Merasakan kesertaan Allah dalam setiap aktifitas yang kita lakukan, Allah berfirman :“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan melihat pula perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud“ (Q.S. Asy Syura : 218-219)&lt;br /&gt;Dan dalam Hadist tentang Ihsan, dikatakan :“Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya dan jika memang kamu tidak melihatNya, maka sesungguhnya Allah melihat kamu“&lt;br /&gt;MENANTIKAN DATANGNYA KEMATIAN DENGAN PENUH KESIAPAN&lt;br /&gt;Seperti yang tercantum dalam ayat “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. 29:57) Tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang.&lt;br /&gt;Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan. Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.&lt;br /&gt;Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati. Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini :&lt;br /&gt;Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. 62:8)&lt;br /&gt;MEMBIASAKAN DIRI BERMUHASABAH&lt;br /&gt;Muhasabah berasal dari kata hasibah yang artinya menghisap atau menghitung. Dalam penggunaan katanya, muhasabah diidentikkan dengan menilai diri sendiri atau mudahnya adalah MENGEVALUASI.&lt;br /&gt;Dalam melakukan muhasabah, seorang muslim menilai dirinya, apakah dirinya lebih banyak berbuat baik (beribadah) ataukah malah lebih banyak berbuat jahat (bermaksiat) dalam kehidupan sehari-hari. Dia mesti objektif melakukan penilaian, menggunakan Al Qur’an dan Sunnah sebagai dasar/basis melakukan penilaian, bukan berdasar keinginan diri/sesuka hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-5807357104931689380?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/5807357104931689380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=5807357104931689380' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/5807357104931689380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/5807357104931689380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/amalan-ahli-surga.html' title='Amalan Ahli Surga'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-3035751080639586615</id><published>2008-12-09T21:12:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T21:13:27.076-08:00</updated><title type='text'>Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya</title><content type='html'>بسم الله الرحمن الرحيم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Azhari Asri dan Redaksi&lt;br /&gt;[MUSLIMAH XVII/1418/1997/Kajian Kali Ini]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap insan tentunya mendambakan kenikmatan yang paling tinggi dan abadi. Kenikmatan itu adalah Surga. Di dalamnya terdapat bejana-bejana dari emas dan perak, istana yang megah dengan dihiasi beragam permata, dan berbagai macam kenikmatan lainnya yang tidak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, dan terbetik di hati.&lt;br /&gt;Dalam Al Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menggambarkan kenikmatan-kenikmatan Surga. Di antaranya Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;“(Apakah) perumpamaan (penghuni) Surga yang dijanjikan kepada orang-orang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamr (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Rabb mereka sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad : 15)&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqiah : 10-21)&lt;br /&gt;Di samping mendapatkan kenikmatan-kenikmatan tersebut, orang-orang yang beriman kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala kelak akan mendapatkan pendamping (istri) dari bidadari-bidadari Surga nan rupawan yang banyak dikisahkan dalam ayat-ayat Al Qur’an yang mulia, di antaranya :&lt;br /&gt;“Dan (di dalam Surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.” (QS. Al Waqiah : 22-23)&lt;br /&gt;“Dan di dalam Surga-Surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : 56)&lt;br /&gt;“Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.” (QS. Ar Rahman : 58)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah : 35-37)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam menggambarkan keutamaan-keutamaan wanita penduduk Surga dalam sabda beliau :&lt;br /&gt;“ … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik radliyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;Dalam hadits lain Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda :&lt;br /&gt;Sesungguhnya istri-istri penduduk Surga akan memanggil suami-suami mereka dengan suara yang merdu yang tidak pernah didengarkan oleh seorangpun. Di antara yang didendangkan oleh mereka : “Kami adalah wanita-wanita pilihan yang terbaik. Istri-istri kaum yang termulia. Mereka memandang dengan mata yang menyejukkan.” Dan mereka juga mendendangkan : “Kami adalah wanita-wanita yang kekal, tidak akan mati. Kami adalah wanita-wanita yang aman, tidak akan takut. Kami adalah wanita-wanita yang tinggal, tidak akan pergi.” (Shahih Al Jami’ nomor 1557)&lt;br /&gt;Apakah Ciri-Ciri Wanita Surga&lt;br /&gt;Apakah hanya orang-orang beriman dari kalangan laki-laki dan bidadari-bidadari saja yang menjadi penduduk Surga? Bagaimana dengan istri-istri kaum Mukminin di dunia, wanita-wanita penduduk bumi?&lt;br /&gt;Istri-istri kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya tersebut akan tetap menjadi pendamping suaminya kelak di Surga dan akan memperoleh kenikmatan yang sama dengan yang diperoleh penduduk Surga lainnya, tentunya sesuai dengan amalnya selama di dunia.&lt;br /&gt;Tentunya setiap wanita Muslimah ingin menjadi ahli Surga. Pada hakikatnya wanita ahli Surga adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Seluruh ciri-cirinya merupakan cerminan ketaatan yang dia miliki. Di antara ciri-ciri wanita ahli Surga adalah :&lt;br /&gt;1.                Bertakwa.&lt;br /&gt;2.               Beriman kepada Allah, Malaikat-Malaikat-Nya, Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, hari kiamat, dan beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.&lt;br /&gt;3.               Bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak disembah kecuali Allah, bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadlan, dan naik haji bagi yang mampu.&lt;br /&gt;4.               Ihsan, yaitu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, jika dia tidak dapat melihat Allah, dia mengetahui bahwa Allah melihat dirinya.&lt;br /&gt;5.               Ikhlas beribadah semata-mata kepada Allah, tawakkal kepada Allah, mencintai Allah dan Rasul-Nya, takut terhadap adzab Allah, mengharap rahmat Allah, bertaubat kepada-Nya, dan bersabar atas segala takdir-takdir Allah serta mensyukuri segala kenikmatan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;6.                Gemar membaca Al Qur’an dan berusaha memahaminya, berdzikir mengingat Allah ketika sendiri atau bersama banyak orang dan berdoa kepada Allah semata.&lt;br /&gt;7.                Menghidupkan amar ma’ruf dan nahi mungkar pada keluarga dan masyarakat.&lt;br /&gt;8.                Berbuat baik (ihsan) kepada tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan seluruh makhluk, serta berbuat baik terhadap hewan ternak yang dia miliki.&lt;br /&gt;9.               Menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang, menahan pemberian kepada dirinya, dan memaafkan orang yang mendhaliminya.&lt;br /&gt;10.         Berinfak, baik ketika lapang maupun dalam keadaan sempit, menahan amarah dan memaafkan manusia.&lt;br /&gt;11.         Adil dalam segala perkara dan bersikap adil terhadap seluruh makhluk.&lt;br /&gt;12.         Menjaga lisannya dari perkataan dusta, saksi palsu dan menceritakan kejelekan orang lain (ghibah).&lt;br /&gt;13.          Menepati janji dan amanah yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;14.          Berbakti kepada kedua orang tua.&lt;br /&gt;15.         Menyambung silaturahmi dengan karib kerabatnya, sahabat terdekat dan terjauh.&lt;br /&gt;Demikian beberapa ciri-ciri wanita Ahli Surga yang kami sadur dari kitab Majmu’ Fatawa karya Syaikhul Islam Ibnu Tamiyyah juz 11 halaman 422-423. Ciri-ciri tersebut bukan merupakan suatu batasan tetapi ciri-ciri wanita Ahli Surga seluruhnya masuk dalam kerangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman :&lt;br /&gt;“ … dan barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam Surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. An Nisa’ : 13)&lt;br /&gt;Wallahu A’lam Bis Shawab&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-3035751080639586615?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/3035751080639586615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=3035751080639586615' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/3035751080639586615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/3035751080639586615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/wanita-ahli-surga-dan-ciri-cirinya.html' title='Wanita Ahli Surga Dan Ciri-Cirinya'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-7063489538131101560</id><published>2008-12-09T21:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T21:09:42.893-08:00</updated><title type='text'>Para Ahli Neraka</title><content type='html'>Nabi Muhammad s.a.w bertanya kepada Jibril a.s. : "Siapakah penduduk masing-masing pintu neraka?Jawabnya: "Pintu yang terbawah untuk orang-orang munafiq, orang-orang yang kafir setelah diturunkan hidangan mujizat Nabi Isa a.s. serta keluarga Firaun sedang namanya Alhawiyah.Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,pintu ketiga tempat orang-orang shobi'in bernama Saqar.Pintu keempat tempat iblis laknatullah dan pengikutnya dari kaum Majusi bernama Ladha,pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.Pintu keenam tempat orang-orang kristien (Nasara) bernama Sa'ie."Kemudian Jibril diam segan pada Nabi Muhammad s.a.w sehingga Nabi Muhammad s.a.w bertanya: "Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ketujuh?"Jawab Jibril: "Didalamnya orang-orang yang berdosa besar dari ummatmu yang sampai mati belum sempat bertaubat."Maka Nabi Muhammad s.a.w jatuh pingsan ketika mendengar keterangan Jibril itu, sehingga Jibril meletakkan kepala Nabi Muhammad s.a.w dipangkuan Jibril sehingga sadar kembali.Dan ketika sudah sadar Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummatku yang akan masuk neraka?"Jawab Jibril: "Ya, iaitu orang yang berdosa besar dari ummatmu."Kemudian Nabi Muhammad s.a.w menangis, Jibril juga menangis karena melihat tangisan Nabi Muhammad s.a.wKemudian Nabi Muhammad s.a.w masuk kedalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sholat kemudian masuk kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sholat selalu menangis dan minta kepada Allah s.w.t.Dan pada hari ketiga datang Abu Bakar r.a. kerumah Nabi Muhammad s.a.w mengucapkan: "Assalamu'alaikum yang ahla baiti rahmah. apakah dapat bertemu kepada Nabi Muhammad s.a.w?"Maka tidak ada yang menjawabnya, sehingga ia menepi untuk menangis, kemudian Umar datang dan berkata: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Rasulullah s.a.w?" Dan ketika tidak mendapat jawaban dia pun menepi dan menangiskemudian datang Salman Alfarisi dan berdiri dimuka pintu sambil mengucapkan: "Assalamu'alaikum ya ahla baiti rahmah, apakah dapat bertemu dengan Junjunganku Rasulullah s.a.w.?" Dan ketika tidak mendapat jawaban, dia menangis sehingga jatuh dan bangun.Sehingga sampai kerumah Fatimah r.a. dan didepan pintunya ia mengucapkan: "Assalamu'alaikum hai puteri Rasulullah s.a.w."Kebetulan pada masa itu Ali r.a. tiada dirumah, lalu bertanya: "Hai puteri Rasulullah, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. telah beberapa hari tidak keluar kecuali untuk sholat dan tidak berkata apa-apa kepada orang dan juga tidak mengizinkan orang-orang bertemu dengannya."Maka segeralah Fatimah memakai baju yang panjang dan pergi sehingga apabila beliau sampai kedepan muka pintu rumah Rasulullah s.a.w. dan memberi salam sambil berkata: "Saya Fatimah, ya Rasulullah."Sedang Rasulullah s.a.w. bersujud sambil menangis, lalu Rasulullah s.a.w. mengangkat kepalanya dan bertanya: "Mengapakah kesayanganku?" Apabila pintu dibuka maka masuklah Fatimah kedalam rumah Rasulullah s.a.w. dan ketika melihat Rasulullah s.a.w. menangislah ia kerana melihat Rasulullah s.a.w. pucat dan sembam muka karena banyak menangis dan sangat sedih.lalu ia bertanya: "Ya Rasulullah, apakah yang menimpamu?"Jawab Rasulullah s.a.w.: "Jibril datang kepadaku dan menerangkan sifat-sifat neraka jahannam dan menerangkankan bahwa bagian paling atas dari semua tingkat neraka jahannam itu adalah untuk umatku yang berbuat dosa-dosa besar, maka itulah yang menyebabkan aku menangis dan berduka cita."Fatimah bertanya lagi: "Ya Rasulullah, bagaimana caranya mereka masuk?"Jawab Rasulullah s.a.w.: "Diiring oleh Malaikat ke neraka, tanpa dihitamkan muka juga tidak biru mata mereka dan tidak ditutup mulut mereka dan tidak digandingkan dengan syaitan, bahkan tidak dibelenggu atau dirantai."Ditanya Fatimah lagi: "Lalu bagaimana cara Malaikat menuntun mereka?"Jawab Rasulullah s.a.w.: "Adapun kaum lelaki ditarik janggutnya sedangkan yang perempuan ditarik rambutnya, maka beberapa banyak dari orang-orang tua dari ummatku yang mengeluh ketika diseret ke neraka: Alangkah tua dan lemahkudemikian juga yang muda mengeluh: Wahai kemudaanku dan bagus rupaku,sedang wanita mengeluh: Wahai alangkah maluku sehingga dibawa Malaikat Malik.,dan ketika dilihat oleh Malaikat Malik lalu bertanya: "Siapakah mereka itu, maka tidak pernah saya dapatkan orang yang akan tersiksa seperti orang-orang ibi, muka mereka tidak hitam, matanya tidak biru, mulut mereka juga tidak tertutup dan tidak juga diikat bersama syaitannya, dan tidak dibelenggu atau dirantai leher mereka?Jawab Malaikat: "Demikianlah kami diperintahkan membawa orang-orang ini kepadamu sedemikian rupa."Lalu ditanya oleh Malaikat Malik: "Siapakah kalian, wahai orang-orang yang celaka?"Dalam riwayat lain dikatakan ketika mereka diiring oleh Malaikat Malik selalu memanggil: "Wa Muhammad."Tetapi setelah melihat muka mereka, Malaikat Malik pun lupa, karena hebatnya akan nama Rasulullah s.a.w. Malaikat Malik, lalu ditanya: "Siapakah kamu?"Jawab mereka: "Kami ummat yang dituruni Al-Quran dan kami telah puasa bulan Ramadhan."Lalu Malaikat Malik berkata: "Al-Quran tidak diturunkan kecuali kepada ummat Rasulullah s.a.w.."Maka ketika itu mereka menjerit: "Kami ummat Nabi Muhammad s.a.w"Maka Malaikat Malik bertanya: "Tidakkah telah ada larangan dalam Al-Quran dari maksiat terhadap Allah subhanahu wa ta'ala."Dan ketika berada ditepi neraka jahannam dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah,mereka berkata: "Ya Malik, diizinkan saya akan menangis."Maka diizinkan, lalu mereka menangis sampai habis airmata mereka, kemudian mereka menangis lagi dengan darah, sehingga Malaikat Malik berkata:"Alangkah baiknya tangisan ini terjadi ketika kalian masih di dunia kerana takut kepada Allah s.w.t., niscaya kamu tidak akan disentuh oleh api neraka pada hari ini"lalu Malaikat Malik berkata kepada Malaikat Zabaniyah: "Lemparkan mereka kedalam neraka."dan bila telah dilempar mereka serentak menjerit: "La illaha illallah."maka surutlah api neraka, Malaikat Malik berkata: "Hai api, sambarlah mereka."Jawab api: "Bagaimana aku menyambar mereka, padahal mereka menyebut La illaha illallah."Malaikat Malik berkata: "Demikianlah perintah Tuhan Rabbul arsy."Maka ditangkaplah mereka oleh api, ada yang hanya sampai tapak kaki, ada yang sampai kelutut, ada yang sampai kemuka.Malaikat Malik berkata: "jangan membakar muka mereka karena mereka telah lama sujud kepada Allah s.w.t., juga jangan membakar hati mereka karena mereka telah haus pada bulan Ramadhan."Maka tinggal dalam neraka beberapa lama sambil menyebut: "Ya Arhamar Rahimin, Ya Hannan, Ya Mannan."Kemudian bila telah selesai hukuman mereka, maka Allah s.w.t.memanggil Jibril dan bertanya:"Ya Jibril, bagaimanakah keadaan orang-orang yang maksiat dari ummat Nabi Muhammad s.a.w?"Jawab Jibril: "Ya Tuhan, Engkau lebih mengetahui."Lalu diperintahkan: "Pergilah kau lihatkan keadaan mereka."Maka pergilah Jibril a.s. kepada Malaikat Malik yang sedang duduk diatas mimbar ditengah-tengah jahannam.Ketika Malaikat Malik melihat Jibril segera ia bangun hormat dan berkata: "Ya Jibril, mengapakah kau datang kesini?"Jawab Jibril: "Bagaimanakah keadaan rombongan yang maksiat dari ummat Rasulullah s.a.w.?"Jawab Malaikat Malik: "Sungguh ngeri keadaan mereka dan sempit tempat mereka, mereka telah terbakar badan dan daging mereka kecuali muka dan hati mereka masih berkilauan iman."Jibril berkata: "Bukalah tutup mereka supaya saya dapat melhat mereka."Maka Malaikat Malik menyuruh Malaikat Zabaniyah membuka tutup mereka dan ketika mereka melihat Jibril mereka mengerti bahwa ini bukan Malaikat yang menyiksa manusia,lalu mereka bertanya: "Siapakah hamba yang sangat bagus rupanya itu?"Jawab Malaikat Malik: "Itu Jibril yang biasa membawa wahyu kepada Nabi Muhammad s.a.w."Ketika mereka mendengar nama Nabi Muhammad s.a.w. .....maka serentaklah mereka menjerit: "Ya Jibril, sampaikan salam kami kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan beritakan bahwa maksiat kamilah yang memisahkan kami dengannya serta sampaikan keadaan kami kepadanya."Maka kembalilah Jibril menghadap kepada Allah s.w.t. lalu ditanya:"Bagaimana kamu melihat ummat Muhammad?"Jawab Jibril: "Ya Tuhan, alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka."Lalu Allah s.w.t. bertanya lagi:"Apakah mereka minta apa-apa kepadamu?"Jawab Jibril: "Ya, mereka minta disampaikan salam mereka kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan diberitakan kepadanya keadaan mereka."Maka Allah s.w.t. menyuruh Jibril menyampaikan semua pesanan itu kepada Nabi Muhammad s.a.w. yang tinggal dalam kemah dari permata yang putih, mempunyai empat ribu buah pintu dan tiap-tiap pintu terdapat dua daun pintu dari emas,maka berkata Jibril: "Ya Muhammad, saya datang kepadamu dari rombongan orang-orang yang derhaka dari ummatmu yang masih tersiksa dalam neraka, mereka menyampaikan salam kepadamu dan mengeluh bahawa keadaan mereka sangat jelek dan sangat sempit tempat mereka."Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. kebawah arsy dan bersujud dan memuji Allah s.w.t. dengan ucapan yang tidak pernah diucapkan oleh seorang makhlukpunSehingga Allah s.w.t. menyuruh Nabi Muhammad s.a.w.: "Angkatlah kepalamu dan mintalah niscaya akan diberikan, dan ajukan syafa'atmu pasti akan diterima."Maka Nabi Muhammad s.a.w. berkata: "Ya Tuhan, orang-orang yang durhaka dari ummatku telah terlaksana pada mereka hukumMu dan balasanMu, maka terimalah syafa'atku."Allah s.w.t. berfirman: "Aku terima syafa'atmu terhadap mereka, maka pergilah ke neraka dan keluarkan daripadanya orang yang pernah mengucap Laa ilaha illallah."Maka pergilah Nabi Muhammad s.a.w. keneraka dan ketika dilihat oleh Malaiakt Malik,Maka segera ia bangkit hormat lalu ditanya: "Hai Malik, bagaimanakah keadaan ummatku yang durhaka?"Jawab Malaikat Malik: "Alangkah jeleknya keadaan mereka dan sempit tempat mereka."Maka diperintahkan membuka pintu dan angkat tutupnya, maka apabila orang-orang didalam neraka itu melihat Nabi Muhammad s.a.w.maka mereka menjerit serentak: "Ya Nabi Muhammad s.a.w., api neraka telah membakar kulit kami."Maka dikeluarkan semuanya berupa arang, lalu dibawa mereka kesungai dimuka pintu syurga yang bernama Nahrulhayawan, dan disana mereka mandi kemudian keluar sebagai orang muda yang gagah, elok, cerah matanya sedangkan wajah mereka bagaikan bulan dan tertulis didahi mereka Aljahanamiyun atau orang-orang jahannam yang telah dibebaskan oleh Allah s.w.t..Dari neraka kemudiannya mereka masuk kesyurga, maka apabila orang-orang neraka itu melihat kaum muslimin telah dilepaskan dari neraka,mereka berkata: "Aduh, sekiranya kami dahulu Islam tentu kami dapat keluar dari neraka."Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: "Pada hari kiamat kelak akan didatangkan maut itu berupa kambing kibas putih hitam, lalu dipanggil orang-orang syurga dan ditanya: "Apakah kenal manut?" Maka mereka melihat dan mengenalnya, demikian pula ahli neraka ditanya: "Apakah kenal maut?" Mereka melihat dan mengenalnya, kemudian kambing itu disembelih diantara syurga dan neraka, lalu diberitahu: "Hai ahli syurga kini kekal tanpa mati, hai ahli neraka kini kekal tanpa mati."Demikianlah ayat: Wa andzirhum yaumal hasrati idz qudhiyal amru (Yang artinya) Peringatkanlah kepada mereka akan hari penyesalan ketika maut telah dihapuskan."Abu Hurairah r.a. berkata: "Janganlah gembira seorang yang hamba dengan suatu nikmat karena dibelakangnya ada yang mengejarnya yaitu jahannam, tiap-tiap berkurang ditambah pula nyalanya."Semoga dengan artikel ini, kita dapat menumbuhkan rasa takut, harap dan cinta kita kepada Allah s.w.t, dengan terus memohonkan ampun kepada Allah s.w.t., berdzikir kepada-Nya, menaati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan juga menumbuhkan rasa cinta kita kepada baginda, Muhammad s.a.w, dengan terus menyempatkan waktu kita untuk bersyalawat kepada baginda, beserta mengamalkan SUNNAH-SUNNAHnya dan menjauhi BID'AH, mudah-mudahan, kita tergolong orang-orang yang diselamatkan dan dirahmati Allah s.w.t Amin, ya rabbal 'alamin.Wallahu 'alam Bishowwab.Jazzakullah khayrWassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;Sumber:&lt;a href="http://afiqsafuan.blogspot.com/2008/05/sifat-neraka-serta-ahlinya.html" target="_blank"&gt;http://afiqsafuan.blogspot.com/2008/05/sifat-neraka-serta-ahlinya.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-7063489538131101560?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/7063489538131101560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=7063489538131101560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7063489538131101560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7063489538131101560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/para-ahli-neraka.html' title='Para Ahli Neraka'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-8120456314515632080</id><published>2008-12-09T20:55:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T21:00:54.068-08:00</updated><title type='text'>DAHSYATNYA API NERAKA</title><content type='html'>Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;Wahai manusia yang durhaka dan senantiasa bergelimang dengan maksiat dan dosa, tidakkah kedahsyatan jahannam menggetarkan hatimu? Allahmenyediakan bagi hamba-hamba-Nya yang ingkar lagi sombong. Ingatlahtatkala jahannam ditarik dengan 70.000 tali kekang dan setiap taliditarik oleh 70.000 malaikat, saat itu orang-orang kafir dalam kehinaan,mereka berharap seandainya dapat menebus semua itu dengan emas sebesardunia.Sungguh besar kehinaan dan kecelakaan para penghuninya. Sungai nerakaadalah darah dan nanah busuk yang menggelegak, minumannya adalah airyang mendidih, naungannya adalah awan hitam yang panas, anginnya adalahsamum yang membawa hawa panas, makanannya adalah zaqqum yang jikasetetesnya jatuh ke bumi, niscaya hancurlah dunia dan seisinya, bahanbakarnya adalah manusia dan batu api, panasnya membakar kulit hingga keulu hati, pakaiannya adalah baju ter yang membakar, kedalamannya sejauhbatu yang diluncurkan selama 70 tahun. Suara neraka akan meraung geramkepada penghuninya. Mereka akan dibelenggu dengan rantai besi membaradan dipukul dengan palu godam, yang jika mengenai sebuah gunung niscayagunung tesebut akan menjadi abu, wajah-wajah mereka diseret di atas baraapi sedang tangan mereka terikat. Duhai . kecelakaan apalagi yang pedihbesar dari itu semua. Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mudari siksa Jahannam . Amiin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LOKASI NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika surga terletak di langit ke tujuh, maka sebagian salaf berkataneraka terletak di dasar bumi yang ke tujuh (begitu pendapat Ibnu Mas’uddan lainnya). Namun para jumhur tawaqquf (berdiam diri) dalam masalahini, dan inilah pendapat yang dipilih oleh As-Suyuthi dan WaliyullahAd-Dahlawi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMANDANGAN LAIN DI JAHANNAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.. Di Jahannam terdapat sebuah gunung api Shu’uda yang Allahmemerintahkan orang kafir (Al-Walid bin Mughirah) untuk mendakinya.(Lihat QS. Al-Muddatstsir: 17).Menurut riwayat Imam Ahmad, setiap kalidia meletakkan tangannya di atas gunung tersebut, maka tangannyalangsung meleleh. Dan ketika diangkat kembali seperti semula. Dia akanmenghabiskan waktu selama 70 tahun untuk mendakinya, dan menuruninyaselama 70 tahun juga.&lt;br /&gt;2.. Di Jahannam juga terdapat lembah Al-Ghayy, yaitu lembah di dasarJahannam yang dialiri nanah bercampur darah dari para penghuni neraka.Lembah ini disediakan Allah kepada mereka yang meremehkan shalat danmengikuti syahwatnya.(Lihat QS. Maryam: 59).&lt;br /&gt;3.. Juga lembah Atsam yang berisi ular dan kalajengking, adzab didalamnya berlipat-lipat. Lembah ini diperuntukkan bagi mereka yangberbuat syirik, berzina dan membunuh jiwa tanpa hak.(Lihat QS.Al-Furqan: 68).&lt;br /&gt;4.. Ada juga lembah Maubiqa yang berisi nanah di dalam neraka Jahannam.Allah menyiapkannya untuk para penyembah berhala.(Lihat QS. Al-Kahfi:51-52).&lt;br /&gt;5.. Ada juga sebuah rumah bernama Al-Falaq, Ibnu Rajab mengatakan jikapintunya dibuka, maka seluruh penduduk neraka akan menjerit karena tidakmampu menahan panasnya. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;6.. Di Jahannam juga terdapat penjara Bulas dimana orang-orang yangmenyombongkan diri akan digiring seperti semut-semut kecil berbentukmanusia, mereka diselimuti dengan kobaran api dan terbenam dalamkeringat dan nanah yang bercampur darah penduduk neraka.(HR. Ahmad,hasan).&lt;br /&gt;7.. Belenggu Jahannam. Di dalam Jahannam ada tiga belenggu; Al-Aghlal,yaitu belenggu dari besi membara yang dipasang dileher penduduk neraka.(QS. Saba: 33),Al-Ashfad, yaitu tali api yang sangat kuat sehinggamembuat seseorang tak berdaya.(QS. Ibrahim: 49)dan As-Salasil, yaiturantai besi yang panjangnya 70 hasta.(QS. Al-Haqqah: 32).&lt;br /&gt;8.. Cambuk Jahannam. Allah berfirman: “Dan untuk mereka cambuk-cambukdari besi.”(QS. Al-Hajj: 21).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PARA PENJAGA NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah menggambarkan tentang karakter malaikat penjaga neraka, merekaadalah makhluk yang sangat keras dan kasar. Allah berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dariapi neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganyamalaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allahterhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakanapa yang diperintahkan.”(QS. At-Tahrim: 6).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MAKANAN DAN MINUMAN DI NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.. Pohon Zaqqum, mayangnya seperti kepala syetan, tumbuh di bawah dasarneraka Jahim, setiap yang memakannya, maka ususnya akan terburai.(QS.Ash-Shaffat: 62-68).&lt;br /&gt;2.. Pohon Dhari, yaitu pohon duri yang sangat keras, tidak dapatmenggemukkan dan tidak menghilangkan lapar, karena ia menyumbattenggorokan, tidak keluar dan tidak juga masuk ke dalam perut, demikianmenurut Ibnu Abbas.(QS. Al-Ghasiyah: 6).&lt;br /&gt;3.. Ghislin, yaitu nanah bercampur darah yang keluar dari tubuh pendudukneraka.(QS. Al-Haqqah: 35-37).&lt;br /&gt;4.. Al-Hamim, yaitu air yang sangat panas yang akan disuguhkan denganbesi panas yang ujungnya dibengkokkan.(QS. An-Naba’: 24-25).&lt;br /&gt;5.. Al-Ghassaq, air yang sangat dingin. Menurut Ibnu Umar ia adalahnanah kental yang jika setetesnya ditumpahkan di barat bumi, niscayapenduduk timur akan mencium baunya yang sangat busuk.&lt;br /&gt;6.. Ash-Shadid, (QS. Ibrahim: 16), yaitu air nanah bercampur darah. IbnuRajab berkata, air shadid akan membuat wajah mereka hangus, sekaligusmembuat seluruh kulit kepala dan rambutnya mengelupas.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PINTU-PINTU NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jahannam memiliki 7 pintu yang tiap-tiap pintu telah ditetapkan golonganyang akan memasukinya. Allah berfirman:“Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkankepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. Jahannam itumempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golonganyang tertentu dari mereka.”(QS. Al-Hijr: 43-44).&lt;br /&gt;Ibnu Juraij berkata tentang ayat tersebut:“Yang pertama adalah Jahannam, kemudian neraka Ladza, neraka Huthamah,neraka Sa’ir, neraka Saqar, Jahim dan Hawiyah”.Pintu-pintu neraka tertutup rapat, sebagaimana firman Allah:“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.” (QS. Al-Humazah: .“Mereka berada di dalam neraka yang ditutup rapat.” (QS. Al-Balad: 20).&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata:“Pintu-pintu neraka akan selalu tertutup sebelum dimasuki olehpenghuninya nanti pada hari kiamat. Hal ini sebagaimana yang disebutkandalam Al-Qur’an:“Orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan.Sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlahpintu-pintunya.”(QS. Az-Zumar: 71).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GAUNG KEGERAMAN SUARA NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang kafir dapat mendengar raungan suara neraka yang penuh dengankegeraman dari jarak yang jauh. Allah berfirman:“Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh, merekamendengar kegeramannya dan suara nyalanya.”(QS. Al-Furqan: 11).&lt;br /&gt;Juga firman-Nya:“Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara nerakayang mengerikan, sedang neraka itu menggelegak, hampir-hampir (neraka)itu terpecah lantaran marah.”(QS. Al-Mulk: 7).&lt;br /&gt;Ka’ab pernah berkata kepada Umar bin Khaththab:“Demi Allah, Neraka Jahannam akan mengeluarkan gaung suaranya. Tidak adasatu malaikat yang dekat kepada Allah atau makhluk yang lain kecualiakan terjatuh di atas kedua lututnya sambil berkata: “Ya Allah, padahari ini hendaklah manusia mengurus dirinya sendiri-sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KADAR HAWA DAN PANAS NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda:“Api kalian yang ada sekarang ini yang digunakan bani Adam untukmembakar hanyalah 1/70 dari api neraka jahannam.(HR. Bukhari danMuslim).&lt;br /&gt;Ibnu Rajab menukil pendapat Ka’ab kepada Umar bin Khaththab:“Seandainya neraka Jahannam dibuka seukuran hidung lembu di bumi sebelahtimur, dan ada seseorang di belahan bumi bagian barat, pasti otaknyaakan meleleh karena tidak mampu menahan panasnya”.&lt;br /&gt;Di antara penyebab hawa dan panas neraka sedemikian memuncak adalahtidak berfungsinya 3 unsur pendingin dari panas bagi manusia, yaitu air,angin dan naungan untuk berteduh. Air di jahannam adalah hamim (airpanas yang menggelegak),anginnya adalah samum (angin yang amat panas),sedang naungannya adalah yahmum (naungan berupa potongan-potongan asaphitam yang juga panas).(Lihat QS. Al-Waqi’ah: 41-44).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PERMOHONAN PENDUDUK NERAKA KEPADA PENDUDUK SURGA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para penduduk neraka merasa iri dengan apa yang Allah berikan kepadapenduduk surga berupa makanan dan minuman yang sangat nikmat, merekamerengek sekiranya di antara penduduk surga ada yang mau memberikansedikit saja kepada mereka. Di antara penduduk surga ada yang merasaiba, hingga hampir-hampir memberikannya. Namun Allah mengharamkanmanakan dan minuman itu bagi penduduk neraka.(Lihat QS. Al-A’raf:44-50).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BAHAN BAKAR NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dariapi neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;”(QS. At-Tahrim:6).&lt;br /&gt;Sebagian mufassir mengatakan bahwa batu tersebut adalah batu korek ataubelerang, ada yang mengatakan batu berhala yang dahulu disembah orangmusyrik, mereka menjadi bahan bakar neraka sebagai penghinaan atassesembahan mereka, begitu pula para penyembahnya.(Lihat QS. Al-Anbiya’:98-99).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KONDISI PENGHUNI NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.. Wajah mereka cacat dan terbakar. (QS. Al-Mukminun: 104).2.. Setiap kulit mereka matang karena terbakar, maka Allah akanmengganti kulit yang baru, begitulah seterusnya. (QS. An-Nisa’: 56).3.. Wajah yang hangus menghitam, karena kepala mereka akan disematkanmahkota api.4.. Penduduk neraka akan mengeluarkan bau yang sangat busuk dari tubuhmereka.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PAKAIAN DI NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.. Pakaian dari Qathiran yang terbuat dari tembaga yang dilebur.(QS.Ibrahim: 49-50).&lt;br /&gt;2.. Tikar dan selimut api (Mihad dan Ghawasy).(QS. Al-A’raf: 41).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SUMUR DAN JURANG NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kedalamannya sebagaimana yang digambarkan Rasulullah saw. dalam riwayatMuslim dari Abu Hurairah:“Pada suatu hari kami bersama Nabi saw. Lantas kami mendengar suarabenda jatuh, kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Tahukah kalian, suaraapakah itu?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabisaw. bersabda: “Itu adalah suara batu yang dikirim dari neraka jahannamsejak 70 tahun yang lalu. Dan sekarang baru sampai ke dasar neraka.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;LUAS JAHANNAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui luas dan besarnya jahannam, dapat dibayangkanseandainya jahannam itu memiliki 70.000 tali kekang dan setiap talikekang dipegang oleh 70.000 malaikat (Shahihul Jami’ 7.878). Juga denganmengetahui besarnya tubuh para penghuninya, yang gerahamnya sebesargunug Uhud, jarak antara kedua pundaknya sama dengan perjalanan 3 hari,tempat duduknya sejauh Makkah dan Madinah, bahkan seandainya seorangpenduduk neraka menangis, maka air matanya yang menetes dapat menjadikansebuah perahu berlayar di atasnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BERBAGAI BENTUK SIKSAAN BAGI PENDUDUK NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1.. Seringan-ringan siksa adalah seseorang yang memakai terompah daribara api, sehingga menyebabkan otaknya mendidih.(HR. Bukhari danMuslim).&lt;br /&gt;2.. Kepala mereka akan disiram dengan air panas sehingga melelehkan otakmereka, begitu pula isi perut dan kulit mereka.(QS. Al-Hajj: 19-21).&lt;br /&gt;3.. Wajah mereka akan diseret di atas bara api, juga dibolak-balikseperti daging bakar.(QS. Al-Ahzab: 66).&lt;br /&gt;4.. Wajahnya akan dihitamkan seperti tertutup kepingan malam yang gelapgulita.(QS. Yunus: 27).5.. Dikepung api dari segala penjuru.(QS. Al-Ankabut: 55 dan Az-Zumar:16).&lt;br /&gt;6.. Api membakar hati penduduk neraka, sehingga dari hati mereka keluarapi.&lt;br /&gt;7.. Isi perut manusia akan terburai (menimpa kepada Amru bin Luhay,orang yang pertama kali merubah ajaran tauhid nabi Ibrahim menjadipenyembahan terhadap berhala).&lt;br /&gt;8.. Terjun dari atas neraka, yaitu bagi mereka yang bunuh diri denganmenjatuhkan dirinya dari tempat yang tinggi.&lt;br /&gt;9.. Tidak pernah mati selamanya.(QS. Ibrahim: 17).&lt;br /&gt;10.. Siksaannya tidak pernah berhenti.(QS. Al-Mukmin: 49-50).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ULAR DAN KALAJENGKING JAHANNAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam menjelaskan firman Allah:“Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan disebabkan merekaselalu berbuat kerusakan.”(QS. An-Nahl: 88).&lt;br /&gt;Ibnu Mas’ud berkata:“Yaitu kalajengking yang taringnya seperti pohon kurma yang panjang.”Imam As-Sudi mengatakan bahwa ia adalah ular-ular di dalam neraka.Riwayat tentang ular dan kalajengking di neraka tidak ada yang marfu’sampai ke Nabi saw, kebanyakan mauquf pada sahabat dan sebagianisrailiyat. Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;JERITAN, RINTIHAN DAN LOLONGAN PENDUDUK NERAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di antara kengerian neraka; penduduknya merintih dan menjerit sertamelolong seperti keledai yang meringkik keras, yang demikian itu karenasaking pedihnya siksa yang dirasakan.(Lihat QS. Al-Anbiya’: 100, Hud:106 dan Fathir: 37).Penduduk neraka akan menangis sampai air matamereka habis, sehingga yang keluar dari matanya adalah darah, ya darah,bukan air lagi!Mereka merintih dan memohon agar dapat dikeluarkan dari siksa neraka,mereka berjanji akan beramal shalih jika dikembalikan di dunia. Namunharapan mereka adalah harapan kosong dan doa mereka adalah doa yangsia-sia. Malaikat berkata: “Sesungguhnya kalian akan tetap berada dineraka ini.”(QS. Az-Zukhruf: 77).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;SIAPAKAH PENDUDUK NERAKA&lt;/strong&gt;?&lt;br /&gt;Dari Al-Qur’an dan Sunnah yang shahih disimpulkan bahwa penduduk nerakaadalah orang yang musyrik, kafir, munafik, orang-orang sombong,orang-orang yang tidak mengingkari Thaghut (sesembahan yang disembahselain Allah) dan pemimpin zalim, para pezina dan homoseks, peminumkhamer (minuman keras), pemakan riba (seperti bunga Bank), uang judi(seperti togel, siji, Asuransi dll) dan harta anak yatim tanpa alasanyang benar, pembunuh orang mukmin tanpa hak, pelaku bunuh diri, orangyang tidak mau berjihad dan tidak mau membantu kaum muslimin yangtertindas dan diperangi, orang yang meninggalkan shalat, zakat, danshaum (puasa), para dayyuts (orang yang membiarkan perbuatan maksiatterjadi di hadapannya) dan orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya,dll.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Semoga kita tidak menjadi bagian dari Penduduk Neraka,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dan dijauhkan dari siksa api neraka .&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Amiin Ya Allah..!&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Wallahu A’lam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-8120456314515632080?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/8120456314515632080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=8120456314515632080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8120456314515632080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8120456314515632080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/dahsyatnya-api-neraka.html' title='DAHSYATNYA API NERAKA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-6632054767453863958</id><published>2008-12-09T20:46:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T20:51:08.716-08:00</updated><title type='text'>Fadhilah Membaca Al Qur’an</title><content type='html'>Membaca, Mendengar, Mengkhatamkan dan Adab Membacanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pengajian kami setiap orang mendapat amanah membawakan materi,  mula-mula saya  sih sebenarnya agak sunkan diberi amanah tersebut,  karena ilmunya juga  belum pantas untuk di sampaikan dikhalayak ramai, juga saya takut akan Firman Allah SWT (“Kabura maqtan ‘indallaaha…….) yang artinya : sangat  besar kemurkaan di sisi Allah SWT, apa-apa yang kamu katakan, tapi tidak di kerjakan”.  Tema pertama yang pernah saya bawakan adalah tentang” Sholat Khusuk”, (sebenarnya di tema tersebut saya belum sepenuhnya bisa melaksanakan sholat dengan khusuk, ada saja yang kadangkala membuat pikiran terbagi, namun sejak saat itu saya selalu berusaha memperbaikinya, walaupun belum sempurna kekhusukannya). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tiba lagi giliran saya harus menyampaikan materi Tausiah. Akhirnya saya putuskan untuk mengambil  Tema” Fadilah Membaca Al Qur’an”  karena saat itu saya lagi benar-benar ingin mendalami Al Quran,  ingin menghiasi rumah tangga kami dengan lantunan  Kalam Ilahi, menjadikannya sebagai petujuk, pedoman, dan pelajaran bagi siapa saja yang mempercayai dan mengamalkannya (QS. 2: 2,3,4). Karenanya saya ingin menjadi salah satu orang  yang mempercayai Al Quran, selalu bertambah cinta kepadanya, cinta untuk membacanya, mempelajari isinya, memahami maksudnya, mengamalkannya serta megajarkannya kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Membaca&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;Membaca Al Quran termasuk amal yang sangat mulia, dan Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda bagi yang melakukannya. Seorang mukmin akan menjadikan  Al Quran  sebaik-baik bacaan di  kala senang maupun susah, gembira  ataupun sedih. Malahan membaca  Al Quran  bukan saja menjadi amal ibadah, tetapi juga menjadi  penawar/obat bagi  jiwa (Q.S. Fushshilat :44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanakah letak keutamaan atau kelebihan martabat orang yang membaca Al Quran?&lt;br /&gt;Rasulullah menyatakan dengan 4 perumpaman „ Perumpamaan orang Mu’min yang membaca Al Qur’an adalah seperti Bunga Utrujjah (baunya harum dan rasanya lezat),  orang mukmin yang tak suka membaca Al Qur’an adalah seperti Buah Kurma (baunya tidak begitu harum, tapi manis rasanya), orang munafiq yang membaca Al Qur’an  ibarat Sekuntum Bunga (berbau harum, tetapi pahit rasanya), orang munafiq yang tak suka membaca Al Qur’an tak ubahnya seperti Buah Hanzalah (tidak berbau dan rasanya pahit sekali).(HR.Bukhari &amp;amp; Muslim):&lt;br /&gt;„Ada dua golongan manusia yang sungguh-sungguh orang  dengki kepadanya, yaitu orang yang diberi oleh Allah Kitab Suci Al Qur’an ini, dibacanya siang dan malam; dan orang yang dianugerahi Allah kekayaan harta, siang dan malam kekayaannya itu digunakannya untuk segala sesuatu yang diridhai Allah“ (HR. Bukhari  &amp;amp; Muslim).&lt;br /&gt;Rahmat Allah SWT terhadap orang yang membaca Al Quran  sangat besar.seperti dijelaskan oleh Hadist „ kepada kaum yang suka berjamaah di rumah-rumah ibadah,  membaca  Al Qur’an secara bergiliran dan mengajarkannya kepada sesama, akan turunlah kepadanya ketenangan dan ketentraman, akan terlimpah kepadanya rahmat dan mereka akan dijaga oleh malaikat, dan  Allah akan selalu mengingat mereka(Muslim dr. Abu Hurairah).&lt;br /&gt;Allah menjanjikan pahala yang berlipat ganda  bagi orang yang membaca Al Quran, seperti yang di katakan oleh Ali bin Abi Thalib:   50 x kebajikan dari tiap-tiap huruf yang diucapkannya, yaitu orang yang membaca Al Quran dalam shalat, 25x kebajikan, yaitu  membaca Al Quran diluar sholat dengan berwudhu’, 10 x kebajikan, yaitu:  membaca Al Qur’an diluar sholat dengan tidak berwudhu’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Mendengarkan bacaan Al Quran&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan orang membaca Al Quran  pahalanya sama dengan orang  yang membacanya. Tentang pahala orang mendengarkan bacaan Al Quran (QS. 7 :204)&lt;br /&gt;Semakin sering  orang membaca dan mendengarkannya, semakin tertarik hatinya kepada Al Quran. Apalagi jika Al Quran dibaca dengan lidah yang fasih, suara yang baik &amp;amp; merdu akan lebih berpengaruh kepada jiwa yang mendengarkannya. Keadaan orang mukmin  tatkala mendengarkan bacaan Al Quran digambarkan pada (QS. 8:2) . Rasulullah pun sangat suka mendengarkan bacaan Al Quran dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Membaca Al Quran sampai khatam&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Seorang mukmin yang begitu dalam cintanya kepada Al Quran, ketika ia membaca Al Quran seolah-olah jiwanya mengahadap kehadirat Allah SWT, menerima amanat dan hikmat suci, memohon limpah karunia serta rahmat dan pertolongan-Nya.  Sehingga tidak ada suatu kebahagiaan di dalam hatinya , melainkan bila dia dapat membaca Al Quran sampai khatam  dengan keikhlasan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;u&gt;Adab Membaca Al Quran&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;Imam Alghazali didalam kitabnya Ihya Ulumuddin menguraikan bagiamana tatacara  membaca Al Quran: Adab batin dan adab lahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Adab batin&lt;/em&gt; yaitu dengan hati dan jiwa: Bagimana cara hati membesarkan kalimat Allah SWT. Dia harus yakin bahwa kalam yang dibacanya adalah bukanlah kalam manusia, melainkan kalam Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Adab lahir&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;disunatkan membaca Al Quran sesudah berwudhu, lalu mengambilnya dengan tangankanan, dan    memegangnya dengan ke 2 belah tangan.&lt;br /&gt;disunatkan membacanya di tempat yang bersih, (surau , rumah mushallah), yang paling utama di Mesjid.&lt;br /&gt;disunatkan menghadap ke kiblat, khusuk dan tenang, sebaiknya dengan pakaian yang pantas.&lt;br /&gt;ketika membaca, mulut hendaknya bersih&lt;br /&gt;Sebelum membaca disunatkan membaca Ta awwudz&lt;br /&gt;disunatkan membaca  Al Quran dengan tartil (Q.S. 73:4)&lt;br /&gt;bagi orang yang sudah mengerti arti dan maksud ayat-ayat Al Quran disunatkan membacanya dengan    penuh perhatian dan pemikiran tentang ayat tsb dan maksudnya.&lt;br /&gt;disunatkan membaca  Al Quran dengan suara yang bagus lagi merdu (Zayyinulquraanabiaswaatikum)&lt;br /&gt; Janganlah diputuskan hanya karena hendak berbicara dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;"Batas untuk mempelajari Al Quran itu  hanya bila seseorang sudah diantar ke liang kubur."&lt;br /&gt; &lt;/strong&gt;Dikutip dari Yulis Zulfiadi&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Sumber:  Al Qur’anulkarim (Geschenk von Bilal Mosche Aachen)/ (Hadiah dari Mesjid Bilal Aachen).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-6632054767453863958?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/6632054767453863958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=6632054767453863958' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6632054767453863958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6632054767453863958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/fadhilah-membaca-al-quran.html' title='Fadhilah Membaca Al Qur’an'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-7175561143184615152</id><published>2008-12-09T17:33:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T17:42:47.487-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://blog.its.ac.id/syafii/2008/06/17/syair-pujian-peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw/" rel="bookmark"&gt;Syair Pujian Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Perlu kita ketahui bersama pentingnya mengetahui sejarah permulaan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Beliau Baginda Rosulullah SAW  adalah sosok figur tauladan ummat di permukaan bumi.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Datangnya bulan Rabi’ul Awwal selalu identik dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan Maulid sendiri pertama kali digelar pada tahun 1187 M atas prakarsa Sultan Shalahuddin al Ayyubi, Mesir (1138 - 1193), dengan maksud untuk membangkitkan semangat jihad kaum Muslim merebut kembali Yerussalem dari kekuasaan pasukan Salib.&lt;br /&gt;Pada tahun 1185 M, ketika menunaikan ibadah haji, Shalahuddin menyerukan perlunya membangkitkan semangat jihad tersebut. Untuk itu, beliau membuka sayembara menulis riwayat Rasululllah SAW dalam untaian puisi, yang kemudian dimenangkan oleh Syaikh Ja’far bin Abdul Karim al Barzanji. Dan syair sang iman itu berperan penting dalam usaha pembebasan kota Yerussalem.&lt;br /&gt;Hingga kini, tradisi peringatan itu pun tetap berjalan termasuk di Indonesia. Di berbagai tempat, umat Islam sibuk mempersiapkan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dari yang akan menggelar acara besar-besaran dan berdurasi panjang seperti perayaan tradisional Sekaten di Solo dan Yogya, sampai pengajian kecil-kecilan di rumah.&lt;br /&gt;Dari yang diikuti ribuan jemaah seperti Maulidan di kediaman para habib terkemuka, sampai yang cuma diikuti belasan orang di langgar kecil di kampung-kampung. Meski bentuk acaranya beragam, ada satu mata acara yang sama di berbagai tempat: pembacaan Maulid Nabi. Setiap daerah mempunyai bacaan Maulid favorit masing-masing.&lt;br /&gt;Di komunitas habaib, misalnya, yang biasa dibaca ialah Simthud Durat; karya Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi. Sementara kalangan pesantren tradisional di Jawa Timur lebih akrab dengan Maulid Ad-Diba’i karya Syaikh Ali bin Abdurrahman Ad-Diba’i Az-Zubaidi. Maulid yang sama juga dibaca oleh sebagian habib di Sampang, Madura.&lt;br /&gt;Lain lagi tradisi di sebagian pesisir utara Jawa. Di sana, kalangan pesantren dan majelis ta’lim kaum ibu menggemari pembacaan Maulid Barzanji, yang digubah oleh Syaikh Ja’far bin Abdul Karim Al-Barzanji. Ada juga komunitas habaib yang membaca Maulid Burdah, karya Imam Al-Bushiri, seperti di Kauman, Semarang. Selain membacaAl-Barzanji, sebagian warga Betawi juga ada yang membaca Maulid Azabi, karya Syaikh Ahmad Al-Azabi. Belakangan, di beberapa tempat juga dibaca Maulid Adh-Dhiyaul karya Al-Habib Umar bin Muhammad Bin Hafidz.&lt;br /&gt;Rata-rata, pembacanya alumnus Ma’had Darul Musthafa, Tarim, Hadhramaut, Yaman, yang memang diasuh oleh sang penggubah Maulid kontemporer tersebut.&lt;br /&gt;Pembacaan Maulid Nabi SAW memang salah satu khazanah kebudayaan Islam yang luar biasa. Keindahan gaya bahasa karya para ulama ahli sastra yang terdiri dari natsar (prosa) dan nazham (langgam qashidah) itu, bak rangkaian ratna mutu manikam. Ungkapan-ungkapannya yang cantik menawan, tak jarang menghanyutkan perasaan pembaca dan pendengarnya dalam samudera kecintaan kepada Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;Tak mengherankan, dalam pembacaan Maulid tersebut kerap kali dijumpai hadirin yang tersedu-sedu menangis karena terharu. Dan tak jarang, linangan air mata itu juga dibarengi histeria kerinduan kepada sang Nabi Akhir Zaman tersebut. Pengaruh psikologis yang dahsyat inilah yang dulu diharapkan oleh Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi, Mesir (1138-1 1 93 M), saat pertama kali mencetuskan penyelenggaraan pembacaan Maulid Nabi pada tahun 1187 M sehingga dapat menggugah kembali kesadaran semangat&lt;br /&gt;umat Islam. Upaya memelihara semangat dan ghirah keislaman itu jugalah yang akan ditonjolkan para ulama Nusantara saat memperkenalkan dan melestarikan perayaan Maulid Nabi.&lt;br /&gt;Dalam kitab Al-Hawi Fatawi, Imam Suyuthi menulis, “Sesungguhnya kelahiran Rasululluh SAW merupakan nikmat teragung yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita, dan wafatnya beliau adalah musibah terbesar bagi kita. Syariat telah memerintahkan kita untuk menampakkan rasa syukur atas nikmat yang kita peroleh, dan bersabar serta tenang dalam menghadapi musibah. Syariat juga memerintahkan kita untuk melakukan aqiqah bagi bayi yang lahir, sebagai perwujudan rasa syukur. Namun, ketika kematian tiba, syariat tidak memerintahkan untuk menyembelih kambing atau hewan lain. Bahkan syariat melarang untuk meratapi mayat dan menampakkan keluh kesah.”&lt;br /&gt;Dalam suatu riwayat, Sayyidina Abbas pernah menyampaikan bait-bait syair pujian di hadapan Nabi SAW dan sejumlah sahabat. Diriwayatkan bahwa usai Perang Tabuk, Sayidina ‘Abbas bin Abdul Muthalib, paman Nabi, menemui Rasulullah SAW, yang juga kemenakannya, ia berkata, “Aku ingin mengucapkan syair pujian bagimu.”&lt;br /&gt;Namun Nabi, yang memang enggan dipuji, berkata, “Semoga Allah menjaga gigimu dari kerontokan.”&lt;br /&gt;Lalu Sayidina ‘Abbas melantunkan syair yang menceritakan perjalanan hidup Nabi sejak sebelum lahir hingga saat kelahirannya:&lt;br /&gt;Sebelum terlahir ke duniaengkau hidup senang di surgaKetika aurat tertutup dedaunanengkau tersimpan di tempat aman&lt;br /&gt;Kemudian engkau turun ke bumiBukan sebagai manusiasegumpal darah maupun dagingtapi nutfah di perahu Nuh&lt;br /&gt;Ketika banjir menenggelamkan semuanyaanak-cucu Adam beserta keluarganyaengkau pindah dari sulbi ke rahimdari satu generasi ke generasiHingga kemuliaan dan kehormatanmuberlabuh di nasab terbaikyang mengalahkan semua bangsawan&lt;br /&gt;Ketika engkau lahir, bumi bersinarcakrawala bermandikan cahayamuKami pun berjalan di tengah cahayasinar dan jalan yang penuh petunjuk&lt;br /&gt;Pujian yang melambung bagi Rasulullah SAW, yang memang sudah selayaknya, mengingat akhlaq beliau yang mulia, sosok kepribadian beliau yang luar biasa sebagai contoh teladan yang baik (uswatun hasanah). Memang, Rasulullah SAW pernah melarang umatnya menyanjung dan memuja beliau secara berlebihan. Tapi, larangan itu dalam konteks yang berbeda.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits shahih beliau bersabda, “Janganlah kalian memujiku secara berlebihan seperti kaum Nasrani memuji Isa bin Maryam. Sesungguhnya aku adalah hamba -ya, maka ucapkanlah, ‘Hamba Allah dan Rasul-Nya’.” (HR Bukhari dan Ahmad).&lt;br /&gt;Mengenai hadits tersebut, para ulama menjelaskan dalam beberapa kitab bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW tidak pernah melarang umatnya memuji beliau. Yang beliau larang ialah pujian yang berlebihan, sebagaimana yang dilakukan oleh umat Nasrani kepada Nabi Isa AS, yaitu menempatkan beliau sebagai “anak Tuhan”. Inilah jenis pujianyang dilarang oleh Rasulullah SAW, dan inilah yang dimaksud dengan pujian yang berlebih-lebihan tersebut.&lt;br /&gt;Dan terbukti, sejak hadits tersebut diucapkan hingga kini, tak seorang pun mereka yang memuji Rasulullah SAW melebihi batasannya sebagai manusia. Dan tak seorang pun yang menuhankan beliau. Bahkan, semua pujian yang indah dan berbahasa sastra belum seberapa dibanding pujian Allah dalam Al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wallahu a’lam&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dikutip dari : &lt;em&gt;Syafii on June 17, 2008&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;Sumber http://infokito.net/syair-pujian-peringatan-maulid-nabi-muhammad-saw/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-7175561143184615152?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/7175561143184615152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=7175561143184615152' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7175561143184615152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7175561143184615152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/syair-pujian-peringatan-maulid-nabi.html' title=''/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-8625031692672610612</id><published>2008-12-08T12:53:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T21:52:46.890-08:00</updated><title type='text'>Keutamaan Bulan Ramadhan</title><content type='html'>Ahlan wasahlan Ya Ramadhan&lt;br /&gt;Syahrul Mubarak, syahrul Muwasah, Syahrus Shobr&lt;br /&gt;Sungguh bahagia kita masih diberikan oleh Allah SWT kenikmatan berupa kesehatan dan kesempatan untuk besama-sama dengan bulan suci ramadhan. Sebagaimana sabda Nabi SAW : "Barangsiapa yang didalam hatinya ada perasaan bahagia/senang dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, maka Allah SWT mengharamkan jasadnya disentuh api neraka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keutamaan Ramadhan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Tarbiyah untuk mencapai derajat taqwa.&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa. (QS Al Baqarah: 183). &lt;br /&gt;Bulan diturunkannya Al Qur’an.&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan, yang pada bulan itu Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk buat manusia dan penjelasan tentang petunjuk itu, dan sebagai pemisah (yang haq dan yang batil) (QS Al Baqarah: 185). &lt;br /&gt;Bulan yang paling utama, bulan penuh berkah.&lt;br /&gt;Bulan yang paling utama adalah bulan Ramadhan, dan hari yang paling utama adalah hari Jum’at (HR At-Thabarani) . Dari Ubadah bin Ash-Shamit, bahwa Rasulullah saw -pada suatu hari, ketika Ramadhan telah tiba- bersabda: Ramadhan telah datang kepada kalian, bulan yang penuh berkah, pada bulan itu Allah swt memberikan naungan-Nya kepada kalian. Dia turunkan Rahmat-Nya, Dia hapuskan kesalahan-kesalahan, dan Dia kabulkan do’a. pada bulan itu Allah swt akan melihat kalian berpacu melakukan kebaikan. Para malaikat berbangga dengan kalian, dan perlihatkanlah kebaikan diri kalian kepada Allah. Sesungguhnya orang yang celaka adalah orang yang pada bulan itu tidak mendapat Rahmat Allah swt”. (HR Ath-Thabarani) . &lt;br /&gt;Bulan ampunan dosa, bulan peluang emas melakukan ketaatan.&lt;br /&gt;Rasulullah saw bersabda: Shalat lima waktu, dari Jum’at ke Jum’at, dari Ramadhan ke Ramadhan, dapat menghapuskan dosa-dosa, apabila dosa-dosa besar dihindari. (HR Muslim). Barang siapa yang melakukan ibadah di malam hari bulan Ramadhan, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni. (Muttafaqun ‘alaih). Apabila Ramadhan datang, maka pintu-pintu syurga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syaithon-syaithon dibelenggu. (Muttafqun ‘alaih). &lt;br /&gt;Bulan dilipat gandakannya amal shaleh.&lt;br /&gt;Rabb-Mu berkata: “Setiap perbuatan baik dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali puasa, puasa itu untuk-Ku, dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai yang melindungi dari api neraka. Bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah lebih wangi dari pada parfum misik. Apabila orang bodoh berlaku jahil kepada seseorang diantara kamu yang tengah berpuasa, hendaknya ia katakan: “Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa”. (HR At-Tirmidzi).Khutbah Rasulullah saw menyongsong bulan suci Ramadhan sebagai bulan mulia, bulan ibadah, bulan santunan. Dari Salman RadhiyaLlahu ‘anhu, katanya: Rasulullah saw berkhutbah di tengah-tengah kami pada akhir bulan Sya’ban, beliau saw bersabda: “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaungi. Bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan.Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Bulan Ramadhan adalah bulan sabar, sabar itu balasannya syurga, Ramadhan adalah bulan santunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan ditambahkannya rizqi orang mukmin. Siapa yang memberikan makanan untuk berbuka kepada seorang yang berpuasa, balasannya adalah ampunan terhadap dosa-dosanya, dirinya dibebaskan dari neraka, dan dia mendapatkan pahala sebesar yang didapat oleh orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Sahabat berkomentar, kata mereka: “Ya Rasulullah, tidak setiap kami memiliki makanan untuk berbuka yang dapat diberikan kepada orang yang berpuasa? Sabda Rasulullah saw: “Pahal tersebut akan diberikan Allah, meskipun yang diberikan untuk berbuka bagi yang berpuasa hanya satu buah kurma, atau seteguk air, atau sesendok mentega.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka, siapa yang memberikan keringanan bagi hamba sahayanya pada bulan itu, Allah akan ampuni dosanya, dan dia dibebaskan dari neraka. Pada bulan ini, perbanyaklah empat hal, dua diantaranya membuat kamu diridhai Rabbmu, dan dua yang lainnya sesuatu yang sangat kamu butuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang membuat kamu diridhai Rabbmu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan &lt;br /&gt;Kamu meminta ampunan kepada-Nya. &lt;br /&gt;Sedangkan dua hal lainnya yang sangat kamu butuhkan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu meminta syurga kepada Allah, dan &lt;br /&gt;Kamu minta dilindungi dari neraka. &lt;br /&gt;Siapa yang memberikan minum kepada orang yang berpuasa, Allah akan memberikan minuman kepadanya dari telagaku yang tidak akan menjadi haus sampai dia masuk syurga”. (HR Ibnu Khuzaimah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan bulan jihad, bulan kemenangan.&lt;br /&gt;Sejarah mencatat, bahwa pada bulan suci Ramadhan inilah beberapa kesuksesan dan kemenangan besar diraih ummat Islam, yang sekaligus membuktikan bahwa Ramadhan bukan bulan malas dan lemah, tapi merupakan bulankuat, bulan jihad, bulan kemenangan. Perang Badar Kubro yang diabadikan dalam Al Qur’an sebagai yaumul furqan, dan ummat Islam saat itu meraih kemenangan besar, terjadi pada tanggal 17 Ramadhan tahun 2 Hijriyah. Dan saat itu, gembong kebatilan: Abu Jahal, terbunuh.Pada bulan Ramadhan pula fathu Makkah terjadi, yang dibadaikan dalam Al Qur’an sebagai Fathan Mubiiina, tepatnya pada tanggal 10 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Serangkaian peristiwa besar lainnya juga terjadi pada bulan Ramadhan, seperti: beberapa pertempuran dalam perang Tabuk, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 (sembilan) Hijriyah. Tersebarnya Islam di Yaman pada bulan Ramadhan tahun 10 Hijriyah. Khalid bin Al Walid menghancurkan berhala Uzza pada tanggal 25 Ramadhan tahun 8 (delapan) Hijriyah. Dihancurkannya berhala Latta pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijriyah.Ditaklukkannya Andalus (Spanyol sekarang) di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad pada tanggal 28 Ramadhan tahun 92 Hijriyah. Peperangan ‘Ain Jalut, dimana untuk pertama kalinya pasukan Islam berhasil mengalahkan bangsa Mongol Tartar, yang sebelumnya sempat dianggap mustahil, juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 658 Hijriyah. Dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bulan Al-Qur'an&lt;br /&gt;Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk (Al-Qur'an) pada malam Lailatul Qadar, suatu malam di bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman (yang artinya): “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur" [Al-Baqarah : 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku -mudah-mudahan Allah meberkatimu- sesungguhnya sifat bulan Ramadhan adalah sebagai bulan yang diturunkan padanya Al-Qur'an, dan kalimat sesudahnya dengan huruf (fa) yang menyatakan illat dan sebab: ".... barangsiapa yang melihatnya hendaklah berpuasa" memberikan isyarat illat (penjelas sebab) yakni sebab dipilihnya Ramadhan adalah karena bulan tersebut adalah bulan yang diturunkan padanya Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dibelenggunya Syaithan, Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka dan Dibukanya Pintu-Pintu Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ini kejelekan menjadi sedikit, karena dibelenggu dan diikatnya jin-jin jahat dengan salasil (rantai), belenggu dan ashfad. Mereka tidak bisa bebas merusak manusia sebagaimana bebasnya di bulan yang lain, karena &lt;br /&gt;kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga hancurlah syahwat, dan juga karena bacaan Al-Qur'an serta seluruh ibadah yang mengatur dan membersihkan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman (yang artinya): “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" [Al-Baqarah : 183]&lt;br /&gt;Maka dari itu ditutupnya pintu-pintu jahannam dan dibukanya pintu-pintu surga, (disebabkan) karena (pada bulan itu) amal-amal shaleh banyak dilakukan dan ucapan-ucapan yang baik berlimpah ruah (yakni ucapan-ucapan yang &lt;br /&gt;mengandung kebaikan banyak dilafadzkan oleh kaum mukminin -red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda (yang artinya): “Jika datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga [dalam riwayat Muslim: "Dibukalah pintu-pintu rahmat"] dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan" [Hadits Riwayat Bukhari 4/97 dan Muslim 1079]&lt;br /&gt;Semuanya itu sempurna di awal bulan Ramadhan yang diberkahi, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (yang artinya):&lt;br /&gt;"Jika datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka, dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru; "Wahai orang yang ingin kebaikan, lakukanlah! Wahai orang yang ingin kejelekan, kurangilah! Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam" [Diriwayatkan oleh Tirmidzi 682 dan Ibnu Khuzaimah 3/188 dari jalan Abi Bakar bin Ayyasy dari Al-A'masy dari Abu Hurairah. Dan sanad hadits ini Hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Malam Lailatul Qadar&lt;br /&gt;Engkau telah mengetahui, wahai hamba yang mukmin bahwa Allah Jalla Jalaluhu memilih bulan Ramadhan karena diturunkan padanya Al-Qur'an. Hari yang paling mulia di sisi Allah adalah pada bulan diturunkannya Al-Qur'an hingga harus dikhususkan dengan berbagai macam amalan. Hal ini akan dijelaskan secara terperinci dalam pembahasan malam Lailatul Qadar, Insya Allah.&lt;br /&gt;Sesungguhnya jika satu nikmat dicapai oleh kaum muslimin, mengharuskan adanya tambahan amal sebagai wujud dari rasa syukur kepada Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah setelah menceritakan sempurnanya nikmat bulan &lt;br /&gt;Ramadhan (yang artinya): “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur" [Al-Baqarah : 185].&lt;br /&gt;Firman Allah Tabaraka wa Ta'ala setelah selesai (menyebutkan) nikmat haji (yang artinya) : “Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah. Sebagaiman kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikir lebih banyak dari itu" [Al-Baqarah : 200]&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu: Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi khabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i) &lt;br /&gt;Dari Ubadah bin ash-Shamit, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan keberkahan, AIlah mengunjungimu pada bulan ini dengan menurunkan rahmat, menghapus dosa-dosa dan mengabulkan do'a. Allah melihat berlomba-lombanya kamu pada bulan ini dan membanggakanmu kepada para malaikat-Nya, maka tunjukkanlah kepada Allah hal-hal yang baik dari dirimu. Karena orang yang sengsara ialah orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah di bulan ini." (HR.Ath-Thabrani, dan para periwayatnya terpercaya. Al-Mundziri berkata: "Diriwayatkan oleh an-Nasa'i dan al-Baihaqi, keduanya dari Abu Qilabah, dari Abu Hurairah, tetapi setahuku dia tidak pemah mendengar darinya.")&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullahshallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Umatku pada bulan Ramadhan diberi lima keutamaan yang tidak diberikan kepada umat sebelumnya, yaitu: bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma kesturi, para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka sampai mereka berbuka, Allah 'Azza wa Jalla setiap hari menghiasi surga-Nya lalu berfirman (kepada surga), "Hampir tiba saatnya para hamba-Ku yang shalih dibebaskan dari beban dan derita serta mereka menuju kepadamu". Pada bulan ini para jin yang jahat diikat sehingga mereka tidak bebas bergerak seperti pada bulan lainnya, dan diberikan kepada ummatku ampunan pada akhir malam." Beliau ditanya, "Wahai Rasulullah apakah malam itu Lailatul Qadar?" Jawab beliau, "Bukan. Namun orang yang beramal tentu diberi balasannya jika telah menyelesaikan amalnya." (HR. Ahmad. Isnad hadits tersebut dha'if, dan di antara bagiannya ada nash-nash lain yang memperkuatnya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-8625031692672610612?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/8625031692672610612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=8625031692672610612' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8625031692672610612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8625031692672610612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/keutamaan-bulan-ramadhan.html' title='Keutamaan Bulan Ramadhan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-6857610823891130450</id><published>2008-12-05T22:31:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:32:01.146-08:00</updated><title type='text'>Mazhab Maliki</title><content type='html'>&lt;a title="Mazhab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab"&gt;Mazhab&lt;/a&gt; Maliki (&lt;a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab"&gt;Arab&lt;/a&gt;: &lt;a class="extiw" title="ar:مالكية" href="http://ar.wikipedia.org/wiki/%D9%85%D8%A7%D9%84%D9%83%D9%8A%D8%A9"&gt;مالكية&lt;/a&gt;) adalah satu dari empat &lt;a title="Mazhab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab"&gt;mazhab&lt;/a&gt; &lt;a title="Fiqih" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fiqih"&gt;fiqih&lt;/a&gt; atau hukum Islam dalam &lt;a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni"&gt;Sunni&lt;/a&gt;. Dianut oleh sekitar 15% umat &lt;a title="Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muslim"&gt;Muslim&lt;/a&gt;, kebanyakan di &lt;a title="Afrika Utara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Utara"&gt;Afrika Utara&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Afrika Barat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika_Barat"&gt;Afrika Barat&lt;/a&gt;. Mazhab ini didirikan oleh Imam &lt;a title="Malik bin Anas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malik_bin_Anas"&gt;Malik bin Anas&lt;/a&gt; atau bernama lengkap Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amirul Ashbani.&lt;br /&gt;Mazhab ini berpegang pada :&lt;br /&gt;&lt;a title="Al-Qur'an" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Qur%27an"&gt;Al-Qur'an&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits"&gt;Hadits&lt;/a&gt; Rasulullah yang dipandang sah&lt;br /&gt;Ijma' ahlul Madinah. Terkadang menolak hadits yang berlawanan atau yang tak diamalkan ulama Madinah&lt;br /&gt;Qiyas&lt;br /&gt;Istilah&lt;br /&gt;Mazhab ini kebanyakan dianut oleh penduduk Tunisia, Maroko, al-Jazair, Mesir Atas dan beberapa daerah taslim Afrika.&lt;br /&gt;Mazhab ini menjadi dasar hukum &lt;a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi"&gt;Arab Saudi&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-6857610823891130450?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/6857610823891130450/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=6857610823891130450' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6857610823891130450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6857610823891130450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/mazhab-maliki.html' title='Mazhab Maliki'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-8851116603199369808</id><published>2008-12-05T22:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:31:10.401-08:00</updated><title type='text'>Mazhab Hambali</title><content type='html'>Mazhab Hambali / Imam &lt;a class="mw-redirect" title="Ahmad bin Hanbal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_bin_Hanbal"&gt;Ahmad bin Hanbal&lt;/a&gt; dicetuskan oleh &lt;a class="mw-redirect" title="Ahmad bin Muhammad Hanbal bin Hilal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_bin_Muhammad_Hanbal_bin_Hilal"&gt;Ahmad bin Muhammad Hanbal bin Hilal&lt;/a&gt;. Dasar-dasarnya yang pokok ialah berpegang pada :&lt;br /&gt;al-Qur-an&lt;br /&gt;Hadits marfu'&lt;br /&gt;Fatwa sahabat dan mereka yang lebih dekat pada al-Qur-an dan hadits, di antara fatwa yang berlawanan&lt;br /&gt;Hadits mursal&lt;br /&gt;Qiyas&lt;br /&gt;Mazhab ini dianut kebanyakan penduduk &lt;a class="mw-redirect" title="Hejaz" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hejaz"&gt;Hejaz&lt;/a&gt;, di pedalaman &lt;a title="Oman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oman"&gt;Oman&lt;/a&gt; dan beberapa tempat sepanjang Teluk Persia dan di beberapa kota &lt;a title="Asia Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tengah"&gt;Asia Tengah&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-8851116603199369808?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/8851116603199369808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=8851116603199369808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8851116603199369808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8851116603199369808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/mazhab-hambali.html' title='Mazhab Hambali'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-4289447906403552328</id><published>2008-12-05T22:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:25:14.092-08:00</updated><title type='text'>Mazhab Hanafi</title><content type='html'>&lt;em&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Mazhab Hanafi ialah salah satu &lt;a title="Mazhab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab"&gt;mazhab&lt;/a&gt; fiqh dalam &lt;a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt; Sunni. Mazhab ini didirikan oleh &lt;a class="mw-redirect" title="Imam Hanafi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Hanafi"&gt;Imam Hanafi&lt;/a&gt;, dan terkenal sebagai mazhab yang paling terbuka kepada idea modern. Mazhab ini diamalkan terutama sekali di kalangan orang Islam Sunni &lt;a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt;, &lt;a title="Turki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Turki"&gt;Turki&lt;/a&gt;, &lt;a class="new" title="Anak-benua India (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Anak-benua_India&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;anak-benua India&lt;/a&gt;, &lt;a title="Tiongkok" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok"&gt;Tiongkok&lt;/a&gt; dan sebagian Afrika Barat, walaupun pelajar Islam seluruh dunia belajar dan melihat pendapatnya mengenai amalan Islam. Mazhab Hanafi merupakan mazhab terbesar dengan 30% pengikut.&lt;br /&gt;Kehadiran mazhab-mazhab ini mungkin tidak bisa dilihat sebagai perbedaan mutlak seperti dalam agama &lt;a class="mw-redirect" title="Kristen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kristen"&gt;Kristen&lt;/a&gt; (&lt;a title="Protestan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan"&gt;Protestan&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Katolik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katolik"&gt;Katolik&lt;/a&gt;) dan beberapa agama lain. Sebaliknya ini merupakan perbedaan melalui pendapat logika dan ide dalam memahami &lt;a title="Islam" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Islam"&gt;Islam&lt;/a&gt;. Perkara pokok seperti akidah atau tauhid masih sama dan tidak berubah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-4289447906403552328?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/4289447906403552328/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=4289447906403552328' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/4289447906403552328'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/4289447906403552328'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/mazhab-hanafi.html' title='Mazhab Hanafi'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-9202352001701236738</id><published>2008-12-05T22:09:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:12:33.976-08:00</updated><title type='text'>Mazhab Syafi'i</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="image" title="Mosque02.svg" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mosque02.svg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mazhab Syafi'i (&lt;a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab"&gt;bahasa Arab&lt;/a&gt;: شافعية , Syaf'iyah) adalah mazhab &lt;a title="Fiqih" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fiqih"&gt;fiqih&lt;/a&gt; yang dicetuskan oleh &lt;a class="mw-redirect" title="Imam Syafi'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Syafi%27i"&gt;Muhammad bin Idris asy-Syafi'i&lt;/a&gt; atau yang lebih dikenal dengan nama &lt;a class="mw-redirect" title="Imam Syafi'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Syafi%27i"&gt;Imam Syafi'i&lt;/a&gt;. Mazhab ini kebanyakan dianut para penduduk &lt;a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt; bawah, &lt;a title="Arab Saudi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Arab_Saudi"&gt;Arab Saudi&lt;/a&gt; bagian barat, &lt;a title="Suriah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suriah"&gt;Suriah&lt;/a&gt;, &lt;a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt;, &lt;a title="Malaysia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;, &lt;a title="Brunei" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Brunei"&gt;Brunei&lt;/a&gt;, &lt;a title="Pantai Koromandel" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pantai_Koromandel"&gt;pantai Koromandel&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" title="Malabar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malabar"&gt;Malabar&lt;/a&gt;, &lt;a title="Hadramaut" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadramaut"&gt;Hadramaut&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Bahrain" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahrain"&gt;Bahrain&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a id="Sejarah" name="Sejarah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sejarah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pemikiran fiqh mazhab ini diawali oleh Imam Syafi'i, yang hidup di zaman pertentangan antara aliran Ahlul Hadits (cenderung berpegang pada teks hadist) dan Ahlur Ra'yi (cenderung berpegang pada akal pikiran atau ijtihad). Imam Syafi'i belajar kepada &lt;a class="mw-redirect" title="Imam Malik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Malik"&gt;Imam Malik&lt;/a&gt; sebagai tokoh Ahlul Hadits, dan Imam Muhammad bin Hasan asy-Syaibani sebagai tokoh Ahlur Ra'yi yang juga murid &lt;a class="mw-redirect" title="Imam Abu Hanifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Abu_Hanifah"&gt;Imam Abu Hanifah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Imam Syafi'i kemudian merumuskan aliran atau mazhabnya sendiri, yang dapat dikatakan berada di antara kedua kelompok tersebut. Imam Syafi'i menolak Istihsan dari Imam Abu Hanifah maupun Mashalih Mursalah dari Imam Malik. Namun demikian Mazhab Syafi'i menerima penggunaan qiyas secara lebih luas ketimbang Imam Malik. Meskipun berbeda dari kedua aliran utama tersebut, keunggulan Imam Syafi'i sebagai ulama &lt;a class="mw-redirect" title="Fiqh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fiqh"&gt;fiqh&lt;/a&gt;, &lt;a class="mw-redirect" title="Ushul fiqh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ushul_fiqh"&gt;ushul fiqh&lt;/a&gt;, dan &lt;a title="Hadits" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hadits"&gt;hadits&lt;/a&gt; di zamannya membuat mazhabnya memperoleh banyak pengikut; dan kealimannya diakui oleh berbagai ulama yang hidup sezaman dengannya.&lt;br /&gt;&lt;a id="Dasar-dasar" name="Dasar-dasar"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Dasar-dasar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dasar-dasar Mazhab Syafi'i dapat dilihat dalam kitab ushul fiqh Ar-Risalah dan kitab fiqh al-Umm. Di dalam buku-buku tersebut Imam Syafi'i menjelaskan kerangka dan prinsip mazhabnya serta beberapa contoh merumuskan hukum far'iyyah (yang bersifat cabang). Dasar-dasar mazhab yang pokok ialah berpegang pada hal-hal berikut.&lt;br /&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Al-Quran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al-Quran"&gt;Al-Quran&lt;/a&gt;, tafsir secara lahiriah, selama tidak ada yang menegaskan bahwa yang dimaksud bukan arti lahiriahnya. Imam Syafi'i pertama sekali selalu mencari alasannya dari Al-Qur'an dalam menetapkan hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;a title="Sunnah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunnah"&gt;Sunnah&lt;/a&gt; dari &lt;a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad"&gt;Rasulullah SAW&lt;/a&gt; kemudian digunakan jika tidak ditemukan rujukan dari Al-Quran. Imam Syafi'i sangat kuat pembelaannya terhadap sunnah sehingga dijuluki Nashir As-Sunnah (pembela Sunnah Nabi).&lt;br /&gt;&lt;a title="Ijma" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ijma"&gt;Ijma'&lt;/a&gt; atau kesepakatan para Sahabat Nabi, yang tidak terdapat perbedaan pendapat dalam suatu masalah. Ijma' yang diterima Imam Syafi'i sebagai landasan hukum adalah ijma' para sahabat, bukan kesepakatan seluruh mujtahid pada masa tertentu terhadap suatu hukum; karena menurutnya hal seperti ini tidak mungkin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;a title="Qiyas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Qiyas"&gt;Qiyas&lt;/a&gt; yang dalam Ar-Risalah disebut sebagai ijtihad, apabila dalam ijma' tidak juga ditemukan hukumnya. Akan tetapi Imam Syafi'i menolak dasar istihsan dan istislah sebagai salah satu cara menetapkan hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;a id="Qaul_Qadim_dan_Qaul_Jadid" name="Qaul_Qadim_dan_Qaul_Jadid"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Qaul Qadim dan Qaul Jadid&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i pada awalnya pernah tinggal menetap di &lt;a class="mw-redirect" title="Baghdad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baghdad"&gt;Baghdad&lt;/a&gt;. Selama tinggal di sana ia mengeluarkan ijtihad-ijtihadnya, yang biasa disebut dengan istilah Qaul Qadim ("pendapat yang lama").&lt;br /&gt;Ketika kemudian pindah ke &lt;a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt; karena munculnya aliran &lt;a title="Mu'taziliyah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mu%27taziliyah"&gt;Mu’tazilah&lt;/a&gt; yang telah berhasil mempengaruhi kekhalifahan, ia melihat kenyataan dan masalah yang berbeda dengan yang sebelumnya ditemui di Baghdad. Ia kemudian mengeluarkan ijtihad-ijtihad baru yang berbeda, yang biasa disebut dengan istilah Qaul Jadid ("pendapat yang baru").&lt;br /&gt;Imam Syafi'i berpendapat bahwa tidak semua qaul jadid menghapus qaul qadim. Jika tidak ditegaskan penggantiannya dan terdapat kondisi yang cocok, baik dengan qaul qadim ataupun dengan qaul jadid, maka dapat digunakan salah satunya. Dengan demikian terdapat beberapa keadaan yang memungkinkan kedua qaul tersebut dapat digunakan, dan keduanya tetap dianggap berlaku oleh para pemegang Mazhab Syafi'i.&lt;br /&gt;&lt;a id="Penyebaran" name="Penyebaran"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Penyebaran&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Penyebar-luasan pemikiran Mazhab Syafi'i berbeda dengan &lt;a title="Mazhab Hanafi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Hanafi"&gt;Mazhab Hanafi&lt;/a&gt; dan &lt;a title="Mazhab Maliki" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Maliki"&gt;Mazhab Maliki&lt;/a&gt;, yang banyak dipengaruhi oleh kekuasaan &lt;a title="Khalifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khalifah"&gt;kekhalifahan&lt;/a&gt;. Pokok pikiran dan prinsip dasar Mazhab Syafi'i terutama disebar-luaskan dan dikembangkan oleh para muridnya. Murid-murid utama Imam Syafi'i di Mesir, yang menyebar-luaskan dan mengembangkan Mazhab Syafi'i pada awalnya adalah:&lt;br /&gt;Yusuf bin Yahya al-Buwaiti (w. 846)&lt;br /&gt;Abi Ibrahim Ismail bin Yahya al-Muzani (w. 878)&lt;br /&gt;Ar-Rabi bin Sulaiman al-Marawi (w. 884)&lt;br /&gt;&lt;a title="Imam Ahmad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ahmad"&gt;Imam Ahmad bin Hanbal&lt;/a&gt; yang terkenal sebagai ulama hadits terkemuka dan pendiri fiqh &lt;a title="Mazhab Hambali" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Hambali"&gt;Mazhab Hambali&lt;/a&gt;, juga pernah belajar kepada &lt;a class="mw-redirect" title="Imam Syafi'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Syafi%27i"&gt;Imam Syafi'i&lt;/a&gt;. Selain itu, masih banyak ulama-ulama yang terkemudian yang mengikuti dan turut menyebarkan Mazhab Syafi'i, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;a title="Abu al-Hasan al-Asy'ari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_al-Hasan_al-Asy%27ari"&gt;Imam Abu al-Hasan al-Asy'ari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Imam Bukhari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Bukhari"&gt;Imam Bukhari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Imam Muslim" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Muslim"&gt;Imam Muslim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Imam Nasa'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Nasa%27i"&gt;Imam Nasa'i&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Imam Baihaqi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Baihaqi"&gt;Imam Baihaqi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Imam Turmudzi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Turmudzi"&gt;Imam Turmudzi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Imam Ibnu Majah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Ibnu_Majah"&gt;Imam Ibnu Majah&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Tabari" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tabari"&gt;Imam Tabari&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Ibnu Hajar Al 'Asqalani" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Hajar_Al_%27Asqalani"&gt;Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Imam Abu Daud" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Abu_Daud"&gt;Imam Abu Daud&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Imam Nawawi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Nawawi"&gt;Imam Nawawi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Suyuti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Suyuti"&gt;Imam as-Suyuti&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a title="Ibnu Katsir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ibnu_Katsir"&gt;Imam Ibnu Katsir&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="new" title="Imam adz-Dzahabi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Imam_adz-Dzahabi&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Imam adz-Dzahabi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a class="new" title="Imam al-Hakim (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Imam_al-Hakim&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Imam al-Hakim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a id="Peninggalan" name="Peninggalan"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Peninggalan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Imam Syafi'i terkenal sebagai perumus pertama metodologi hukum Islam. &lt;a class="mw-redirect" title="Ushul fiqh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ushul_fiqh"&gt;Ushul fiqh&lt;/a&gt; (atau metodologi hukum Islam), yang tidak dikenal pada masa Nabi dan sahabat, baru lahir setelah Imam Syafi'i menulis Ar-Risalah. Mazhab Syafi'i umumnya dianggap sebagai mazhab yang paling konservatif di antara mazhab-mazhab fiqh Sunni lainnya. Dari mazhab ini berbagai ilmu keislaman telah bersemi berkat dorongan metodologi hukum Islam yang dikembangkan para pendukungnya.&lt;br /&gt;Karena metodologinya yang sistematis dan tingginya tingkat ketelitian yang dituntut oleh Mazhab Syafi'i, terdapat banyak sekali ulama dan penguasa di dunia Islam yang menjadi pendukung setia mazhab ini. Di antara mereka bahkan ada pula yang menjadi pakar terhadap keseluruhan mazhab-mazhab &lt;a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni"&gt;Sunni&lt;/a&gt; di bidang mereka masing-masing. Saat ini, Mazhab Syafi'i diperkirakan diikuti oleh 28% umat Islam sedunia, dan merupakan mazhab terbesar kedua dalam hal jumlah pengikut setelah &lt;a title="Mazhab Hanafi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Hanafi"&gt;Mazhab Hanafi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a id="Referensi" name="Referensi"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Abu Zahrah, Muhammad, Imam Syafi'i: Biografi dan Pemikirannya dalam Masalah Akidah, Politik &amp;amp; Fiqih, Penerjamah: Abdul Syukur dan Ahmad Rivai Uthman, Penyunting: Ahmad Hamid Alatas, Cet.2 (Jakarta: Lentera, 2005).&lt;br /&gt;Al-Qaththan, Syaikh Manna', Pengantar Studi Ilmu Al-Qur'an, Penerjemah: H. Aunur Rafiq El-Mazni, Lc., MA., Penyunting: Abduh Zulfidar Akaha, Lc., Cet.1 (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2006).&lt;br /&gt;Yatim, Badri, Sejarah Peradaban Islam, Ed.1, Cet.12 (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2001).&lt;br /&gt;Imam Muslim, Terjemah Hadits Shahih Muslim, Penerjemah: Ahmad Sunarto (Bandung: Penerbit "Husaini" Bandung, 2002).&lt;br /&gt;Al Imam Al Bukhari, Terjemah Hadits Shahih Bukhari, Penerjemah: Umairul Ahbab Baiquni dan Ahmad Sunarto (Bandung: Penerbit "Husaini" Bandung, tanpa tahun).&lt;br /&gt;&lt;a id="Lihat_pula" name="Lihat_pula"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-9202352001701236738?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/9202352001701236738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=9202352001701236738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/9202352001701236738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/9202352001701236738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/mazhab-syafii.html' title='Mazhab Syafi&apos;i'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-1753874315616900793</id><published>2008-12-05T22:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T22:06:58.039-08:00</updated><title type='text'>Al Imam Asy-Syafi'i R. A</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Idris asy-Syafi`i (&lt;a title="Bahasa Arab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Arab"&gt;bahasa Arab&lt;/a&gt;: محمد بن إدريس الشافعي) yang akrab dipanggil Imam Syafi'i (&lt;a title="Gaza" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaza"&gt;Gaza&lt;/a&gt;, &lt;a title="Palestina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina"&gt;Palestina&lt;/a&gt;, 150 H / &lt;a title="767" href="http://id.wikipedia.org/wiki/767"&gt;767&lt;/a&gt; - Fusthat, &lt;a title="Mesir" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mesir"&gt;Mesir&lt;/a&gt; 204H / &lt;a title="819" href="http://id.wikipedia.org/wiki/819"&gt;819&lt;/a&gt;M) adalah seorang &lt;a title="Mufti" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mufti"&gt;mufti&lt;/a&gt; besar &lt;a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni"&gt;Sunni&lt;/a&gt; Islam dan juga pendiri &lt;a title="Mazhab Syafi'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Syafi%27i"&gt;mazhab Syafi'i&lt;/a&gt;. Imam Syafi'i juga tergolong kerabat dari &lt;a title="Rasulullah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasulullah"&gt;Rasulullah&lt;/a&gt;, ia termasuk dalam &lt;a title="Bani Muththalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Muththalib"&gt;Bani Muththalib&lt;/a&gt;, yaitu keturunan dari &lt;a class="new" title="Muththalib bin 'Abd al-Manaf (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muththalib_bin_%27Abd_al-Manaf&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;al-Muththalib&lt;/a&gt;, saudara dari &lt;a title="Hasyim bin 'Abd al-Manaf" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hasyim_bin_%27Abd_al-Manaf"&gt;Hasyim&lt;/a&gt;, yang merupakan kakek &lt;a title="Muhammad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad"&gt;Muhammad&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Saat usia 20 tahun, Imam Syafi'i pergi ke &lt;a title="Madinah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Madinah"&gt;Madinah&lt;/a&gt; untuk berguru kepada ulama besar saat itu, &lt;a title="Malik bin Anas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malik_bin_Anas"&gt;Imam Malik&lt;/a&gt;. Dua tahun kemudian, ia juga pergi ke &lt;a title="Irak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irak"&gt;Irak&lt;/a&gt;, untuk berguru pada murid-murid &lt;a title="Abu Hanifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Hanifah"&gt;Imam Hanafi&lt;/a&gt; di sana.&lt;br /&gt;Imam Syafi`i mempunyai dua dasar berbeda untuk &lt;a title="Mazhab Syafi'i" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mazhab_Syafi%27i"&gt;Mazhab Syafi'i&lt;/a&gt;. Yang pertama namanya Qaulun Qadim dan Qaulun Jadid.&lt;br /&gt;&lt;a id="Kelahiran_dan_kehidupan_keluarga" name="Kelahiran_dan_kehidupan_keluarga"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[&lt;a title="Sunting bagian: Kelahiran dan kehidupan keluarga" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Imam_Asy-Syafi%27i&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=1"&gt;sunting&lt;/a&gt;] Kelahiran dan kehidupan keluarga&lt;br /&gt;&lt;a id="Kelahiran" name="Kelahiran"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[&lt;a title="Sunting bagian: Kelahiran" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Imam_Asy-Syafi%27i&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=2"&gt;sunting&lt;/a&gt;] Kelahiran&lt;br /&gt;Kebanyakan ahli sejarah berpendapat bahwa Imam Syafi'i lahir di &lt;a title="Gaza" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gaza"&gt;Gaza&lt;/a&gt;, &lt;a title="Palestina" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Palestina"&gt;Palestina&lt;/a&gt;, namun diantara pendapat ini terdapat pula yang menyatakan bahwa dia lahir di &lt;a class="new" title="Asqalan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Asqalan&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;Asqalan&lt;/a&gt;; sebuah kota yang berjarak sekitar tiga farsakh dari Gaza. Menurut para ahli sejarah pula, Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 H, yang mana pada tahun ini wafat pula seorang ulama besar &lt;a title="Sunni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sunni"&gt;Sunni&lt;/a&gt; yang bernama &lt;a class="mw-redirect" title="Imam Abu Hanifah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Imam_Abu_Hanifah"&gt;Imam Abu Hanifah&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a id="Nasab" name="Nasab"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nasab Beliau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i merupakan keturunan dari &lt;a class="new" title="Muththalib bin 'Abd al-Manaf (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muththalib_bin_%27Abd_al-Manaf&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1"&gt;al-Muththalib&lt;/a&gt;, jadi dia termasuk ke dalam &lt;a title="Bani Muththalib" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bani_Muththalib"&gt;Bani Muththalib&lt;/a&gt;. Nasab Beliau adalah Muhammad bin Idris bin Al-Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin As-Sa’ib bin Ubaid bin Abdi Yazid bin Hasyim bin Al-Mutthalib bin &lt;a title="Abdulmanaf bin Qushay" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdulmanaf_bin_Qushay"&gt;Abdulmanaf&lt;/a&gt; bin &lt;a title="Qushay bin Kilab" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Qushay_bin_Kilab"&gt;Qushay&lt;/a&gt; bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’ad bin Adnan. Nasabnya bertemu dengan &lt;a title="Rasulullah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rasulullah"&gt;Rasulullah&lt;/a&gt; di &lt;a title="Abdulmanaf bin Qushay" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdulmanaf_bin_Qushay"&gt;Abdul-Manaf&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Dari nasab tersebut, Al-Mutthalib bin Abdi Manaf, kakek Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie, adalah saudara kandung Hasyim bin Abdi Manaf kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .&lt;br /&gt;Kemudian juga saudara kandung Abdul Mutthalib bin Hasyim, kakek Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam , bernama Syifa’, dinikahi oleh Ubaid bin Abdi Yazid, sehingga melahirkan anak bernama As-Sa’ib, ayahnya Syafi’. Kepada Syafi’ bin As-Sa’ib radliyallahu `anhuma inilah bayi yatim tersebut dinisbahkan nasabnya sehingga terkenal dengan nama Muhammad bin Idris Asy-Syafi`ie Al-Mutthalibi. Dengan demikian nasab yatim ini sangat dekat dengan Nabi Muhammad shallallahu `alaihi wa alihi wasallam .&lt;br /&gt;Bahkan karena Hasyim bin Abdi Manaf, yang kemudian melahirkan Bani Hasyim, adalah saudara kandung dengan Mutthalib bin Abdi manaf, yang melahirkan Bani Mutthalib, maka Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;“&lt;br /&gt;“Hanyalah kami (yakni Bani Hasyim) dengan mereka (yakni Bani Mutthalib) berasal dari satu nasab. Sambil beliau menyilang-nyilangkan jari jemari kedua tangan beliau.” (HR. Abu Nu’aim Al-Asfahani dalam Hilyah nya juz 9 hal. 65 - 66).&lt;br /&gt;”&lt;br /&gt;&lt;a id="Masa_belajar" name="Masa_belajar"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Masa belajar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah ayah Imam Syafi’i meninggal dan dua tahun kelahirannya, sang ibu membawanya ke Mekah, tanah air nenek moyang. Ia tumbuh besar di sana dalam keadaan yatim. Sejak kecil Syafi’i cepat menghafal syair, pandai bahasa Arab dan sastra sampai-sampai Al Ashma’i berkata,”Saya mentashih syair-syair bani Hudzail dari seorang pemuda dari Quraisy yang disebut Muhammad bin Idris,” Imam Syafi’i adalah imam bahasa Arab.&lt;br /&gt;&lt;a id="Belajar_di_Makkah" name="Belajar_di_Makkah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.  Belajar di Makkah&lt;br /&gt;Di Makkah, Imam Syafi’i berguru fiqh kepada mufti di sana, Muslim bin Khalid Az Zanji sehingga ia mengizinkannya memberi fatwah ketika masih berusia 15 tahun. Demi ia merasakan manisnya ilmu, maka dengan taufiq Allah dan hidayah-Nya, dia mulai senang mempelajari fiqih setelah menjadi tokoh dalam bahasa Arab dan sya’irnya. Remaja yatim ini belajar fiqih dari para Ulama’ fiqih yang ada di Makkah, seperti Muslim bin khalid Az-Zanji yang waktu itu berkedudukan sebagai mufti Makkah.&lt;br /&gt;Kemudian beliau juga belajar dari Dawud bin Abdurrahman Al-Atthar, juga belajar dari pamannya yang bernama Muhammad bin Ali bin Syafi’, dan juga menimba ilmu dari Sufyan bin Uyainah.&lt;br /&gt;Guru yang lainnya dalam fiqih ialah Abdurrahman bin Abi Bakr Al-Mulaiki, Sa’id bin Salim, Fudhail bin Al-Ayyadl dan masih banyak lagi yang lainnya. Dia pun semakin menonjol dalam bidang fiqih hanya dalam beberapa tahun saja duduk di berbagai halaqah ilmu para Ulama’ fiqih sebagaimana tersebut di atas.&lt;br /&gt;&lt;a id="Belajar_di_Madinah" name="Belajar_di_Madinah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2.  Belajar di Madinah&lt;br /&gt;Kemudian beliau pergi ke Madinah dan berguru fiqh kepada Imam Malik bin Anas. Beliau mengaji kitab Muwattha’ kepada Imam Malik dan menghafalnya dalam 9 malam. Imam Syafi’i meriwayatkan hadis dari Sufyan bin Uyainah, Fudlail bin Iyadl dan pamannya, Muhamad bin Syafi’ dan lain-lain.&lt;br /&gt;Di majelis beliau ini, si anak yatim tersebut menghapal dan memahami dengan cemerlang kitab karya Imam Malik, yaitu Al-Muwattha’ . Kecerdasannya membuat Imam Malik amat mengaguminya. Sementara itu As-Syafi`ie sendiri sangat terkesan dan sangat mengagumi Imam Malik di Al-Madinah dan Imam Sufyan bin Uyainah di Makkah.&lt;br /&gt;Beliau menyatakan kekagumannya setelah menjadi Imam dengan pernyataannya yang terkenal berbunyi: “Seandainya tidak ada Malik bin Anas dan Sufyan bin Uyainah, niscaya akan hilanglah ilmu dari Hijaz.” Juga beliau menyatakan lebih lanjut kekagumannya kepada Imam Malik: “Bila datang Imam Malik di suatu majelis, maka Malik menjadi bintang di majelis itu.” Beliau juga sangat terkesan dengan kitab Al-Muwattha’ Imam Malik sehingga beliau menyatakan: “Tidak ada kitab yang lebih bermanfaat setelah Al-Qur’an, lebih dari kitab Al-Muwattha’ .” Beliau juga menyatakan: “Aku tidak membaca Al-Muwattha’ Malik, kecuali mesti bertambah pemahamanku.”&lt;br /&gt;Dari berbagai pernyataan beliau di atas dapatlah diketahui bahwa guru yang paling beliau kagumi adalah Imam Malik bin Anas, kemudian Imam Sufyan bin Uyainah. Di samping itu, pemuda ini juga duduk menghafal dan memahami ilmu dari para Ulama’ yang ada di Al-Madinah, seperti Ibrahim bin Sa’ad, Isma’il bin Ja’far, Atthaf bin Khalid, Abdul Aziz Ad-Darawardi. Beliau banyak pula menghafal ilmu di majelisnya Ibrahim bin Abi Yahya. Tetapi sayang, guru beliau yang disebutkan terakhir ini adalah pendusta dalam meriwayatkan hadits, memiliki pandangan yang sama dengan madzhab Qadariyah yang menolak untuk beriman kepada taqdir dan berbagai kelemahan fatal lainnya. Sehingga ketika pemuda Quraisy ini telah terkenal dengan gelar sebagai Imam Syafi`ie, khususnya di akhir hayat beliau, beliau tidak mau lagi menyebut nama Ibrahim bin Abi Yahya ini dalam berbagai periwayatan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;a id="Di_Yaman" name="Di_Yaman"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3.  Di Yaman&lt;br /&gt;Imam Syafi’i kemudian pergi ke Yaman dan bekerja sebentar di sana. Disebutkanlah sederet Ulama’ Yaman yang didatangi oleh beliau ini seperti: Mutharrif bin Mazin, Hisyam bin Yusuf Al-Qadli dan banyak lagi yang lainnya. Dari Yaman, beliau melanjutkan tour ilmiahnya ke kota Baghdad di Iraq dan di kota ini beliau banyak mengambil ilmu dari Muhammad bin Al-Hasan, seorang ahli fiqih di negeri Iraq. Juga beliau mengambil ilmu dari Isma’il bin Ulaiyyah dan Abdul Wahhab Ats-Tsaqafi dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;a id="Di_Baghdad.2C_Irak" name="Di_Baghdad.2C_Irak"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Di Baghdad, Irak&lt;br /&gt;Kemudian pergi ke Baghdad (183 dan tahun 195), di sana ia menimba ilmu dari Muhammad bin Hasan. Beliau memiliki tukar pikiran yang menjadikan Khalifah Ar Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;a id="Di_Mesir" name="Di_Mesir"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;5. Di Mesir&lt;br /&gt;Imam Syafi’i bertemu dengan Ahmad bin Hanbal di Mekah tahun 187 H dan di Baghdad tahun 195 H. Dari Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Syafi’i menimba ilmu fiqhnya, ushul madzhabnya, penjelasan nasikh dan mansukhnya. Di Baghdad, Imam Syafi’i menulis madzhab lamanya (madzhab qodim). Kemudian beliu pindah ke Mesir tahun 200 H dan menuliskan madzhab baru (madzhab jadid). Di sana beliau wafat sebagai syuhadaul ilm di akhir bulan Rajab 204 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; Karya tulis Beliau&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a id="Ar-Risalah" name="Ar-Risalah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1.  Ar-Risalah&lt;br /&gt;Salah satu karangannya adalah “Ar Risalah” buku pertama tentang ushul fiqh dan kitab “Al Umm” yang berisi madzhab fiqhnya yang baru. Imam Syafi’i adalah seorang mujtahid mutlak, imam fiqh, hadis, dan ushul. Beliau mampu memadukan fiqh ahli Irak dan fiqh ahli Hijaz. Imam Ahmad berkata tentang Imam Syafi’i,”Beliau adalah orang yang paling faqih dalam Al Quran dan As Sunnah,” “Tidak seorang pun yang pernah memegang pena dan tinta (ilmu) melainkan Allah memberinya di ‘leher’ Syafi’i,”. Thasy Kubri mengatakan di Miftahus sa’adah,”Ulama ahli fiqh, ushul, hadits, bahasa, nahwu, dan disiplin ilmu lainnya sepakat bahwa Syafi’i memiliki sifat amanah (dipercaya), ‘adaalah (kredibilitas agama dan moral), zuhud, wara’, takwa, dermawan, tingkah lakunya yang baik, derajatnya yang tinggi. Orang yang banyak menyebutkan perjalanan hidupnya saja masih kurang lengkap,”&lt;br /&gt;&lt;a id="Mazhab_Syafi.27i" name="Mazhab_Syafi.27i"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Mazhab Syafi'i&lt;br /&gt;Dasar madzhabnya: Al Quran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas. Beliau tidak mengambil perkataan sahabat karena dianggap sebagai ijtihad yang bisa salah. Beliau juga tidak mengambil Istihsan (menganggap baik suatu masalah) sebagai dasar madzhabnya, menolak maslahah mursalah, perbuatan penduduk Madinah. Imam Syafi’i mengatakan,”Barangsiapa yang melakukan istihsan maka ia telah menciptakan syariat,”. Penduduk Baghdad mengatakan,”Imam Syafi’i adalah nashirussunnah (pembela sunnah),”&lt;br /&gt;&lt;a id="Al-Hujjah" name="Al-Hujjah"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3.  Al-Hujjah&lt;br /&gt;Kitab “Al Hujjah” yang merupakan madzhab lama diriwayatkan oleh empat imam Irak; Ahmad bin Hanbal, Abu Tsaur, Za’farani, Al Karabisyi dari Imam Syafi’i.&lt;br /&gt;&lt;a id="Al-Umm" name="Al-Umm"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. Al-Umm&lt;br /&gt;Sementara kitab “Al Umm” sebagai madzhab yang baru Imam Syafi’i diriwayatkan oleh pengikutnya di Mesir; Al Muzani, Al Buwaithi, Ar Rabi’ Jizii bin Sulaiman. Imam Syafi’i mengatakan tentang madzhabnya,”Jika sebuah hadits shahih bertentangan dengan perkataanku, maka ia (hadis) adalah madzhabku, dan buanglah perkataanku di belakang tembok,”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-1753874315616900793?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/1753874315616900793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=1753874315616900793' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/1753874315616900793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/1753874315616900793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/al-imam-asy-syafii-r.html' title='Al Imam Asy-Syafi&apos;i R. A'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-3291200423724083938</id><published>2008-12-05T19:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T19:56:40.164-08:00</updated><title type='text'>Wara’ Kunci Kesuksesandan Keselamatan</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Al Habib Al Imam Ali bin Muhammad Al Habsyi: Wara’ Kunci Kesuksesan dan Keselamatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Al Habib Al Imam Ali bin Muhammad Al Habsyi adalah penyusun KitabMaulid “Simtud Durar”)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi RA adalah salah satu auliya(kekasih) Allah SWT yang kata-kata dan petuahnya selalu diterimasetiap insan. Perbuatan dan perangainya selalu menjadi teladan bagimereka. Majelis beliau senantiasa dipadati oleh orang-orang yanghendak mendulang ilmu dan sir dari beliau. Tidak terkecuali orang yangberilmu pun turut hadir di majelis itu, karena mereka melihat derasnyahikmah dan rahasia-rahasia yang bermutu tinggi yang disampaikan olehbeliau.&lt;br /&gt;     Kata-kata mutiara beliau senantiasa membasahi hati yang gersang bagai hujan yang membasahi tanah yang tandus sehingga menyuburkannya. Memang benar bahwa ilmu (hikmah) yang disampaikan seorang Arif billah, akan memberikan ketenangan dan kesejukan hati ibarat air hujan memberikan kesuburan pada pepohonan.&lt;br /&gt;     Marilah kita simak dengan cermat dan laksanakan sebagian nasehat yangbeliau sampaikan pada malam Senin 24 Muharram 1324 H di salah satu majelis beliau yang mulia. Insya-allah kita tergolong kaum yangmencintai beliau dan para salaf sholeh, sehingga kita kelakdikumpulkan bersama mereka. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;     &lt;strong&gt;Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi berkata,&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     &lt;em&gt;“Wahai saudara-saudaraku, hati-hati telah menjadi kaku dan beku,tidak ada lagi bekas dan pengaruh dari al Quran maupun nasehat paraulama yang selalu didengarnya. Sedang kita tidak tahu apa gerangan penyebab kekerasan hati itu. Ketahuilah bahwa penyebab terbesar dan yang paling dominan adalah karena makanan yang kotor (syubhat atauharam) yang masuk ke perut kita, saat ini banyak orang tidak perduli dan bahkan tidak takut untuk jatuh pada keharaman. Mereka meremehkan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;     Bagaimana mungkin nasehat dan petuah yang sampai akan memberikanatsar (pengaruh) dan membekas di hati, sedang makanan yang dikonsumsiadalah haram? Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari keharaman dimana pun dan kapan pun kita berada, serta menghalangi dan membentengikita dari orang yang suka keharaman.&lt;br /&gt;Ketahuilah, keluarga kita (para salaf sholeh), thariqah (jalan)mereka adalah mencari yang halal dan bersikap wara’ (berhatihati/menjaga diri). Hati-hatilah saudaraku dari makanan haram. Kekasih kalian &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Nabi Muhammad SAW telah bersabda&lt;/strong&gt; (yang artinya), “Setiap daging yang tumbuh dari makanan yang haram maka neraka lebih pantas untuknya”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Hadits di atas sudah cukup populer dan sering disampaikan sebagaimana terdapat dalam kitab Kasyful Khafa’ karya Al Imam Al `Ajaluniy ra.Imam Sahl bin Abdillah At Usturi, salah seorang ulama salaf berkata,&lt;br /&gt;“Siapa memakan yang haram, maka tubuhnya akan bermaksiat, dia mauatau tidak, Dan siapa yang memakan yang halal maka tubuhnya akanberbuat taat, dia mau atau tidak”.&lt;br /&gt;     Pada masa kita ini, nyaris tidak ditemukan lagi orang yang wara’kecuali sangat sedikit kebanyakan mereka telah terjerumus dalamkeharaman. Ketahuilah bahwa hati ini akan menjadi gelap karena makananharam, baik dia menyadari dan mengetahuinya atau tidak. Baiklah jikamemang dia tidak mengetahui bahwa yang dimakannya adalah haram, inimungkin agak ringan (tetapi tetap akan menyebabkan kegelapan hatinya).&lt;br /&gt;Tapi yang dengan sengaja melakukannya maka celakalah dia, binasalahdia. Sebab siapa memasukkan satu suapan haram pada tubuhnya makasholatnya tidak diterima oleh Allah selama suapan itu masih beradadalam tubuhnya. Siapa yang sholat dengan baju yang disana terdapatsatu benang (kain) yang haram maka sholatnya tidak diterima oleh Allahselama baju itu melekat ditubuhnya. Lalu apa faedah yang akan didapatdari amalnya jika ternyata itu semua tidak diterima? Bagaimana mungkincahaya akan masuk ke dalam hati yang gelap gulita?&lt;br /&gt;Saat ini, jika kamu datang kepada sekelompok orang lalu membicarakanmasalah ke-wara’-an, maka mereka akan berkata,&lt;br /&gt;“Kamu ini siapa?”“Kamu sedang berada di mana?”“Sekarang manusia semua sudah makan yang haram. Di mana yang halal?”“Kamu mau makan apa?”&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa kata-kata semacam ini adalah kurang ajar danmenentang (berani) kepada Allah SWT. Padahal bumi Allah sangatlahluas, jika dia mau berusaha pasti akan mendapatkan yang halalsekalipun dengan usaha yang keras.&lt;br /&gt;     Yang lebih mengherankan lagi bahwa ada sebagian manusia yang berakal,memiliki pikiran, tetapi sengaja memakan yang haram padahal dia tahubahwa dengan perbuatannya itu dia akan diadzab oleh Allah. Sebab jikadia melakukan itu dia akan terseret ke dalam neraka, makatinggalkanlah makanan haram, pasti akan datang kepada kalian makananyang halal.&lt;br /&gt;Nabi Muhammad saw bersabda (yang artinya),&lt;br /&gt;“Yang halal itu jelas dan haram juga jelas, dan antara keduanyaadalah perkara yang syubhat (remang-remang), banyak manusia tidakmengetahui kejelasannya. Maka siapa yang manjaga diri dari barangsyubhat ini, maka dia telah menjaga harga diri dan agamanya. Dan siapayang terjerumus pada syubhat maka dia akan terjerumus pada yang haram,ibarat seorang pengembala yang menggembalakan kambingnya di dekatdaerah larangan maka dia nyaris akan memasuki daerah larangan itu.”(HR Bukhori dan Muslim dll)&lt;br /&gt;     Saat ini, hampir tidak ada mudzakarah (pengajian) tentang wara’, sebabjika ada yang menyebutkamya maka dia akan diam karena khawatir akandiingkari oleh orang lain, sebab keharaman sudah membaur di antaramasyarakat. Inilah hari di mana kebenaran banyak disepelekan. Nasehatsudah tidak masuk ke dalam hati dan rasa takut kepada Allah sudahtidak bersemayam lagi dalam kalbu. Dan sebabnya adalah makanan haramyang mengeraskan dan menggelapkan hati.&lt;br /&gt;     Saat ini banyak orang yang datang kepada kita dan menipu kita denganmenyuruh agar uang-uang kita ditabung di bank (agar menghasilkan bungayang banyak), anak-anak kecil yang mendapat harta warisan yang banyak,mereka diperdaya agar uangnya disimpan sehingga ketika anak itu sudahbaligh maka dia akan mendapati hartanya telah tercampur dengan keharaman.&lt;br /&gt;Maka dari itu jagalah diri kita dan keluarga kita terutama dari halyang semacam ini, jangan sampai tubuh mereka terisi makanan syubhatapalagi haram, sekuat apapun usaha kita untuk mengarahkan mereka kejalan yang lurus, namun jika makanan yang kita berikan tidak benar,maka akan sia-sia usaha tersebut. Dan kita larang mereka sekuat tenagadari kemungkaran, maka itu pun akan sia-sia. Karena makanan baramtelah mendarah daging dengan mereka.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dalam atsar disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;“Jika kalian banyak sholat sehingga menjadi seperti tiang-tiang,bannyak berpuasa sehingga kurus kering seperti tali busur, semuaibadah itu tidak akan diterima kecuali jika dilandasi dengan kewara’anyang tinggi”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;     &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al Habib Abdullah bin Alawiy Al Haddad RA&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dalam untaian nasehatnya menyatakan,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Ketahuilah semoga Allah merahmati kalian bahwa makanan halal akan menyinari hati dan melembutkannya dan menyebabkan adanya rasa takut kepada Allah dan _khusyu’ kepadaNya, memberikan semangat dan motivasi pada anggota tubuh untuk taat dan beribadah serta menumbuhkan sikap zuhud terhadap dunia dan kecintaan pada akhirat. Dan inilah sebab diterimanya amal amal sholeh kita dan dikabulkannya doa-doa kita.”_&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Sebagaimana sabda Rasulullah saw kepada Sa’ad bin Abi Waqqash,“Perbaguslah (jaga kehalalan) makananmu, niscaya doamu akan dikabulkan”.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;     “Adapun makanan haram dan syubhat maka kebalikan dari yang sudahdisebutkan tadi, dia akan menyebabkan kekerasan hati danmenggelapkannya, mengikat (mengekang) tubuh dari ketaatan danmenjadikannya rakus terhadap dunia. Inilah sebab ditolaknya amal-amalibadah dan doanya.”&lt;br /&gt;Sebagaimana dalam sebuah hadits, di mana Rasulullah saw menceritakanseorang musafir yang bajunya compang-camping, rambutnya berdebu (tidakterurus), dan dia menengadahkan kedua tangannya ke langit (dengansuara lirih dan penuh harapan–red) dia berkata,&lt;br /&gt;“Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku …”&lt;br /&gt;Namun makanannya haram, minumannya haram, bajunya haram dan dimasukkan pada mulutnya makanan haram, maka bagaimana mungkin akan diterima doanya? Maka &lt;strong&gt;berusahalah mencari pekerjaan dan makanan yang halal dan jauhilah keharaman&lt;/strong&gt;.   Dan ketahuilah bahwa kewara’an ini tidak hanya pada makanan saja tapi mencakup semua aspek pekerjaan kita. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berbuat apapun harus dilandasi dengan kehati-hatian dan kewaspadaan, jika masih ragu makatingglkanlah, khawatir akan terjerumus pada keharaman dan akibatnya pasti fatal&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Al Habib Al Imam Ali bin Muhammad Al Habsyi adalah penyusun KitabMaulid “Simtud Durar”&lt;br /&gt;Ditulis kembali dari buletin Majelis Ta’lim Wa Adda’wah asuhan HabibSholeh Ibn Achmad Ibn Salim Al Aydrus edisi 26 Tahun 2006&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-3291200423724083938?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/3291200423724083938/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=3291200423724083938' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/3291200423724083938'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/3291200423724083938'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/wara-kunci-kesuksesandan-keselamatan.html' title='Wara’ Kunci Kesuksesandan Keselamatan'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-6721496271966371</id><published>2008-12-05T19:25:00.000-08:00</published><updated>2008-12-05T19:34:17.183-08:00</updated><title type='text'>Meluruskan Pandangan Sempit Kelompok Eksklusif</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;strong&gt;Sumber: Cahaya Nabawiy No.49Tahun V shafar 1428/Maret 2007 oleh Ernaz Siswanto&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;     “Jika mengkafirkan seorang muslim saja berakibat pada dosa yang besar, bagaimana dengan pengkafiran yang dituduhkan pada seketompok muslimin yang terbanyak, dan menuduh mereka berbuat syirik”“&lt;br /&gt;     Sering kali kita temukan dalam selebaran, majalah, internet dsb. yang berisi penghujatan dan. pengkafiran terhadap orang-orang yang bertawasul kepada Nabi SAW. Caci maki dan tuduhan syirik ini tidak hanya ditujukan kepada sebagian dari kaum muslimin, Prof. Dr. Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliky bahkan tidak luput dari caci maki dan tuduhan syirik oleh segelintir kaum ini. Lewat sebuah buku yang berjudul Hadzihi Mafahimuna guru besar ulama senusantara ini oleh Ibnu Mani’ dituduh sebagai penyebar bid’ah dan orang musyrik. Secara kasar, ia mengeritik Abuya Maliky yang bermazhab Maliki ini - seperti gaya kaum Khawarij yang begitu mudah mengkafirkan lawan yang tak sefaham.Upacara tahlil, pembacaan Maulid Nabi dan praktek rohaniah lain yang mencair dengan nuansa budaya - seperti Maulid Nabi yang hakikatnya madah (memuji) Rasul yang merupakan ekspresi kecintaan (mahabbah) kepada Nabi direspons Wahabi sebagai syirk dan bid’ah. Oleh mereka amalan yang bersumber ‘urf ini, dicari argumentasinya melalui dalil-dali! syara’, bukan adat positif yang justru dibenarkan oleh Islam. Mereka menuduh karena di zaman Nabi tidak ada seperti itu, maka haram orang sekarang mengadakan segal hal yang di zaman Nabi tidak ada. Perbedaan furu’ lainnya antar mazhab dianggap pertentangan yang tak bisa dikompromi dan paling-paling digauli secara kaku hingga menimbulkan permusuhan. (Baharun, 2006)Salah satu hal yang sering dimunculkan di permukaan adalah penyebutan bi jaah rasul (dengan kedudukan rasul), bi haqqi rasul (dengan kebenaran rasul), manakala umat Islam berdoa memohon sesuatu kepada Allah. Menurut orang-orang Wahabi itu, hal ini adalah perbuatan bid’ah dan musyrik tidak ada dasarnya baik nabi terdahulu maupun para sahabat melakukan hal itu, sehingga orang yang melakukannya dapat membawa kepada kekafiran.Pandangan sempit semacam itu sebenarnya sudah di bahas oleh ulama-lama kita baik mutaqaddimin maupun mutaakhirin. Salah satunya adalah sebuah hadits sahih yang terdapat dalam kitab Al Ajwibatu Al Ghaliyah karangan Habib Zain bin Smith (Madinah). Bahwasannya &lt;strong&gt;diriwayatkan oleh Al Hakim, Tahbarani dan Al Baihaqi dari Umar bin Khattab ra. secara marfu’:&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Artinya: &lt;em&gt;Ketika Adam menyadari akan kesalahannya, ia berkata: “Wahai Tuhan aku memohon kepadaMu dengan Hak (kedudukan) Muhammad ampunilah dosaku.” Allah berfirman: “Bagaimana engkau mengenal Muhammad padahal aku belum menciptakannya?”. Jawab Adam: “Wahai Tuhan, ‘ketika Engkau menciptakan aku dengan tanganMu dan Engkau meniupkan ruhMu kepadaku, makaaku mengangkat kepalaku dan aku lihat di kaki ‘Arsy tertulis “Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”. Maka aku tahu bahwa Engkau tidak meletakkan nama orang lain di sisi namaMu yang paling Engkau cintai.” Allah berftrman: “Apa yang kau katakan benar wahai Adam, sesungguhnya Muhammad adalah makhluk yang paling Aku cintai, ketika engkau memohon kepadaKu dengan kak Muhammad, maka Aku segera memberimu ampun, dan andaikata bukan karena Muhammad, Aku tidak menciptakan engkau.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;     Bagi orang yang munsyif dan berakal, kiranya hadits ini sudah cukup sebagai landasan boleh bertawasul bi-haqqi Muhammad Bahkan masih banyak pembahasan secara panjang lebar dari para ulama, diantaranya terdapat dalam kitab Mafahim Yajib an Tushaha karangan Prof. Dr. Muhammad bin Alwi Al-Maliky, dan Al Ajwibatu Al Ghaliyah karangan Habib Zain bin Smith.Tentunya kajian yang dilakukan harus menggunakan hati yang bersih dengan niatan mencari kebenaran Ilahi. Dengan banyak membaca buku dan kitab-kitab karangan ulama shalih dan ikhlas, akan memberikan pengaruh jiwa kepada kita untuk tidak mudah mengkafirkan atau menuduh orang lain melakukan perbuatan bid’ah dan syirik.Karena seorang yang menganggap dirinya muslim, sangat tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain yang telah mengucapkan kalimat tauhid. Telah disebutkan dalam &lt;strong&gt;sebuah hadits sahih bahwa Rasul SAW ber-sabda&lt;/strong&gt;::&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Jika seseorang mengkafirkan saudaranya, maka tuduhan itu akan menimpa salah satu dari keduanya, jika tuduhan itu memang benar, maka tuduhan itu akan mengenai orang yang dituduh, kalau tidak maka tuduhan itu akan kembali kepada yang menuduh”. (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;Imam Abu Bakar Al Baqillani telah berkata&lt;/strong&gt;::&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya memasukkan seribu orang kafir ke dalam Islam di-karenakan satu tanda misteri kelslam-an, lebih ringan dari pada mengkafirkan seorang muslim dengan seribu tanda misteri kekafiran “.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;     Jika mengkafirkan seorang muslim saja berakibat pada dosa yang besar, bagaimana dengan pengkafiran yang dituduhkan pada sekelompok muslimin yang terbanyak, dan menuduh mereka berbuat syirik hanya dikarenakan mereka melakukan tawasul dan mohon barokah dengan atsar orang-orang sha-leh? Padahal iman mereka kepada Allah amat kokoh, dan mereka terdiri dari ulama’ulama yang memiliki sanad keilmuan sampai pada tabi’in, sahabat dan Rasulullah? Kiranya untuk menjawab pandangan orang-orang semacam ini, kita kemukakan sabda yang menyatakan::&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah oleh’ orang-orang yang shalat di Jazirah arab, akan tetapi ia tidak putus asa untuk mengadu domba di antara sesama mereka”. (HR. Muslim dan Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;     Sudah jelas sekali, ini adalah upaya propaganda setan untuk memecah belah sesama umat Islam. Sekarang tinggal umat Islam itu sendiri, maukah duduk bersama bermusyawarah untuk tafahum saling memahami antar perbedaan furu’, ataukah tetap pada sikap ashobiyahnya masing-masing hingga datang kehancuran umat Islam?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-6721496271966371?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/6721496271966371/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=6721496271966371' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6721496271966371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6721496271966371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/meluruskan-pandangan-sempit-kelompok.html' title='Meluruskan Pandangan Sempit Kelompok Eksklusif'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-7154445106107117457</id><published>2008-12-04T18:22:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T18:28:24.367-08:00</updated><title type='text'>Al-Imam Alwi - Ubaidillah - Ahmad Al-Muhajir</title><content type='html'>Al-Imam Alwi - Ubaidillah - Ahmad Al-Muhajir - Isa Ar-Rumi - Muhammad An-Naqib - Ali Al-’Uraidhi - Ja’far Ash-Shodiq - Muhammad Al-Baqir - Ali Zainal Abidin - Husain - Fatimah Az-Zahro - Muhammad SAW]Beliau adalah Al-Imam Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-’Uraidhi bin Ja’far Ash-Shodiq, dan terus bersambung nasabnya hingga Rasulullah SAW. Beliau seorang yang sangat alim dan dan merupakan salah satu imam besar di jamannya.Beliau dilahirkan di Hadramaut dan dibesarkan disana. Semenjak kecil beliau dididik langsung oleh ayahnya dan berjalan pada thariqah yang telah ditempuh oleh ayahnya. Beliau gemar mendalami ilmu dan selalu menyibukkan dirinya untuk menuntut ilmu, sehingga beliau berhasil menguasai berbagai macam ilmu. Beliau juga adalah seorang yang hafal Al-Qur’an. Selain menuntut ilmu di Hadramaut, beliau juga menuntut ilmu sampai ke kota Makkah dan Madinah.Disamping kedalaman ilmunya, beliau adalah seorang yang banyak bermujahadah. Beliau banyak melakukan shalat dan puasa. Sifat wara’ dan banyak bersedekah juga selalu menghiasi diri beliau.Beliau adalah orang yang pertama kali diberi nama Alwi, yaitu nama yang asalnya diambil dari nama burung yang terkenal. Beliau dikaruniai banyak keturunan, tersebar dan baik. Keturunan beliau ini dikenal dengan nama keluarga Ba’alawy. Jadi setiap keluarga Ba’alawy di seluruh dunia pasti bernasabkan diri kepada beliau. Keturunan beliau, keluarga Ba’alawy, tersebar di seluruh antero negeri. Nasab mereka lebih terang daripada sinar matahari dan cahaya rembulan.Beliau adalah seorang yang sempurna memadukan kemuliaan diri dan nasab. Keutamaan-keutamaan beliau terukir di berbagai lembaran tulisan. Banyak para ulama dan ahli sejarah yang memuji dan mengagungkan beliau.Diceritakan dalam salah satu riwayat, yaitu ketika beliau hendak melaksanakan perintah haji dan berziarah ke makam kakeknya Rasulullah SAW. Ikut di dalam rombongan beliau sekitar 80 orang, belum termasuk para pembantu dan sanak kerabatnya. Ikut juga di dalamnya saudaranya yang bernama Jadid. Itu semua beliau yang menanggung biaya perjalanannya. Ditambah lagi beliau sering bersedekah kepada orang lain di saat perjalanan pulangnya. Beliau juga membawa unta-unta dalam jumlah yang banyak untuk dipakai buat orang-orang yang lemah dalam rombongannya.Beliau hanya mempunyai seorang anak yang bernama Muhammad. Tidak berbeda dengan ayahnya, Al-Imam Muhammad juga seorang yang dikaruniai kemuliaan sifat wara’, zuhud dan ibadah. Perkataan, perbuatan dan hal-ihwalnya selalu berada dalam kebaikan. Berkumpul di dalam dirinya keutamaan dan keindahan budi pekerti. Beliau adalah seorang yang sangat pengasih kepada anak-anak yatim, orang-orang lemah dan kaum fakir miskin. Banyak para ulama dan ahli sejarah yang menyebutkan, memuji dan menghormati beliau. Disamping itu, beliau adalah seorang yang berilmu, kalamnya fasih dan pandai.Beliau, Al-Imam Muhammad bin Alwi, dilahirkan di daerah Bait Jubair (di Hadramaut) dan dibesarkan disana. Beliau mengambil ilmu langsung dari ayahnya dan juga dari beberapa ulama yang hidup di jamannya. Beliau meninggal pada umur 56 tahun, dengan tidak diketahui pasti tanggal meninggalnya dan tempat disemayamkannya.Adapun anak beliau adalah bernama Alwi. Al-Imam Alwi juga mewarisi sifat-sifat kebaikan dari ayahnya. Beberapa ahli sejarah menyebutkan dan memuji kehidupan beliau. Beliau seorang imam, ulama, ahli zuhud dan ibadah. Selain itu, beliau juga seorang yang dermawan dan tawadhu. Beliau mengambil ilmu langsung dari ayahnya dan beliau berjalan pada thariqah ayahnya.Beliau dilahirkan di Bait Jubair dan dibesarkan disana dalam kemuliaan didikan. Beliau meninggal juga di tempat kelahirannya pada tahun 512 H.Radhiyallohu anhu wa ardhah…[Disarikan dari Syarh Al-Ainiyyah, Nadzm Sayyidina Al-Habib Al-Qutub Abdullah bin Alwi Alhaddad Ba’alawy, karya Al-Allamah Al-Habib Ahmad bin Zain Alhabsyi Ba’alawy]&lt;a href="http://ahlussunahwaljamaah.wordpress.com/"&gt;ahlussunahwaljamaah.wordpress.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-7154445106107117457?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/7154445106107117457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=7154445106107117457' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7154445106107117457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/7154445106107117457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/12/al-imam-alwi-ubaidillah-ahmad-al.html' title='Al-Imam Alwi - Ubaidillah - Ahmad Al-Muhajir'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-416400578006590535</id><published>2008-11-26T01:08:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T01:09:53.369-08:00</updated><title type='text'>MANAQIB HABIB ABDURRAHMAN BIN MUHAMMAD AL JUFRI</title><content type='html'>Habib Abdurrahman bin Muhammad Aljufri (Manakib 6)&lt;br /&gt;Singa yang Doanya MustajabDengan menjaga perintah Allah SWT dan menjalankan sunah Rasulullah SAW, doa-doanya selalu mustajab. Tarim, Hadramaut, Yaman, terkenal sebagai “gudang” para ulama besar dan waliullah. Salah seorang di antaranya ialah Habib Abdurrahman bin Muhammad Aljufri, waliullah yang termasyhur memiliki beberapa karamah luar biasa. Suatu hari ia berkunjung ke sebuah lembah yang dihuni penduduk yang kekurangan air. Penduduk minta ia berdoa agar sumur-sumur mereka terisi air. Maka Habib Abdurrahman pun berdoa dengan khusyuk. Dan seketika itu juga keluarlah air dari semua sumur. Tak lama kemudian kawasan tersebut menjadi subur.Ulama ini lebih dikenal dengan nama Habib Abdurrahman Maulana Arsyeh. Sejak kecil ia belajar langsung dari ayahandanya, dan sejak remaja telah menghafal Al-Quran. Seperti para ulama yang lain, ia juga banyak menimba ilmu dari para ulama besar di Hadramaut, kemudian melanjutkan pengembaraan ke beberapa kota, sampai akhirnya mengaji di Mekah dan Medinah.Ketika berada di Inat, Hadramaut, ia menjadi murid kesayangan seorang ulama besar, Habib Abubakar bin Salim. Bahkan dalam sebuah kesempatan Habib Abubakar menyatakan, ”Abdurrahman adalah anakku. Aku telah memperhatikannya sejak ia masih dalam kandungan ibunya. Kelak, bila ia telah lahir, aku akan berikan setengah dari maqam-ku, sementara ucapannya adalah rohku, roh Abdurrahman Aljufri.”Keluarga Syekh Abu Bakar bin Salim juga menghormati dan menyayanginya. Mereka bahkan mengibaratkan Habib Abdurrahman sebagai “singa yang gagah, giginya kuat, doanya mustajab dan karamahnya banyak”. Salah satu karamah Habib Abdurahman ialah cintanya yang begitu besar kepada para gurunya. Ibaratnya, ia akan merasa sakit apabila gurunya sakit.Ketika sedang terbaring sakit, Syekh Abu Bakar bin Salim bertanya kepada beberapa muridnya yang duduk di sekitar pembaringan, “Di mana Habib Abdurahman berada?” Saat itu, Habib Abdurahman masuk ke dalam kamarnya, dan Habib Abu Bakar bin Salim meneteskan air mata. Ia lalu menyerahkan sebuah mushaf Al-Quran, baju gamis, dan tongkat kesayangannya, sambil mengusap-usap kepala dan dada Habib Abdurrahman.Sangat PrihatinKemudian ia berdoa supaya Habib Abdurrahman mendapat berkah dari Allah SWT, “Semoga Allah SWT mengakhirimu dan keturunanmu dengan sa’adah, kebahagiaan. Wahai Abdurrahman, aku tidak akan melupakanmu, dan telah membagikan kepadamu rahasia ilmu; juga kepada keturunanmu, dengan sepenuh barakah kepada keluarga dan keturunanmu.” Demikian terungkap dalam kitab Masyarur Rawi fi Manakib Al-Ba’alawi.Habib Abdurrahman juga dikenal sebagai mubalig yang berani. Selain itu, dia juga gemar beramal saleh kepada semua golongan. Para tamu yang datang ke rumanya, siapa pun dia, selalu dijamu dengan hidangan yang enak. Barangkali itu sebabnya banyak tamu yang datang dari berbagai penjuru. Terutama karena, ketika mereka minta didoakan, doanya selalu makbul.Salah satu peninggalannya yang sampai sekarang selalu diziarahi ialah sebuah masjid yang terletak di samping kubah makamnya di Tarim. Suasana masjid itu sangat memesona dan berwibawa, mampu menggetarkan hati para jemaah yang salat di dalamnya. Di masjid yang kini mulai dibangun kembali itu, banyak ulama biasa beriktikaf.Usai menunaikan ibadah haji, ia lalu mengaji di Medinah selama tujuh tahun bersama Habib Ahmad bin Muhammad Alhabsyi. Ketika belajar, mereka hidup sangat prihatin. Setiap hari mereka mengumpulkan kayu bakar dan menjualnya. Atas ketekunan dan ketabahan mereka, konon Nabi Khidlir datang menemui mereka. Dalam penampakan itu, Nabi Khidlir berkata, “Kalian jangan tinggal lagi di Medinah, karena sudah tampak pada kalian cahaya pemimpin Mekah. Ia mempunyai anak perempuan yang tidak bisa berdiri atau berjalan, kecuali duduk di tempat tidurnya. Mereka akan berobat kepada kalian.”Setelah Nabi Khidlir berlalu, datanglah seorang pemimpin Mekah bersama anak perempuannya kepada Habib Abdurrahman, yang kemudian memberinya pakaian sambil berkata, ”Pakailah pakaian ini, mudah-mudahan Allah SWT memberi kesembuhan kepada anak perempuanmu.” Setelah memakai baju tersebut, tak lama kemudian anak perempuan itu sembuh dan dapat berdiri, dapat berjalan seperti layaknya orang sehat.Mengenai karamah-karamahnya, ia menyatakan, karamah yang paling besar ialah istikamah dalam beribadah kepada Allah SWT. “Jangan heran pada orang yang bisa berjalan sangat cepat di bumi, atau bisa terbang di udara, atau berjalan di atas air. Karena, sesungguhnya setan juga bisa melakukannya,” katanya.Setiap kali Habib Abdurrahman mendoakan seorang pasien, atas izin Allah SWT sang pasien segera tidak merasakan sakit. Bahkan gurunya, Syekh Abu Bakar bin Salim, memerlukan datang kepadanya untuk berobat.Karamah yang luar biasa itu juga tampak dari ketekunan Habib Abdurrahman ketika mempelajari tiga buah kitab karangan gurunya, Syekh Abu Bakar bin Salim. Suatu malam, datanglah beberapa ekor tikus menggondol kitab-kitab tersebut. Ia langsung berdoa, dan seketika itu juga berjatuhanlah tikus-tikus itu, mati. Setelah itu tidak ada lagi seekor tikus pun di rumahnya.Demikian juga ketika muncul wabah belalang yang menyerang tanaman di sebuah desa. Untuk membantu para petani, ia berdoa mengusir belalang tersebut. Dan sejak itu tak ada lagi belalang yang mengganggu para petani.AST, dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-416400578006590535?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/416400578006590535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=416400578006590535' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/416400578006590535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/416400578006590535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/11/manaqib-habib-abdurrahman-bin-muhammad.html' title='MANAQIB HABIB ABDURRAHMAN BIN MUHAMMAD AL JUFRI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-8029720392691512841</id><published>2008-11-26T01:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T01:02:30.517-08:00</updated><title type='text'>MANAQIB HABIB UMAR BIN ABDULLAH BIN HAFIDZ AS SYATHIRI</title><content type='html'>Rubath Tarim terletak di jantung kota Tarim. Didirikan pada tahun 1304 H oleh para tokoh habaib dari keluarga Al-Haddad, Al-Junaid, Al-Siri. Di samping masyaikh dari keluarga Arfan. Sedangkan yang pertama kali mewakafkan sebagian besar tanahnya adalah Al-Habib Ahmad bin Umar Asy-Syathiri, saudara Al-Habib Abdullah Asy-Syathiri dan ayah Al-Habib Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri. Rubath Tarim didirikan karena para santri yang datang dari tempat yang jauh ternyata sulit untuk mendapatkan tempat tinggal, maka para tokoh habaib saat itu sepakat untuk mendirikan Rubath Tarim sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan Islam, bahasa arab dan sebagainya, disamping sebagai tempat tinggal para santri yang datang dari tempat yang jauh. Maka datanglah para penuntut ilmu dari dalam dan luar Tarim, dari dalam dan luar Hadramaut diantaranya dari Indonesia, Malaysia, negeri-negeri Afrika, Negara-negara Teluk dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak didirikan pada tahun 1304 H (1886 M), Rubath Tarim dipimpin oleh Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur hingga tahun 1314 H (1896 M). Kemudiam kepemimpinan berpindah kepada Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri. Di tempat inilah beliau menghabiskan usianya demi menyebarkan ilmu-ilmu ke-Islaman dan melayani kaum muslimin. Sejak menjadi pengasuh Rubath Tarim beliau telah mewakafkan seluruh kehidupannya untuk berjihad, berdakwah, mengajar, dan menjelaskan berbagai persoalan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan panjang Rubath Tarim memang tidak dapat di pisahkan dari kehidupan Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri. Beliau dilahirkan di kota ilmu , Tarim pada bulan Ramadhan 1290 H (1873 M), beliau tumbuh dengan baik dalam lingkungan yang penuh dengan didikan agama. Di masa kanak-kanak beliau belajar Al-Qur’an kepada dua orang guru Syaikh Muhammad bin Sulaiman Bahami dan anaknya, Syaikh Abdurrahman Baharmi, kemudian beliau mengikuti pelajaran di Madrasah Al-Habib Abdullah bin Syaikh Al-Idrus pada saat itu yang mengajar di tempat tersebut adalah Al-Habib Ahmad bin Muhammad Al-Kaff dan Al-Habib Syaikh bin Idrus Al-Idrus. Kepada merekalah beliau belajar kitab-kitab dasar dalam ilmu fiqih dan tasawwuf selain menghafal beberapa juz Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa faktor baik intenal maupun eksternal yang menyebabkan beliau memiliki banyak kelebihan, baik dalam ilmu maupun lainnya, sejak kecil hingga dewasanya, selain bakat dan potensinya dalam hal kecerdasan, kecenderungannya yang untuk menjadi ulama dan tokoh telah nampak sejak kanak-kanak, dukungan yang sepenuhnya dari orangtua juga menjadi faktor penting yang tak dapat diabaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya senantiasa mencukupi kebutuhannya sejak kecil hingga lanjut usia. Mengenai hal tersebut Al-Habib Muhammad bin Ahmad Al-Muhdhar mengisahkan, suatu ketika seseorang memuji beliau baik ilmunya maupun amalnya di hadapan Al-Habib Abdullah sendiri dan ayahnya Al-Habib Umar Asy-Syathiri. Maka ayahnya yang alim itu juga berkata ,”Aku mencukupi kebutuhannya. Aku hanya makan gandum yang sederhana, sedangkan ia aku beri makan gandum yang bagus,”. Al-Habib Ali Bungur dalam kitabnya mengatakan, barangkali maksud ayah Al-Habib Abdullah bin Umar Asy-Syathiri berbuat demikian adalah untuk meningkatkan akhlaknya atau karena ia khawatir anaknya terkena a’in (pengaruh mata, yakni yang jahat) karena di usia muda itu telah nampak kepemimpinannya dalam masalah agama, dengan mengkonsumsi makanan yang lebih baik, diharapkan daya tahannya lebih kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menziarahi Peninggalan Salaf&lt;br /&gt;Sejak kecil beliau senang menziarahi peninggalan-peninggalan salaf, ayahnya pernah berkata kepada Al-Habib Ali Bungur, ”ketika kami (ia dan anaknya) mengunjungi Huraidhah,wadi ‘Amad dan Du’an untuk pertama kalinya, yang saya katakan kepada penduduknya adalah, “Tolong beri tahukan kami semua peninggalan salaf di sini. Karena, apabila kami telah pulang ke Tarim dan orang menyebut tentang suatu peninggalan yang ia (anaknya, Al-Habib Abdullah) belum kunjungi saya khawatir ia akan sangat menyesal, saya tahu ia sangat gemar pada sirah para salaf dan peninggalan mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di waktu kecil itu pula, apabila terjadi suatu kejadian yang remeh pada diri Habib Abdullah tetapi tak di sukai ayahnya, sang ayah mengharuskannya membaca Al-Qur’an hingga khatam sebelum memulai pelajaran selanjutnya, meski pun pemikiran dan kesiapannya untuk menerima pengetahuan masih terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ilmu-ilmu dasar dikuasainya beliau benar-benar memfokuskan kegiatannya untuk mendapatkan ilmu yang lebih banyak dan lebih luas lagi. Beliau selalu mengikuti Mufti Hadramaut saat itu, Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur, juga gurunya yang selalu menyebarkan dakwah Al-Habib Alwi bin Abdurrahman bin Abu Bakar Al-Masyhur dan para ulama Tarim lainnya. Kepada mereka beliau belajar kitab-kitab tafsir, hadits, fiqih, nahwu, tasawuf dan lain-lain, juga gurunya yang selalu menyebarkan dakwah Al-Habib Alwi bin Abdurrahman bin Abu Bakar Al-Masyhur dan para ulama Tarim lainnya. Kepada mereka beliau belajar kitab-kitab tafsir, hadits, fiqih, nahwu, tasawuf dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kebiasaan dan kecenderungan para ulama pada umumnya Al-Habib Abdullah Asy-Syathiri pun tak puas bila hanya belajar ke kotanya. Maka berangkatlah beliau ke Sewun, lalu tinggal di Rubath kota ini selama empat bulan. Di kota ini diantaranya beliau belajar kepada Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, penyusun kitab Mualid Simthud Durrar, selain menimba ilmu kepada sejumlah ulama Sewun lain dan orang-orang shalih, beliau juga mengambil ilmu dari Al-Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas dan Al-Habib Idrus bin Umar Al-Habsyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perjalanannya ke Haramain tahun 1310 H (1892 M) jumlah gurunya semakin bertambah banyak. Setelah menunaikan haji dan menziarahi datuknya Rasulullah SAW , beliau sangat bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Kesungguhannya sulit di cari bandingannya. Dalam sehari semalam beliau ber-talaqqi (belajar secara langsung dan pribadi dengan menghadap guru) dalam tiga belas pelajaran. Setiap sebelum menghadap masing-masing gurunya, beliau muthala’ah (kaji) dulu setiap pelajaran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru-gurunya yang sangat berpengaruh di Makkah di antaranya Al-Habib Husein bin Muhammad Al-Habsyi, Syaikh Muhammad bin Said Babsheil, Syaikh Umar bin Abu bakar Bajunaid dan Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha, pengarang kitab I’anah ath-Thalibin yang merupakan syarah kitab Fath Al-Mu’in. Tetapi yang menjadi Syaikh fath (guru pembuka)-nya adalah Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad bin Husein Al-Masyhur, gurunya ketika di Tarim. Tak terhitung lagi banyaknya kitab yang beliau pelajari pada gurunya ini dalam ilmu fiqih dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama tiga tahun beberapa bulan beliau berada di Makkah. Pada tahun 1314 H (1896 M) beliau kembali ke negerinya, Tarim dengan membawa bekal ilmu dan tersinari cahaya Tanah Suci, kemudian beliaupun mengajar di Rubath Tarim sampai wafatnya Al-habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur tahun 1320 H (1902 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Al-Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur wafat beliau menjadi pengajar pengajian umum setelah wafatnya Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Masyhur pada 21 Rabiuts Tsani 1274 H (1932 M). Di Rubath Tarim beliau benar-benar memainkan perannya sebagai pengajar, pembimbing, dan penasehat terbaik dan itu berlangsung semenjak ayahnya masih hidup hingga sesudah ayahnya wafat pada bulan Dzulqa’idah tahun 1350 H (1932 M). Selama kurang lebih 50 tahun pengabdiannya murid-muridnya tak terhitung lagi banyaknya, baik dari Hadramaut maupun dari luar, peran dan jasanya tak terbatas di lingkungan Rubath Tarim saja, melainkan juga meluas keseluruh Tarim, bahkan ke kota-kota dan wilayah-wilayah lain di Hadramaut. Beliau menjadi marji’ (rujukan) dalam berbagai persoalan, tidak terhitung lagi ishlah yang dilakukannya kepada pihak-pihak yang bertentangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan kekokohannya yang semakin diakui beliau diserahi amanah untuk menangani pengawasan Rubath, pengurusan masalah santri dan pengarahan halaqah. Di tengah kesibukannya itu beliau menyempatkan diri memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Setiap malam Jum’at antara Magrib dan Isya beliau berdakwah kepada mereka di masjid jami’ Tarim. Itu berlangsung sejak tahun 1341 H setelah wafatnya sang guru Al-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Masyhur. Di masa Al-Habib Alwi masih hidup pun beliau sering menggantikannya apabila gurunya sedang tidak berada di tempat atau mempunyai halangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan beliau dengan gurunya ini sangat erat banyak kisah menarik di antara mereka, antara lain ketika sang guru hendak menghembuskan nafas terakhir, sebagaimana yang di kisahkan dalam lawami’ An-Nur, halaman 18 : Sebagaimana diketahui para wali Allah ketika menjelang wafat biasanya menyerahkan urusan atau tugas yang diembannya kepada seseorang yang memenuhi syarat. Terkadang anaknya sendiri yang menerima kepercayaan itu mungkin pula muridnya bahkan terkadang gurunya yang masih hidup yang menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sore hari menjelang malam wafatnya Al-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Masyhur, beliau sedang memberikan pelajaran sebagaimana biasanya di Rubath , ketika salah seorang murid membaca beliau terlihat mengantuk, maka murid yang membaca itu sebentar-bentar berhenti membaca, tetapi beliau malah membentaknya agar ia meneruskan membacanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena murid itu berkali-kali diam maka beliaupun menyuruh murid yang lain untuk membaca. Hanya sebentar beliau mengantuk tiba-tiba beliau mengangkat kepalanya dan berteriak dengan keras, ”Semoga Allah merahmati Al-Habib Alwi Al-Masyhur.”. Kalimat demikian mengisyaratkan bahwa Al-Habib Alwi akan atau telah wafat. Kemudian beliau meminta murid-murid untuk tidak membicarakan atau memberitahukan kepada orang lain sampai berita itu diumumkan sebagaimana kebiasaan di sana .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau keluar ruangan seraya menyuruh murid-muridnya melanjutkan pelajarannya. Beliau menuju rumah Al-Habib Alwi Al-Masyhur, pada saat itu habib dalam keadaan menjelang wafat, didampingi putranya, Habib Abu bakar. Setiap kali sadar dari pingsannya, ia bertanya, ”Apakah Abdullah Asy-Syathiri telah datang ? Apakah ia sudah sampai ?” kalimat itu yang terus diulanginya.&lt;br /&gt;Maka berkatalah putranya, ”Apakah ayah ingin kami mengirim orang untuk menjemputnya?”&lt;br /&gt;Al-Habib Alwi menjawab, ’Tidak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat yang dinantikan itu tiba-tiba Al-Habib Abdullah datang, maka Al-Habib Alwi pun bergembira dan berseri-seri wajahnya. Hubungan bathin segera tersambung diantara mereka. Mereka berpelukan, berjabat tangan dan seolah ada sesuatu yang dititipkan kepada Al-Habib Abdullah Asy-Syathiri. Kemudian ruh Al-Habib Alwi pun kembali kepada Tuhan-Nya. Tampaknya sebelum itu hanya menunggu kehadiran pemilik amanah yang akan ia serahi kepercayaan itu. Itulah salah satu kisahnya dangan gurunya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan Duka para Penyair&lt;br /&gt;Al-Habub Abdullah terus menyuarakan dakwahnya dan mengajar dengan istiqomah hingga Allah memanggilnya pada malam sabtu tanggal 29 jumadil Ula tahun 1361 H (13 juni 1942). Jasadnya dikebumikan dipemakaman zanbal, Tarim. Tak terhitung banyaknya tokoh yang menghadiri pemakamannya, berbagai ratsa’ (ungkapan duka) dibuat para penyair atas wafatnya sang habib. Semuanya termuat dalam salah satu kitab manaqibnya, Nafh ath-Thib al-‘Athiri min Manaqib al-Imam al-Habib Abdullah asy-Syathiri, yang disusun dan dihimpun oleh muridnya, Al-‘Alim Al-‘Allamah Al-Habib Muhammad bin Salim bin Hafidz, ayahanda Al-Habib Umar bin Hafidz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggal Al-Habib Abdullah Asy-Syathiri Rubath Tarim diasuh oleh putra-putranya, pertama-tama yang menggantikannya adalah putranya yang bernama Al-Habib Muhammad Al-Mahdi Al-Kabir yang mampu mengemban tugas itu dengan sangat baik. Ia menjadi pengasuh sekaligus menjadi guru besar di ma’ad ini, setelah itu adiknya Al-Habib Abu bakar bin Abdullah asy-Syathiri, yang sebelumnya selalu membantu kakaknya mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kepemimpinan Rubath Tarim berada di tangan Al-Habib Hasan Asy-Syathiri dan kini yang memimpin putra Al-Habib Abdullah yang lainnya, yaitu Al-Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri yang sekarang menjadi salah seorang tokoh terkemuka di Tarim, Al-Habib Abdullah patut tersenyum bahagia karena para penerusnya terus bermunculan dari masa ke masa baik dari kalangan keluarga maupun yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : majalah Al-Kisah No.09/tahun VI/21 April-4 mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-8029720392691512841?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/8029720392691512841/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=8029720392691512841' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8029720392691512841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/8029720392691512841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/11/manaqib-habib-umar-bin-abdullah-bin.html' title='MANAQIB HABIB UMAR BIN ABDULLAH BIN HAFIDZ AS SYATHIRI'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-3942936459311074325</id><published>2008-11-26T00:56:00.000-08:00</published><updated>2008-11-26T00:57:24.677-08:00</updated><title type='text'>MANAQIB SAYYID MUHAMMAD ALI ALMALIKY AL HASANY</title><content type='html'>Sayyid Prof. Dr. Muhammad ibn Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas ibn Sayyid ‘Abdul ‘Aziz al-Maliki al-Hasani al-Makki al-Asy’ari asy-Syadzili lahir di Makkah pada tahun 1365 H. Pendidikan pertamanya adalah Madrasah Al-Falah, Makkah, dimana ayah beliau Sayyid Alawi bin Abbas al Maliki sebagai guru agama di sekolah tersebut yang juga merangkap sebagai pengajar di halaqah di Haram Makki. Beliau juga belajar kepada ulama-ulama Makkah terkemuka lainnya, seperti Sayyid Amin Kutbi, Hassan Masshat, Muhammad Nur Sayf, Sa’id Yamani, dan lain-lain. Sayyid Muhammad memperoleh gelar Ph.D-nya dalam Studi Hadits dengan penghargaan tertinggi dari Jami’ al-Azhar di Mesir, pada saat baru berusia dua puluh lima tahun. Beliau kemudian melakukan perjalanan dalam rangka mengejar studi Hadits ke Afrika Utara, Timur Tengah, Turki, Yaman, dan juga anak benua Indo-Pakistan, dan memperoleh sertifikasi mengajar (ijazah) dan sanad dari Imam Habib Ahmad Mashhur al Haddad, Syaikh Hasanayn Makhluf, Ghumari bersaudara dari Marokko, Syekh Dya’uddin Qadiri di Madinah, Maulana Zakariyya Kandihlawi, dan banyak lainnya. Sayyid Muhammmad merupakan pendidik Ahlus Sunnah wal Jama'ah, seorang ‘alim kontemporer dalam ilmu hadits, ‘alim mufassir (penafsir) Qur’an, Fiqh, doktrin (‘aqidah), tasawwuf, dan biografi Nabawi (sirah).     Sayyid Muhammad al-Makki merupakan seorang 'aliim yang mewarisi pekerjaan dakwah ayahanda, membina para santri dari berbagai daerah dan negara di dunia Islam di Makkah al-Mukarromah. Ayahanda beliau adalah salah satu guru dari ulama-ulama sepuh di Indonesia, seperti Hadratus Syaikh K.H. Hasyim Asy'ari, KH. Abdullah Faqih Langitan, KH. Maimun Zubair dan lain-lain. Dalam meneruskan perjuangan ayahandanya, Sayyid Muhammad sebelumnya mendapatkan sedikit kesulitan karena beliau merasa belum siap untuk menjadi pengganti ayahnya. Maka langkah pertama yang diambil adalah melanjutkan studi dan ta'limnya terlebih dahulu. Beliau berangkat ke Kairo dan Universitas al-Azhar Assyarif merupakan pilihannya. Setelah meraih S1, S2 dan S3 dalam fak Hadith dan Ushuluddin beliau kembali ke Makkah untuk melanjutkan perjalanan yang telah di tempuh sang ayah. Disamping mengajar di Masjidil Haram di halaqah, beliau diangkat sebagai dosen di Universitas King Abdul Aziz- Jeddah dan Univesitas Ummul Qura Makkah bagian ilmu Hadith dan Usuluddin. Cukup lama beliau menjalankan tugasnya sebagai dosen di dua Universitas tsb, sampai beliau memutuskan mengundurkan diri dan memilih mengajar di Masjidil Haram sambil membuka majlis ta'lim dan pondok di rumah beliau.     Adapun pelajaran yang di berikan baik di masjidil haram atau di rumah tidak bertumpu pada ilmu tertentu seperti di Universitas, akan tetapi semua pelajaran yang diberikannya bisa di terima semua masyarakat baik masyarakat awam atau terpelajar, semua bisa menerima dan mencicipi apa yang diberikan Sayyid Muhammad Maka dari itu beliau selalu menitik beratkan untuk membuat rumah yang lebih besar dan bisa menampung lebih dari 500 murid per hari yang biasa dilakukan selepas sholat Maghrib sampai Isya di rumahnya di Hay al Rashifah. Begitu pula setiap bulan Ramadan dan hari raya, beliau selalu menerima semua tamu dan muridnya dengan tangan terbuka tanpa memilih golongan atau derajat. Semua di sisinya sama tamu-tamu dan murid murid, semua mendapat penghargaan yang sama dan semua mencicipi ilmu bersama. Dari rumah beliau telah keluar ulama-ulama yang membawa panji Rasulallah ke suluruh pelosok permukaan bumi. Di Indonesia, India, Pakistan, Afrika, Eropa, Amerika, apa lagi di Asia yang merupakan sebagai orbit dakwah Sayyid Muhammad al Maliki, ribuan murid murid beliau yang bukan hanya menjadi kyai dan ulama akan tetapi tidak sedikit yang masuk ke dalam pemerintahan. Di samping pengajian dan taklim yang rutin di lakukan setiap hari, beliau juga mengasuh pondok yang jumlah santrinya tidak sedikit, semua berdatangan dari penjuru dunia, belajar, makan, dan minum tanpa di pungut biaya sepeser pun bahkan beliau memberikan beasiswa kepada para santri sebagai uang saku. Setelah beberapa tahun belajar, para santri dipulangkan ke negara-negara mereka untuk menyiarkan agama.     Sayyid Muhammad al Maliki dikenal sebagai guru, pengajar dan pendidik yang tidak beraliran keras, tidak berlebih- lebihan, dan selalu menerima hiwar dengan hikmah dan mauidhah hasanah. Beliau ingin mengangkat derajat dan martabat Muslimin menjadi manusia yang berperilaku, baik dalam muamalatnya kepada Allah dan kepada sesama, terhormat dalam perbuatan, tindakan serta pikiran dan perasaannya. Beliau adalah orang cerdas dan terpelajar, berani dan jujur serta adil dan cinta kasih terhadap sesama. Itulah ajaran utama Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki. Beliau selalu menerima dan menghargai pendapat orang dan menghormati orang yang tidak sealiran dengannya. Semua yang berlawanan diterima dengan sabar dan usaha menjawab dengan hikmah dan memecahkan sesuatu masalah dengan kenyataan dan dalil-dalil yang benar bukan dengan emosi dan pertikaian yang tidak bermutu dan berkesudahan.     Sayyid Muhammad tahu persis bahwa kelemahan Islam terdapat pada pertikaian para ulamanya dan ini memang yang di inginkan musuh Islam. Sampai-sampai beliau menerima dengan rela digeser dari kedudukannya baik di Universitas dan ta'lim beliau di masjidil Haram. Semua ini beliau terima dengan kesabaran dan keikhlasan bahkan beliau selalu menghormati orang orang yang tidak sependapat dan sealiran dengannya, semasih mereka memiliki pandangan khilaf yang bersumber dari al-Qur’an dan Sunah. Adapun ulama yang telah mendapat gemblengan dari Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki, mereka sangat pandai, di samping menguasai bahasa Arab, mereka juga menguasai ilmu-ilmu agama yang cukup untuk dijadikan pegangan dan referensi di negara-negara mereka. Pada akhir hayat beliau saat terjadi insiden teroris di Saudi Arabia, beliau mendapatkan undangan dari ketua umum Masjidil Haram Syekh sholeh bin Abdurahman Alhushen untuk mengikuti "Hiwar Fikri" di Makkah yang diadakan pada tg 5 sd 9 DhulQo'idah 1424 H dengan judul "Al-qhuluw wal I'tidal Ruya Manhajiyyah Syamilah", di sana beliau mendapat kehormatan untuk mengeluarkan pendapatnya tentang thatarruf atau yang lebih poluler disebut ajaran yang beraliran fundamentalists atau extremist (keras).     Dan dari sana beliau telah meluncurkan sebuah buku yang sangat popular dikalangan masyarakat Saudi yang berjudul "Alqhuluw Dairah Fil Irhab Wa Ifsad Almujtama". Dari situ, mulailah pandangan dan pemikiran beliau tentang da'wah selalu mendapat sambutan dan penghargaan masyarakat luas. Pada tg 11/11/1424 H, beliau mendapat kesempatan untuk memberikan ceramah di hadapan wakil raja Amir Abdullah bin Abdul Aziz yang isinya beliau selalu menggaris-bawahi akan usaha menyatukan suara ulama dan menjalin persatuan dan kesatuan da'wah. Di samping tugas beliau sebagai da'i, pengajar, pembibing, dosen, penceramah dan segala bentuk kegiatan yang bermanfaat bagi agama, beliau juga seorang pujangga besar dan penulis unggul. Tidak kurang dari 100 buku yang telah dikarangnya, semuanya beredar di seluruh dunia. Tidak sedikit dari kitab-kitab beliau yang beredar telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, Prancis, Urdu, Indonesia dll.     Mafahim Yujibu an-Tusahhah (Konsep-konsep yang perlu diluruskan) adalah salah satu kitab karya Sayyid Muhammad, red.) bersinar layaknya suatu kemilau mutiara. Inilah seorang manusia yang menantang rekan-rekan senegaranya, kaum Salafi-Wahhabi, dan membuktikan kesalahan doktrin-doktrin mereka dengan menggunakan sumber-sumber dalil mereka. Untuk keberanian intelektualnya ini, Sayyid Muhammad dikucilkan oleh ‘rumah Najd’ dan dituduh sebagai “seorang yang sesat”. Beliau pun dicekal dari kedudukannya sebagai pengajar di Haram (yaitu di Masjidil Haram, Makkah, red.). Kitab-kitab karya beliau dilarang, bahkan kedudukan beliau sebagai professor di Umm ul-Qura pun dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan. Namun, dalam menghadapi semua hal tersebut, Sayyid Muhammad sama sekali tidak menunjukkan kepahitan dan keluh kesah. Beliau tak pernah menggunakan akal dan intelektualitasnya dalam amarah, melainkan menyalurkannya untuk memperkuat orang lain dengan ilmu (pengetahuan) dan tasawwuf. Saat kaum Salafi-Wahhabi mendiskreditkan beliau, beliau pun menulis lebih banyak buku dan mendirikan Zawiyyah beliau sendiri yang menjadi “United Nations” (Perserikatan Bangsa- Bangsa) dari para ‘Ulama. Akhirnya, protes dari dunia Muslim memaksa kaum Salafi-Wahhabi untuk menghentikan usaha mereka mem-peti es-kan sang ‘alim kontemporer’ yang paling terkenal dalam mazhab Maliki ini. Beberapa di antara mereka bahkan mulai mendukung beliau. Kedengkian mereka sebenarnya didorong oleh fakta bahwa Sayyid Muhammad al-Maliki jauh lebih unggul untuk dijadikan tandingan mereka. Dengan sendirian saja, beliau mengambil Islam Sunni dari klaim tangan-tangan Neo-Khawarij Salafi-Wahhabi dan menempatkannya kembali ke tangan mayoritas ummat ini. Melalui berbagai karya-karyanya yang menonjol, beliau menyuntikkan kepercayaan diri yang amat dibutuhkan dalam perdebatan saat kaum jahil yang mengandalkan ijtihad pribadi mulai meracuni pemikiran umat Islam. Beliau wafat hari jumat tgl 15 ramadhan 1425 H ( 2004 M) dan dimakamkan di pemakaman Al-Ma'la disamping makam istri Rasulallah Saw. Khadijah binti Khuailid Ra. dengan meninggalkan 6 putra, Ahmad, Abdullah, Alawi, Ali, al- Hasan dan al-Husen dan beberapa putri-putri yang tidak bisa disebut satu persatu disini. Dan yang menyaksikan pemakaman beliau hampir seluruh umat muslimin yang berada di Makkah pada saat itu termasuk para pejabat, ulama, para santri yang datang dari seluruh pelosok negeri, baik dari luar Makkah atau dari luar negeri. Semuanya menyaksikan hari terakhir beliau sebelum disemayamkan, setelah disholatkan di Masjidil Haram ba'da sholat isya yang dihadiri oleh tidak kurang dari sejuta manusia.     Begitu pula selama tiga hari tiga malam rumahnya terbuka bagi ribuan orang yang ingin mengucapkan belasungkawa dan melakukan `aza'. Dan di hari terakhir `Aza, wakil Raja Saudi, Amir Abdullah bin Abdul Aziz dan Amir Sultan datang ke rumah beliau untuk memberikan sambutan belasungkawa dan mengucapkan selamat tinggal kepada pemimpin agama yang tidak bisa dilupakan umat. Ketika jenazah Sayyid Muhammad Al Maliki hendak dishalatkan di Masjidil Haram, ribuan warga kota Mekkah bergantian menggusung jenazahnya. Dikabarkan toko-toko di sekitar Masjidil Haram yang dilewati jenazah mematikan lampu sebagai tanda dukacita. Kebesaran keluarga Al Maliki, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di negara-negara Afrika, Mesir, dan Asia Tenggara. Jadi tidak heran dengan meninggalnya Sayyid Muhammad Al Maliki umat Islam telah kehilangan satu ulama yang telah mengoreskan tinta sejarah perjuangan menegakkan kalimat tauhid di muka bumi ini yang menjadi tauladan buat kita semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-3942936459311074325?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/3942936459311074325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=3942936459311074325' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/3942936459311074325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/3942936459311074325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/11/manaqib-sayyid-muhammad-ali-almaliky-al.html' title='MANAQIB SAYYID MUHAMMAD ALI ALMALIKY AL HASANY'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-5889368035400376594</id><published>2008-11-21T17:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T18:00:42.739-08:00</updated><title type='text'>KHUTBAH IDUL ADHA</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;بسم الله الرحمن الرحيم&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Khutbah Idul Adha 1427 H&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENGAMBIL TELADAN&lt;br /&gt;DARI KISAH NABI IBRAHIM A.S&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ahmad Zain An Najah, MA &lt;a name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="_ftnref1" href="http://ahmadzain.wordpress.com/2006/12/27/khutbah-idul-adha-1427-h/#_ftn1"&gt;*&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;KHUTBAH PERTAMA :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah …&lt;br /&gt;Marilah pada pagi hari ini, kita tingkatkan rasa ketaqwaan kita kepada Allah swt , seraya bersyukur kepada-Nya bahwa sampai saat ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan sehingga bisa menunaikan ibadah sholat Idul Adha yang diberkati oleh Allah swt ini.&lt;br /&gt;Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah bersama –sama, kita merenungi firman Allah swt, sebagaimana yang tersebut di dalam Surat Al Shofat : 99- 111, tentang kisah nabi Ibrahim as. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah beliau, untuk kemudian kita jadikan bekal di dalam mengarungi kehidupan ini. Sungguh sangat benar apa yang difirmankan Allah swt :&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ ( QS Al Mumtahanah : 4 )&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;br /&gt;Diantara pelajaran yang bisa kita ambil pada pagi hari adalah :&lt;br /&gt;Pelajaran Pertama :&lt;br /&gt;“ Dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabb-ku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku . “ ( Q. S. Al Shofat : 99 )&lt;br /&gt;Paling tidak, ada empat hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas :&lt;br /&gt;Allah memerintahkan kita untuk berhijrah dan mencari tempat yang kondusif untuk beribadah kepada Allah dan berdakwah di jalan-Nya. Nabi Ibrahim as, setelah sekian tahun berdakwah pada kaumnya, ternyata yang didapat bukan sambutan baik, akan tetapi cercaan, hinaan, bahkan usaha pembunuhan terhadapnya, ia dipaksa untuk menceburkan diri ke dalam api yang sedang menyala. Setelah Allah menyelematkan-nya, beliu diperintah untuk berhijrah ke negri Syam, dalam hal ini Palestina, untuk melanjutkan gerakan dakwah.&lt;br /&gt;Allah memerintahkan kita untuk meluruskan niat hanya untuk mencari ridha Allah di dalam setiap perbuatan.&lt;br /&gt;Allah memerintahan kita untuk membulatkan tekad di dalam menempuh sebuah tujuan yang mulia.&lt;br /&gt;Allah memerintahkan kita agar senantiasa mengingat kematian, karena bagaimanapun juga hebatnya seseorang di dunia ini, akhirnya akan kembali juga kepada Allah swt . “ Inna Lillah wa Inna Ilahi Roji’un “ Kita adalah milik Allah dan akhirnya kita akan kembali kepada-Nya juga .&lt;br /&gt;Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah …&lt;br /&gt;Pelajaran Kedua :&lt;br /&gt;“ Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh “ ( Qs Al Shoffat : 100 )&lt;br /&gt;Ada tiga hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas :&lt;br /&gt;Kita harus menyakini bahwa hanya Allah saja yang menciptakan, mengatur dan merawat alam semesta ini. Dan hanya Allah-lah yang menurunkan rizki, memberikan anak, menurunkan hujan, yang menghidupkan dan yang mematikan, memberikan kita sakit dan yang menyembuhkan. Nabi Ibrahim as menyakini hal itu semuanya, oleh karenanya beliau memanggil Allah dengan kata « Rabb « yaitu Yang memelihara dan Yang merawat .&lt;br /&gt;Setelah kita menyakini hal itu semua, maka wajib bagi kita, - sebagai konsekwensi logis dari keyakinan tersebut - untuk tidak beribadah dan meminta pertolongan kecuali kepada Allah swt. Di sini, kita dapatkan nabi Ibrahim as tidak memohon kecuali kepada Allah agar dikarunia keturunan.&lt;br /&gt;Allah swt mengajarkan kepada kita adab berdo’a. Diantaranya adalah hendaknya kita tidak meminta sesuatu kepada Allah swt di dalam kehidupan ini, kecuali jika sesuatu tersebut mempunyai maslahat di dalam hidup kita di dunia dan akherat secara bersama-sama. Kita lihat umpamanya nabi Ibrahim as, tidak meminta keturunan kecuali keturunan yang sholeh, yaitu keturunan yang akan meneruskan perjuangannya di dalam menyebarkan dan menegakkan ajaran Islam, keturunan yang akan selalu berbakti kepada orang tua di saat masih hidup, dan selalu mendo’akannya tatkala ia telah meninggal dunia. Ini sangat sesuai dengan do’a yang tersebut di dalam Q.S. Al Baqarah : 200-201 :&lt;br /&gt;“ Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. “ ( QS Al Baqarah : 200-201 )&lt;br /&gt;Begitu juga kita, seandainya meminta sesuatu kepada Allah , hendaknya meminta sesuatu yang ada manfaatnya di akherat kelak, seperti meminta anak yang sholeh, harta yang barakah, ilmu yang bermanfaat, istri yang sholehah dan seterusnya.&lt;br /&gt;Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah …&lt;br /&gt;Pelajaran Ketiga :&lt;br /&gt;“ Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar “ . ( Qs Al Shoffat : 101 )&lt;br /&gt;Ada dua hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas :&lt;br /&gt;Kalau kita sudah berdo’a secara sungguh-sungguh dan terus-menerus, tetapi Allah belum mengabulkan-nya juga, kita tidak boleh putus asa, karena putus asa terhadap rahmat Allah adalah sifat orang-orang yang tidak beriman. Sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;“ Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.”( QS Yusuf : 87 )&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim as sendiri tidak pernah putus asa dalam berdo’a, walaupun puluhan tahun lamanya do’nya belum diterima oleh Allah , baru pada masa tua-nya, do’a tersebut telah dikabulkan oleh Allah swt .&lt;br /&gt;Kita wajib mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada kita, sekecil apapun nikmat tersebut. Atau bahkan nikmat tersebut baru kita dapat di akhir hidup kita. Nabi Ibrahim mencontohkan hal ini kepada kita, dia sangat bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada-nya berupa anak walaupun baru terkabulkan di akhir umurnya. Beliau memuji Allah atas nikmat tersebut :&lt;br /&gt;“ Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa. “ ( QS Ibrahim : 39 )&lt;br /&gt;Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah …&lt;br /&gt;Pelajaran Keempat :&lt;br /&gt;“ Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” ( QS As Shofat : 102 )&lt;br /&gt;Ada lima hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas :&lt;br /&gt;Bahwa kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan dan keberhasilan di dalam kehidupan dunia ini dan di akherat nanti, kecuali jika kita mau mengorbankan apa yang kita cintai . Nabi Ibrahim as berhasil meraih predikat kholilullah ( kekasih Allah ), karena telah mampu mengorbankan sesuatu yang dicintainya yang berupa anak , demi mencapai kecintaan kepada Allah swt. Ini sesuai dengan firman Allah swt :&lt;br /&gt;« Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. « ( QS Ali Imran : 92 )&lt;br /&gt;Bahwa kehidupan ini tidak kekal, dan banyak hal yang terjadi secara tiba-tiba di luar perkiraan kita. Kadang, kita dapatkan dalam kehidupan dunia ini hal-hal yang kita cintai justru malah cepat pergi dari kita, sebaliknya hal-hal yang kita benci malah datang terus kepada kita. Maka Allah menyebut kesenangan dunia ini dengan kesenangan yang menipu ( mata’u al ghurur ), karena akan sirna bahkan berubah menjadi malapetaka, jika cara mengolahnya tidak sesuai tuntunan Allah swt. Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;“ Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” ( QS Al Hadid : 20 )&lt;br /&gt;Tetapi pelu diingat juga bahwa tidak setiap perkara yang kita benci pasti membawa mudharat bagi kehidupan kita. Terkadang yang terjadi adalah sebaliknya, musibah yang kita anggap akan mendatangkan malapetaka, ternyata malah membawa kita kepada kesuksesan besar di dalam hidup ini. Kita lihat umpamanya, yang dialami oleh nabi Ibrahim as, ketika diperintahkan Allah swt untuk meninggalkan istri dan anaknya yang masih kecil di tengah padang pasir, yang tidak ada tumbuh-tumbuhan dan air. Sebagai manusia, tentunya nabi Ibrahim tidak ingin mengerjakan hal tersebut kalau bukan karena perintah Allah swt. Sesuatu yang tidak dikehendaki nabi Ibrahim tersebut, ternyata telah menjelma menjadi sebuah ibadah haji yang dikemudian hari akan diikuti berjuta –juta manusia, dan dari peristiwa itu juga, keluarlah air zamzam yang dapat menghidupi jutaan orang dan bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Begitu juga, ketika nabi Ibrahim as. diperintahkan untuk menyembelih anaknya Ismail, yang sangat dicintainya. Setiap orang yang masih mempunyai hati nurani yang sehat, tentu sangat tidak senang jika diperintahkan menyembelih anaknya sendiri. Tapi apa akibatnya ? Ketika kedua-duanya pasrah, Allah membatalkan perintah tersebut dan menggantikannya dengan kambing. Dari peristiwa ini, akhirnya umat Islam diperintahkan untuk berkurban setiap datang hari raya Idul Adha. Memang, kadang sesuatu yang kita benci, justru adalah kebaikan bagi kita sendiri. Allah berfirman :&lt;br /&gt;“ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.( QS Al Baqarah : 216 )&lt;br /&gt;Oleh karenanya, di dalam menghadapi ujian kehidupan dunia ini, kita haru sabar dan tawakkal, serta menyerahkan diri kepada Allah swt, sebagaimana yang dicontohkan nabi Ibrahim ketika diperintahkan untuk menyembelih anaknya sendiri. Berbeda dengan orang –orang yang tidak beriman dan tidak mempunyai keyakinan kepada janji-janji Allah swt, mereka akan goncang dan stress jika kehilangan sesuatu yang sangat dicintainya, apalagi anaknya satu-satunya yang sedang beranjak dewasa. Data dari Badan Kesehatan Dunia ( WHO ) menyebutkan bahwa 800 ribu orang dari penduduk dunia setiap tahunnya melakukan tindakan bunuh diri, 80 % nya disebabkan karena stress dan tidak kuat di dalam menghadapi berbagai problematika yang menimpa dirinya. Problematika –problematika tersebut berkisar pada masalah keluarga, pernikahan, anak, studi, pekerjaan dan lain-lainya. Dan menurut data tersebut, fenomena semacam ini paling banyak didapati di negara-negara maju, seperti Denmark, Norwegia, Perancis. Di Amerika Serikat sendiri didapatkan bahwa setiap 20 menit telah terjadi kasus bunuh diri, artinya setiap hari sebanyak 75 orang bunuh diri.&lt;br /&gt;Kesenangan dunia yang diberikan Allah kepada kita, jangan sampai melalaikan kita dari beribadat kepada-Nya. Dalam rangka itulah, Allah swt setelah memberikan karunia anak yang sholeh kepada nabi Ibrahim as, dan pada saat anak tersebut beranjak menjadi dewasa, Allah swt hendak menguji nabi Ibrahim as, apakah anak yang telah lama dinanti-nantikan tersebut, yang telah lama dirawat dan didiknya sehingga menjadi dewasa dan sangat menyejukkan hati orang tuanya itu.. apakah akan melalaikannya dari ibadat dan taat kepada Allah swt ? disinilah nabi Ibrahim as diuji. Apakah dia lebih mencintai anak atau mencintai Allah swt ? Ternyata nabi Ibrahim as, secara baik telah mampu melewati ujian tersebut. Ia telah menempatkan kecintaannya kepada Allah di atas segala-galanya. Dia segera melaksanakan perintah Allah swt untuk menyembelih anaknya, dia sangat menyakini bahwa setiap yang diperintahkan Allah akan selalu berakibat baik. Sebaliknya, kalau dia tetap lebih mencintai anaknya dan melalaikan perintah Allah swt, niscaya dia termasuk orang –orang yang merugi. Allah swt berfirman :&lt;br /&gt;“ Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi. “ ( QS Al Munafiqun : 9 )&lt;br /&gt;KHUTBAH KEDUA :&lt;br /&gt;Ma’asyira Al Muslimin yang dirahmati Allah …&lt;br /&gt;Pelajaran kelima :&lt;br /&gt;“ Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). “ ( Q. S. Al Shofat :103 )&lt;br /&gt;Seorang hamba yang sabar ketika diuji oleh Allah swt, dan taat dengan segala perintahnya, serta pasrah dengan hukum-hukum-Nya, niscaya akan mendapatkan balasan yang stimpal di dunia ini dan di sisi Allah pada hari akhir nanti.&lt;br /&gt;Diantara balasan yang diberikan Allah itu adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Mendapat pujian dan predikat dari Allah sebagai orang berbuat baik dan tergolong orang-orang yang muhsinin . Allah berfirman :&lt;br /&gt;“ Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim “ . sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu . sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.( Qs As Shofat : 104-105 )&lt;br /&gt;Mendapatkan rizqi yang melimpah. Allah berfirman :&lt;br /&gt;“ Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. “( Qs As Shofat : 107)&lt;br /&gt;Nabi Ibrahim as, setelah pasrah penuh kepada perintah Allah, maka Allah memberikannya rizki berupa kambing kurban. Kita, kaum muslim in jika mengikuti langkah nabi Ibrahim di atas, niscaya akan mendapatkan rizki yang melimpah juga, seperti kesehatan, kemudahan, kelancaran dalam urusan-urusan, anak yang sholeh, keberhasilan studi, kemudahan di dalam mendapatkan pekerjaan dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;Nama dan perjuangannya dikenang oleh generasi selanjutnya. Allah berfirman :&lt;br /&gt;“ Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. “ ( Qs As Shofat : 108 )&lt;br /&gt;Perjuangan dan ketabahan nabi Ibrahim telah diabadikan dalam Al Qur’an yang akan dibaca kaum muslimin hingga hari kiamat, dan ditulis dengan tinta emas di dalam buku-buku sejarah. Dengan sikap pasrah terhadap perintah Allah, akhirnya nabi Ibrahim menjadi panutan umat sepanjang zaman.&lt;br /&gt;Allah akan melimpahkan rahmat dan kedamaian serta keselamatan di dalam kehidupannya . Allah berfirman :&lt;br /&gt;“ yaitu Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim. “( Qs As Shofat : 109 )&lt;br /&gt;Selain itu, generasi selanjutnya juga akan selalu mendoakannya. Paling tidak, lima kali sehari kaum muslimin mendo’akan keselamatan atas nabi Ibrahim dan keluarga serta keturunannya, tepatnya di akhir sholat, kita diperintahkan membaca sholawat kepada nabi Ibrahim a.s&lt;br /&gt;Kairo, 10 Dzulhijjah 1427 H - 30 Desember 2006&lt;br /&gt;&lt;a name="_ftn1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a title="_ftn1" href="http://ahmadzain.wordpress.com/2006/12/27/khutbah-idul-adha-1427-h/#_ftnref1"&gt;*&lt;/a&gt; Khutbah ini disampaikan pada Hari Raya Idul Adha 1427 H di KBRI ( Kedutaan Besar Republik Indonesia ) , Kairo , Mesir &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-5889368035400376594?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/5889368035400376594/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=5889368035400376594' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/5889368035400376594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/5889368035400376594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/11/khutbah-idul-adha_21.html' title='KHUTBAH IDUL ADHA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-4718874669210499690</id><published>2008-11-21T17:37:00.000-08:00</published><updated>2008-11-21T17:49:29.443-08:00</updated><title type='text'>KHUTBAH IDUL ADHA</title><content type='html'>KHUTBAH IDUL ADHA&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Merenungi Makna Haji Dan Qurban&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;Hari ini kita sedang berada di musim haji. Jutaan manusia yang terpanggil oleh seruan Nabi Ibrahim as, hari ini sedang melaksanakan ibadah yang mulia ini. Sebentar bagi tetesan darah qurban akan membasahi persada bumi.Sebagaimana kita ketahui bahwa apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala pastilah mengandung makna, bukan hanya filsafat yang hampa apalagi sandiwara yang sia-sia. Dia akan membuahkan nilai-nilai yang berguna baik bagi pribadi dan masyarakat apabila dilaksanakan secara benar sesuai dengan tuntunan-Nya.Marilah kita renungi makna yang terkandung dalam ibadah haji dan qurban ini.Salah satu makna terbesar yang terkandung dalam pelaksanaan ibadah haji adalah tentang persatuan dan kesatuan umat. Ajaran ini tercermin sejak orang yang melaksanakan ibadah haji memasuki miqat. Di sini mereka harus berganti pakaian karena pakaian melambangkan pola, status dan perbedaan-perbedaan tertentu. Pakaian menciptakan "batas" palsu yang tidak jarang menyebabkan "perpecahan" di antara manusia. Selanjutnya dari perpecahan itu timbul konsep "aku", bukan "kami atau kita", sehingga yang menonjol adalah kelompokku, kedudukanku, golonganku, sukuku, bangsaku dan sebagainya yang mengakibatkan munculnya sikap individualisme. Penonjolan "keakuan" adalah perilaku orang musyrik yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;"Janganlah kamu termasuk orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang memecah agama mereka dan mereka menjadi beberapa partai. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka" (QS. Ar-Ruum 31-32)&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang dirahmati Allah Subhanahu wa Ta'ala.Mulai dari miqat mereka mengenakan pakaian yang sama yaitu kain kapan pembungkus mayat yang terdiri dari dua helei kain putih yang sederhana. Semua memakai pakaian seperti ini. Tidak ada bedanya antara yang kaya dan yang miskin, yang cukup makan dan yang kurang makan, yang dimuliakan dan yang dihinakan, yang bahagia dan yang sengsara, yang terhormat dan orang kebanyakan, yang berasal dari Barat dan yang berasal dari Timur, mereka memakai pakaian yang sama, berangkat pada waktu dan tempat yang sama dan akan bertemu pada waktu dan tempat yang sama pula. Mereka beraktifitas dengan aktivitas yang sama dan menggunakan kalimat yang sama.&lt;br /&gt;"Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Tidak ada sekutu bagi-Mu, akau penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan kekuatan hanyalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu."Manusia yang tadinya terpecah-pecah dalam berbagai ras, nation, kelompok, suku dan keluarga dengan ibadah haji diphimpun oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan berbagai faktor kesamaan agar mereka menjadi satu. Hal ini mengisyaratkan bahwa segala problematika umat Islam akan dapat terselesaikan secara mendasar apabila mereka bersatu dan bersama-sama dalam bersikap dan berbuat, sebagaimana jawaban Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam kepada Hudzaifah bin Yaman, ketika dia menanyakan bagaimana cara menyelesaikan problematika yang dihadapi oleh umat Islam. Beliau bersabda:&lt;br /&gt;"Hendaknya engkau tetap dalam Jama'ah Muslimin dan Imam mereka" (HR. Bukhari)Jama'ah merupakan wujud kebersamaan dan Imamah merupakan wujud kesatuan.&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang dirahmati Allah.Problematika umat Islam abad ini tidak lain karena mereka telah jauh dari ajaran Islam, telah jauh dari Al-Qur`an dan jauh dari Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Problema-problema umat Islam semakin hari semakin bertambah banyak dan kompleks.Inti dari problematika ini pada hakikatnya adalah krisis rohani yang sedang melanda umat Islam. Mereka tidak mengamalkan ajaran dan hukum Islam secara konsekuen sedang tokoh-tokoh Islam semakin jauh dari ajaran Islam. Mereka hanya menggunakan ajaran Islam untuk kepentingan pribadinya. Mereka tidak dapat memeberikan contoh yang baik bagi para pengikutnya. Pada akhirnya Islam tidak lagi dipercayai dapat menyelesaikan problematika umat manusia. Ini adalah akibat perilaku umat Islam, khususnya para tokohnya yang telah menyimpang dari ajaran Islam. Padahal sebenarnya di tangan umat Islamlah terletak tanggung jawab menyelesaikan problematika umat manusia sebagaimana yang dibuktikan umat Islam di masa kejayaannya ketika mereka konsekuen dengan ajarannya. Islamlah satu-satunya ajaran yang dapat menyelesaikan problematika umat manusia. Namun sayang umat Islam sendiri sedang menghadapi problema internal yang diakibatkan oleh perpecahan dan tersobek-robeknya kesatuan.Keadaan seperti ini akan terus berlangsung selama umat Islam masih tetap dalam perpecahan dan tidak berkehendak mencari jalan keluarnya.Mudah-mudahan dengan merenungi makna ibadah haji ini umat Islam menjadi sadar, betapa pentingnya kebersamaan dan kesatuan dengan kembali menetapi Jama'ah Muslimin dan Imam mereka sebagaimana yang telah ditetapi oleh sebagian umat Islam sejak tahun 1372 H/1953 M dengan wujud Jama'ah Muslimin (Hizbullah).Sedangkan kita yang telah berada di dalam Jama'ah hendaknya menyadari betapa besar tanggung kita dalam menyelesaikan problematika umat manusia dewasa ini. Jangan sampai merasa bahwa telah menetapi Jama'ah persoalan telah selesai. Menetapi al-Jama'ah baru merupakan langkah awal untuk menyelesaikan problematika-problematika besar lainnya yang menghadang umat Islam, seperti kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan sebagainya. Oleh karena itu kaum muslimin yang sudah berada di dalam al-Jama'ah tidak boleh santai dan hanya main-main. Apabila tidak bersungguh-sungguh, pasti Allah Subhanahu wa Ta'ala akan mengganti dengan kaum yang lebih baik, yang mampu memikul tanggung jawab yang sangat besar ini. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Hai orang yang beriman barangsiapa di antara kamu yang berbalik dari agamanya, maka Allah akan mendatangkan kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut kepada orang-orang yang beriman, yang bersikap keras kepada orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang Maha Luas lagi Maha Mengetahui" (QS. Al-Maidah: 54).&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang dirahmati Allah.Kesatuan dan kebersamaan umat Islam akan terwujud apabila kita, di samping mampu menangkap makna ibadah haji, kita juga mampu menangkap makna ibadah qurban dan kita realisasikan dalam kehidupan sehari-hari.Mempersatukan umat Islam memang tugas besar dan berat oleh karena itu membutuhkan pengorbanan yang besar dan berat pula.Sebagaimana kita ketahui ibadah qurban ini bermula dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim agar menyembelih putranya semata wayang Nabi Ismail as.Dalam hal ini digambarkan oleh sebuah hadits sebagai berikut:&lt;br /&gt;"Para sahabat bertanya, "apakah maksud qurban ini?" Beliau menjawab, "Sunnah Bapakmu, Ibrahim." Mereka bertanya, "apa hikmahnya bagi kita?" Beliau menjawab, "Setiap rambutnya akan mendatangkan satu kebaikan." Mereka bertanya, "Apabila binatang itu berbulu?" Beliau menjawab, "Pada setiap rambut dari bulunya akan mendatangkan kebaikan" (HR. Ahmad).Diriwayatkan oleh para ahli tarikh, bahwa kehidupan Nabi Ibrahim adalah kehidupan penuh dengan perjuangan, keterlunta-luntaan, jihad dan perang melawan kebodohan kaumnya, kefanatikan penyembah berhala termasuk ayahnya sendiri, penindasan Namrudz sedang istrinya sendiri Sarah, yang mandul adalah seorang ningrat yang fanatik.Sebagai seorang nabi yang menyerukan Tauhid, Ibrahim melaksanakan tugas berat dalam sebuah masyarakat yang tiran dan penuh perlawanan. Namun setelah seabad lamanya menanggungkan segala macam derita dan siksaan, ia berhasil menanamkan kesadaran ke dalam diri manusia-manusia akan cinta kemerdekaan dan keberagamaan. Setelah tua Ibrahim menjadi kesepian. Sebagai manusia ia ingin mempunyai anak. Istrinya mandul sedang ia sendiri telah berusia seabad lebih. Ia tidak berpengharapan. Ia hanya dapat mendambakan. Allah akhirnya melimpahkan karunia-Nya kepada lelaki tua ini karena ia telah mengabdikan seluruh hidupnya dan karena ia telah menanggungkan penderitaan demi menyebarluaskan syari'at-Nya. Melalui hamba perempuannya yang hitam dari Ethiopia yang bernama Hajar, Dia mengaruniai Ibrahim dengan seorang putra, Ismail. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Maka Kami gembirakan dia dengan seorang anak yang sangat penyantun" (QS. Ash-Shaffat: 101).&lt;br /&gt;Kaum muslimin yang dirahmati Allah.Ismail bukanlah hanya seorang putra bagi ayahnya. Ismail adalah buah dambaan Ibrahim seumur hidupnya. Sebagai seorang putra tunggal dari seorang lelaki tua yang telah menanggungkan penderitaan berkepanjangan, Ismail adalah yang paling dicintai oleh ayahnya. Namun tanpa diduga, Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, harapan dan dambaan hidupnya yang paling dicintai itu. Betapa goncang jiwa Ibrahim ketika menerima perintah ini. Setelah perintah itu ia sampaikan kepada anaknya dan anaknya menerimanya, akhirnya kedua hamba Allah ini pasrah melaksanakan perintah Allah ini. Allah menggambarkan peristiwa yang sangat dramatis ini dengan firman-Nya:"Tatkala keduanya telah pasrah dan Ibrahim membaringkan anaknya di atas pelipisnya. Dan Kami panggil dia. "Hai Ibrahim, kamu telah membenarkan mimpi (perintah) itu, sesungguhnya demikianlah Kami membalas kepada orang-orang yang berbuat baik" (QS. Ash-Shaffat: 102)Kemudian Allah menebus Ismail dengan seekor sembelihan yang besar dan inilah yang diabadikan dengan syari'at qurban hingga saat ini.Kaum muslimin yang dirahmati Allah.Jadi qurban adalah perlambang kesediaan seseorang untuk mengorbankan barang yang paling dicintai dalam rangka mengabdikan diri di jalan Allah.Untuk mewujudkan kesatuan umat dan mengatasi problematika umat ini memang membutuhkan pengorbanan, tanpa pengorbanan mustahil hal itu akan terwujud. Oleh karena itu marilah kita qurban harta kita, jiwa dan raga kita, harga diri kita, keluarga kita, waktu kita, profesi dan jabatan kita demi terwujudnya kesatuan umat dan terselesaikannya problematika yang melilit umat Islam dewasa ini. Jangan sampai barang-barang yang kita cintai tersebut menghalangi kita untuk berjihad mewujudkan perjuangan yang besar ini. Insya Allah apa yang kita qurbankan pasti akan diganti oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah berfirman:&lt;br /&gt;"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya" (QS. Saba: 39).Semoga kita mampu mengamalkannya, Amin Ya Robbal 'Alamin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CopyRight © Risalah Al Jama'ah Team&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-4718874669210499690?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/4718874669210499690/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=4718874669210499690' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/4718874669210499690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/4718874669210499690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/11/khutbah-idul-adha.html' title='KHUTBAH IDUL ADHA'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3937610477614669564.post-6145492532770002825</id><published>2008-11-15T19:18:00.001-08:00</published><updated>2008-11-15T19:32:17.258-08:00</updated><title type='text'>KHOTBAH JUM'AT</title><content type='html'>Sudah Terujikah Iman Kita&lt;br /&gt;Oleh: cHOIRUL ANAM, S.Ag&lt;br /&gt;Khutbah Pertama&lt;br /&gt;إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛&lt;br /&gt;فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ.&lt;br /&gt;Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!&lt;br /&gt;  Pada kesempatan Jum’at ini, marilah kita merenungkan salah satu firman Allah dalam surat Al-‘Ankabut ayat 2 dan 3:&lt;br /&gt;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.&lt;br /&gt;   Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa salah satu konsekuensi pernyataan iman kita, adalah kita harus siap menghadapi ujian yang diberikan Allah Subhannahu wa Ta'ala kepada kita, untuk membuktikan sejauh mana kebenaran dan kesungguhan kita dalam menyatakan iman, apakah iman kita itu betul-betul bersumber dari keyakinan dan kemantapan hati, atau sekedar ikut-ikutan serta tidak tahu arah dan tujuan, atau pernyataan iman kita didorong oleh kepentingan sesaat, ingin mendapatkan kemenangan dan tidak mau menghadapi kesulitan seperti yang digambarkan Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam surat Al-Ankabut ayat 10:&lt;br /&gt;   Dan di antara manusia ada orang yang berkata: “Kami beriman kepada Allah”, maka apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: “Sesungguh-nya kami adalah besertamu.” Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia”?&lt;br /&gt;Hadirin jamaah Jum’at yang berbahagia!&lt;br /&gt;   Bila kita sudah menyatakan iman dan kita mengharapkan manisnya buah iman yang kita miliki yaitu Surga sebagaimana yang dijanjikan oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala :&lt;br /&gt;   Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah Surga Firdaus menjadi tempat tinggal. (Al-Kahfi 107).&lt;br /&gt;   Maka marilah kita bersiap-siap untuk menghadapi ujian berat yang akan diberikan Allah kepada kita, dan bersabarlah kala ujian itu datang kepada kita. Allah memberikan sindiran kepada kita, yang ingin masuk Surga tanpa melewati ujian yang berat.&lt;br /&gt;   Apakah kalian mengira akan masuk Surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa malapetaka dan keseng-saraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersama-nya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguh-nya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al-Baqarah 214).&lt;br /&gt;   Rasulullah Shallallaahu alaihi wa salam mengisahkan betapa beratnya perjuangan orang-orang dulu dalam perjuangan mereka mempertahankan iman mereka, sebagaimana dituturkan kepada shahabat Khabbab Ibnul Arats Radhiallaahu anhu.&lt;br /&gt;لَقَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ لَيُمْشَطُ بِمِشَاطِ الْحَدِيْدِ مَا دُوْنَ عِظَامِهِ مِنْ لَحْمٍ أَوْ عَصَبٍ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ وَيُوْضَعُ الْمِنْشَارُ عَلَى مِفْرَقِ رَأْسِهِ فَيَشُقُّ بِاثْنَيْنِ مَا يَصْرِفُهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ. (رواه البخاري).... Sungguh telah terjadi kepada orang-orang sebelum kalian, ada yang di sisir dengan sisir besi (sehingga) terkelupas daging dari tulang-tulangnya, akan tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya, dan ada pula yang diletakkan di atas kepalanya gergaji sampai terbelah dua, namun itu tidak memalingkannya dari agamanya... (HR. Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dengan Fathul Bari, cet. Dar Ar-Royyan, Juz 7 hal. 202)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3937610477614669564-6145492532770002825?l=mari-bergabung.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/feeds/6145492532770002825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3937610477614669564&amp;postID=6145492532770002825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6145492532770002825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3937610477614669564/posts/default/6145492532770002825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mari-bergabung.blogspot.com/2008/11/ditulis-husni-nugraha.html' title='KHOTBAH JUM&apos;AT'/><author><name>Admin</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
